33. Siapa pelakunya?

8K 732 62
                                        

Vote dong biar aku seneng
.

Typo tolong tandai

.
.
.
.

Arthur pulang menuju mansion dengan taxi. Entah mengapa setelah meminta Lino untuk menjemput sang adik, beberapa saat kemudian dirinya merasakan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi.

Maka dari itu, saat ini dirinya berada di depan gerbang mansion untuk memastikan bahwa Lino dan Samuel telah sampai.

Arthur memanggil satpam yang sedang duduk di pos jaga. "Pak, tolong buka gerbangnya."

Sang satpam yang mendengar suara majikannya dengan segera membukakan gerbang. Walaupun ada pertanyaan saat melihat tuan muda pertamanya itu pulang tanpa membawa mobil.

"Terima kasih, pak." Setelah mengucapkan terima kasih pada satpam, Arthur langsung berlari memasuki kawasan mansion.

Di halaman, tidak terlihat mobilnya sama sekali. Tidak mungkin mobil itu berada di dalam garasi, karena Lino tidak akan melakukannya.

"Aku semakin khawatir." Segera Arthur memasuki mansion, dan memanggil nama Lino seta Samuel.

Arthur terus memanggil Samuel. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari remaja pemilik indra yang tajam itu.

"El! Astaga!" Frustasi sudah Arthur. Entah mengapa disaat seperti ini. Mansion terlihat kosong. Kemana semua orang? Bahkan maid pun tidak ada.

"ASTAGA! KEMANA KALIAN SEMUA ,BAJINGAN!!!!"

BRAK!!!!

"Ada apa?!"

Pintu di dobrak, terlihat Rex yang memasang posisi siap menyerang dengan dua buah revolver di tangannya.

Melihat Arthur yang seperti sedang murka, tanpa tahu apapun Rex menghampirinya. "Ada apa tuan muda? Apakah ada penyusup?" Tanya Rex waspada.

"Rex, apakah kau baru saja kembali?" Walaupun amarahnya masih meluap-luap. Arthur tetap bertanya dengan sopan pada Rex.

Rex mengangguk. "Ya tuan muda, saya baru saja kembali dari bengkel." Jawab Rex.

"Ikut aku!" Arthur membawa Rex menuju lantai dua, dimana kamarnya dan kamar Samuel berada. Sampai di lantai dua, Arthur langsung membuka kamar si bungsu. Namun nihil, Samuel tidak terlihat sama sekali.

Lalu setelahnya ia menuju kamarnya, berharap Lino membawa sang adik ke sana. Namun namun hasilnya tetap sama, tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka di sana.

Arthur memijat pelipisnya, sungguh dirinya sangat khawatir saat ini. Hingga pandangannya tertuju pada revolver yang dipegang oleh Rex. Tanpa banyak bicara Arthur langsung merebut kedua revolver itu.

Dan......

DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!

Seluruh penjuru mansion menjadi berisik karena ulah Arthur yang menembak ke sembarang arah. Rex tidak bisa melakukan apapun, dia takut jika ia mendekat, Arthur akan menembak 'nya.

"Tuan muda! Tenang!"

Namun, hal itu tidak bisa menghentikan aksi gila yang dilakukan oleh sulung Weiner itu.

Rex pasrah, sungguh. Di saat seperti ini, dia akan mengikuti prinsip dari Samuel. "Jika aku mati, ya sudahlah."

Suara tembakan itu, terdengar sampai kamar Gilbert dan Monica yang kedap suara. Semua orang yang tengah istirahat dibuat panik oleh suara tembakan itu.

Bahkan Rain keluar dari kamarnya dengan sebuah tongkat baseball di tangannya. Karena pemuda itu sempat berpikir, ada penyusup di mansion.

Dan ternyata, setelah melihat siapa pelakunya. Gilbert, Monica dan Rain semakin dibuat panik. Sulung mereka tengah mengamuk.

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang