Vote dong biar aku seneng
.
Typo tolong tandai
.
~o0o~
Tidak ada kata-kata, silahkan baca.
~o0o~
Brak!
Pintu utama di dobrak dengan kencang. Terlihat si pelaku yang bernafas lelah, seperti sehabis berlari maraton 500 km saja.
"Akhirnya aku sampai."
Mereka melihat Rex yang menjadi pelaku pendobrakan. Jika di lihat lagi, kasihan sekali pintunya karena harus merasakan besarnya tenaga dinosaurus.
"Rex? Cepat sekali." Yang menjadi pusat perhatian hanya bisa bernafas dengan lelah. Pria itu menempuh perjalanan dari Indonesia menuju Canada.
Rex tak menanggapi pertanyaan Gilbert. Dia sedang menetralkan detak jantungnya. Walaupun belum bisa bernafas dengan normal, Rex tetap berjalan kearah berkumpulnya keluarga itu.
Ia menyodorkan sebuah tas pada Gilbert. "Ini,.....selimut tuan muda."
Gilbert ingin mengambil tas yang di pegang oleh Rex. Namun sebelum itu, tubuh Rex sudah limbung ke depan.
"Rex!"
Semua orang panik seketika. Bahkan Samuel pun menghampiri Rex yang sudah tidak sadarkan diri.
"Rex! Astaga, apa yang terjadi?! Hey, Rex!" Gilbert mencoba untuk menyadarkan pria itu dengan mengguncang 'nya.
"Aiss, mengapa masih diam saja? Cepat baringkan dia di sofa! Aku akan memeriksa nya." Titah Aksa.
Akhirnya Arthur dan Gilbert membopong tubuh Rex menuju sofa panjang. Setelahnya, Aksa memeriksa keadaan Rex dengan keheningan yang menyelimuti mereka.
Setelah memeriksa keadaan Rex, Aksa kembali menyimpan peralatannya. "Sepertinya dia mengonsumsi sesuatu yang membuatnya alergi. Beruntung imun tubuhnya kuat."
"Dia alergi kopi bukan?" Mendengar pertanyaan dari Aksa, Gilbert kembali mengingat akan hal itu.
"Hm, dia alergi kopi." Jawab Gilbert.
Gilbert dan Aksa saling pandang, lalu setelahnya mereka menggelengkan kepala bersama. "Kebiasaan buruknya masih ada ternyata."
Aksa mengangguk. "Sepertinya kita harus menghukum pria ini."
Samuel tidak memperdulikan suasana dingin ini. Dia mendekat kearah Rex, dan meletakkan sebuah bantal sofa di bawah kepala pria itu.
"Dia melewatkan waktu liburannya." Ucapan Samuel membuat semua orang menatap kearahnya. Mereka tersenyum dengan tingkah remaja itu.
"Itu artinya Rex menyayangi mu." Ucap Monica.
"Bukankah T-Rex tidak tahu. Lalu mengapa dia datang secepat ini?" Pertanyaan Samuel, membuat mereka terdiam.
"Daddy yang memberi tahu, tapi Daddy tidak menyangka dia akan kembali ke Canada secepat ini." Ucap Gilbert.
Samuel hanya mengangguk saja. Toh akhirnya dia mendapatkan selimutnya kembali. Ia sangat berterima kasih pada Rex yang rela melewatkan hari libur.
Samuel mengeluarkan selimutnya dari dalam tas. Ya, itu memang selimutnya. Ia menyelimuti tubuhnya dan menyamankan dirinya di dalam selimut itu.
'Inilah kebahagiaan.' batin Samuel yang menyamankan dirinya. Biarkan Samuel melepas rindu dengan selimutnya.
Aksa melihat situasi yang sudah terkendali. Sungguh, keluarga ini tidak pernah membuatnya santai.
"Waktu istirahat kali ini, sangatlah di luar nalar." Monolog Aksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Açãofollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
