Vote dong biar aku seneng
.
.
Typo tolong tandai
.
.
.
Malam yang dingin ditemani oleh rembulan, namun tak terlihat adanya bintang. Semua orang menikmati malam ini dengan istirahat dari rasa lelah di siang hari.
Namun berbeda dengan seorang remaja yang tengah berdiri di atas gedung 6 lantai itu. Ia, menikmati malam yang dingin ini. Sesuatu di pikirannya membuat adrenalinnya terpacu.
"Akan ku akhiri."
Ia melompat dari gedung 6 lantai itu. Tidak ada rasa takut yang hinggap, karena ia tahu, bahwa dia tidak akan mati.
Pendaratan sempurna di atas sebuah truk, remaja itu tersenyum manis seakan merasa kegirangan dari aksi membahayakan tadi.
"Menyenangkan, lain kali aku akan melakukannya lagi." Remaja dengan Surai gelap, dan wajah manis itu dengan mudahnya menuruni box truk.
Ia melihat gedung 6 lantai itu. Rumah sakit yang merawat Lino beserta Arthur. "Jika aku tidak kembali, tolong jangan menangisi aku."
Remaja itu Samuel. Di malam ini, dia akan mengakhiri takdir yang membuatnya sengsara.
Kali ini Samuel sudah tidak bisa mengandalkan kesabaran. Strateginya di ubah, Samuel akan langsung mengakhiri semua ini.
Dia melewati malam yang sunyi dengan hening. Tujuannya hanya satu. Blaine.
Sebelum Samuel pergi, banyak hal yang harus ia sampaikan. Dan itu, cukup merepotkan bagi Samuel.
Flashback
Kedatangan Gilbert dan Monica membuat Samuel merasa lega. Setidaknya mereka tahu tentang hal ini.
Mereka menjenguk Arthur yang masih tertidur. Pemuda itu sempat sadar tadi, namun setelah itu ia tertidur.
Dokter mengatakan bahwa Arthur mengalami Syok dengan apa yang menimpanya. Di samping itu, ia juga kelelahan.
Namun, ada satu hal dan itu hanya Samuel yang mengetahuinya.....
Samuel masih di depan ruang rawat Lino. Setelah di pindahkan menuju ruang rawat,Lino sempat mengalami kejang beberapa menit lalu. Hal itu sungguh mengkhawatirkan, bahkan ada tiga suster yang membantu sang dokter untuk menangani Lino.
Wajah itu mungkin terlihat datar dan tidak perduli. Namun, hatinya merasa gelisah dengan kondisi sahabatnya itu.
Disaat seperti ini, Samuel menjadi nostalgia akan kehidupan pertamanya. Dulu, dia selalu mendengarkan apa yang di inginkan oleh Hakken, atau yang sekarang menempati raga Lino.
"Tidakkah kau ingin bahagia bersama ku, Hakken?"
"Tidakkah kau ingin melihat ku menjadi seorang dokter?"
Dengan berlinang air mata, Samuel menatap sedih pintu ruang rawat itu. Senyumannya terukir dengan tulus
"Tidakkah, kau telah mendapatkan cintamu?"
Hening. Suasana rumah sakit yang sepi, menjadi teman dari kesedihan Samuel.
Dalam sekejap, tatapan matanya berubah. Tatapan sendu itu, kini berganti dengan tatapan tajam yang penuh dengan dendam.
"Aku sudah tidak bisa bersabar lagi." Geramnya.
"Jika cara bersih tidak dapat menyelesaikan mereka. Maka kita pakai cara yang sama dengan mereka...... Membunuh!"
Selama ini, Samuel dan Lino tengah menjalankan rencana untuk menghancurkan musuh mereka dengan cara halus. Alasannya adalah agar identitas mereka tidak diketahui mafia yang berkuasa di negara ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Actionfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
