Vote dong biar aku seneng
.
Typo tolong tandai
.
.
.
.
Arthur terdiam saat mendengar pertanyaan yang sudah jelas jawabannya dari sang adik.
"Kami sahabat, memangnya kenapa?" Tanya Arthur bingung.
Samuel menatap datar kearah sang kakak. Mengapa pria ini tidak merasa bahwa persahabatan mereka terlalu ambigu untuk di sebut sebagai persahabatan saja? Dasar.
"Kakak tahu, banyak yang salah faham dengan persahabatan kalian." Ucap Samuel.
Arthur hanya bisa tersenyum mendengar penuturan sang adik. "emm, bagaimana ya."
Wahh, hal ini sudah membuat Samuel jengah. Sekarang ia tahu mengapa mereka berdua sangat cocok menjadi sahabat.
"Kalian berdua ini, sangat suka skinship kan? Itulah yang membuat banyak orang berpikir kalian memiliki hubungan lebih." Yah, setidaknya Samuel sudah menyampaikan kekhawatiran yang dialami keluarga nya.
"Haah, sebenarnya hal lebih itu, cukup untuk membuat kakak bahagia." Samuel melihat tatapan sang kakak yang mulai menyendu.
"Rain itu tidak suka jika kakak memanjakannya, apalagi diri mu." Ucapan Arthur membuat Samuel mengangguk.
"Kakak sangat suka memeluk keluarga. Dulu saat masih kecil kakak suka memeluk mommy, sekarang sudah tidak bisa."
'Ya, itu terlihat tidak pantas.' Batin Samuel.
"Lalu setelah memasuki dunia perkuliahan, kakak bertemu dengan Lino. Dulu itu Lino cupu, kau tahu dia juga sangat pintar. Namun, dia sudah yatim piatu saat itu."
"Langsung ke intinya saja." Samuel tidak ingin mendengar semua perjalanan itu. Ia hanya ingin tahu tentang hubungan mereka.
Arthur terkekeh mendengar ucapan sang adik. "Kau ini." Ucap Arthur.
"Setelah beberapa tahun berteman. Akhirnya Lino bekerja sebagai sekretaris kakak. Namun, belum ada satu tahun bekerja, dia mengalami kecelakaan karena menggantikan kakak untuk menghadiri sebuah rapat." Tatapan Arthur yang kian menyendu, membuat Samuel semakin tertarik dengan cerita ini.
"Kecelakaan itu, membuat Lino menjadi seperti ini, dia selalu saja berkata kepalanya sakit. Hal itu, yang membuat kakak lama berada di Canada. Kakak tidak ingin senyuman manis yang selalu Lino pancarkan, hilang seperti saat ini."
Yah, cerita yang menarik. Sahabatnya berubah karena sahabat Samuel yang mengisi raga itu. Mungkin hal itu juga yang membuat Arthur begitu posesif terhadap Lino.
"Tapi kakak suka Lino yang sekarang, dia semakin mudah di peluk. Dia terlihat seperti bayi." Ucap Arthur dengan senyuman tampannya.
'yaa, bayi berusia hampir 40 tahun.' Batin Samuel mencibir Lino.
Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di perusahaan milik Arthur.
Samuel cukup takjub dengan desain bangunan nya. Terlihat sangat segar dan modern, karena begitu banyak pohon dan bunga.
Bagian dalam perusahaan juga sangat rapi dan bersih. Tidak ada karyawan wanita yang menggunakan pakaian kurang bahan, semuanya berpakaian layaknya seorang pekerja kantoran.
Mereka berdua menuju ke ruangan Arthur dengan menggunakan lift. Tidak ada perbincangan diantara mereka, keheningan selalu menyelimuti saat mereka berada di lift.
Hingga akhirnya mereka sampai di lantai tempat ruangan Arthur berada. Terlihat Lino yang sepertinya sedang tidur?
Dan apa-apaan posisi tidurnya itu? Bagaimana dia tidur dengan duduk? Bukankah itu menyakitkan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Aksifollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
