Vote dong biar aku seneng
.
.
Typo tolong tandai
.
.
.
..
.
Sudah 2 Minggu semenjak Samuel dan Lino di culik. Kini semua berjalan normal, jika dilihat dari gerak-gerik mereka.
Hari ini adalah hari Sabtu, Samuel saat ini tengah santai menikmati teh lemon buatan sang mommy. Jika hari Sabtu Samuel libur, tidak untuk Rain yang ada kelas pagi.
Arthur dan Lino juga pergi bekerja, Gilbert dan Rex juga bekerja. Hanya ada Samuel dan sang mommy di mansion.
"El!" Panggilan dari sang mommy membuat Samuel mengalihkan perhatian dari buku yang ia pegang.
"Ya, mom!" Jawab Samuel.
Terlihat Monica yang membawa sesuatu dari arah dapur. Itu terlihat seperti kue yang sangat menggugah selera.
Monica menyajikan kue lemon itu di sebuah piring. "Cobalah, ini untuk El." Ucap sang mommy.
Samuel mencoba kue yang dibuat oleh Monica. Saat kue itu masuk ke mulutnya, rasa asam, manis dan lembut dari kue itu berkombinasi.
"Ini, adalah kue terenak." Mata remaja itu berbinar saat memuji kue buatan sang mommy.
Monica tersenyum manis pada Samuel. Dirinya sangat puas jika kue buatannya disukai oleh putra bungsunya itu.
Waktu sudah menunjukkan tengah hari, namun para pria Weiner belum ada yang pulang. Samuel bahkan menunda makan siangnya demi menunggu mereka.
Monica sendiri tengah menghubungi sang suami. Dirinya harus mendapatkan kabar dari Gilbert agar Samuel tidak menunda makan siangnya.
"El, ayo kita makan siang. Daddy tidak bisa kembali untuk makan siang, pekerjaannya masih banyak." Ucapan sang mommy mendapatkan anggukan dari Samuel.
Makan berdua dengan sang mommy yang cantik? Hooh siapa yang bisa menolak. Apalagi Samuel jarang menghabiskan waktu bersama sang mommy. Maka inilah waktunya.
Setelah makan siang, Samuel ditemani oleh sang mommy untuk memetik beberapa buah. Saat sedang asik memilih buah, ada yang datang dan mengganggu acara ibu dan anak itu.
"Sebentar ya, mommy akan melihat siapa yang bertamu." Ucap Monica memberi pengertian.
Samuel mendengus dingin saat sang mommy sudah pergi. "Siapa yang mengganggu kami, dasar pengganggu." Gumam Samuel dingin.
Entah mengapa dirinya sangat kesal hari ini. Bahkan rumput yang ada di dekat tanaman strawberry saja sudah hancur karena ulah Samuel.
Samuel sudah tidak ingin memetik buah lagi, dirinya bahkan meninggalkan keranjang yang berisikan buah di kebun. Sudah dikatakan, ia sangat kesal hari ini.
Seorang bodyguard yang melihat gerak-gerik Samuel hanya bisa menghela nafas. Ia mengambil keranjang buah itu, dan membawanya ke dapur.
"Siapapun tamu itu, dia pasti akan mendapatkan tatapan tajam dari tuan kecil." Gumam si bodyguard.
Mereka sudah mengetahui bagaimana tuan kecil mereka. Samuel sangat menghormati para pekerja yang ada di mansion ini. Namun, jika ada yang mengganggu nya, maka tidak akan ada yang bisa menolong si pengganggu itu.
Samuel menghampiri sang mommy yang berada di ruang tamu. Di sana, terlihat dua orang berbeda gender yang dengan santainya duduk.
Samuel masih bisa menyembunyikan amarahnya. Namun, wajah datarnya itu membuat aura suramnya semakin pekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Actionfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
