Mengorbankan hidupku demi kebahagiaan keluarga ku, aku sungguh sangat rela.
_samuel Morgan_
~oo0oo~
Setelah pemeriksaan terhadap jantung dan ginjal nya kemarin. Kini Samuel tengah berbaring di atas brankar di sebelah brankar sang kakak dan adik.
"Samuel." Panggil dokter Gara yang menatap Samuel sendu.
"Selamat tinggal." Kata perpisahan di ucapkan dari Samuel.
"Selamat tinggal." Ucap Gara lirih.
"Aku datang Tuhan." Mata Samuel tertutup saat dokter Gara menyuntikkan cairan ke padanya.
Operasi pun berjalan, para dokter di ruang operasi itu menahan tangis mereka. Saat melihat dokter bedah yang mereka banggakan, mengorbankan nyawanya untuk saudara kandungnya. Sungguh tragis, namun itulah yang diinginkan oleh dokter muda itu.
Selama 7 jam lamanya operasi berjalan. Seluruh keluarga Morgan berada di depan ruang operasi, menunggu sulung dan bungsu mereka. Tanpa mereka tahu satu anak lagi tengah mengorbankan nyawanya demi kelangsungan hidup kedua saudaranya.
Lampu ruang operasi telah berubah, dokter Gara keluar dari ruang operasi dengan air mata di pipinya. Namun, ia mencoba untuk profesional di hadapan keluarga pasien.
"Bagaimana dengan operasinya dokter?" Tanya Esmeralda ibu dari Samuel dan kedua saudaranya.
"Operasi berjalan dengan lancar, kedua anak anda akan kami pindahkan ke ruang rawat." Jawab Gara datar.
"Lalu bagaimana dengan orang yang mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk anak-anak kami? Kami harus berterimakasih kepada keluarganya."
Dokter Gara terkekeh geli, ia merasa bahwa kedua orang tua ini memang tidak memperdulikan Samuel yang notabene nya adalah anak tengah mereka.
"Untuk apa? Kalian lah orang tua dari pendonor itu." Ucap gara memandang remeh mereka.
"Maksudnya?"
Belum sempat dokter Gara menjawab, beberapa suster mendorong sebuah brankar dari dalam ruang operasi. Brankar didorong dengan tangisan dari para suster dan dokter yang keluar dari ruangan. Di atas brankar itu terdapat tubuh seseorang yang ditutupi oleh kain putih.
"Tunggu!"
Entah dorongan dari mana Esmeralda menghentikan brankar itu. Dengan perlahan ia membuka kain putih yang menutupi wajah orang yang terbaring itu.
"Sam- Samuel." Tuan dan nyonya Morgan terkejut saat tau siapa pendonor itu.
Mereka tidak menyangka Samuel akan melakukan hal ini. Mereka hanya terdiam saat Samuel dibawa para suster untuk di makamkan.
"Mengapa begini?" Suara lirih dari Jhonny pertama kali untuk sang putra tengahnya.
"Dokter Samuel menitipkan ini untuk kalian." Setelah memberikan surat itu Gara pergi menyusul para suster yang membawa Samuel.
Tanpa disadari air mata mereka turun saat membuka surat itu. Mereka membaca isi surat itu dengan tangisan yang pilu.
Dari Samuel untuk mama dan papa.
Kalau mama dan papa sudah membaca surat ini, berarti kak Anna dan Fasha udah mendapatkan donor jantung dan ginjal untuk mereka. Samuel loh yang donorin, kalian pasti bangga kan sama Samuel.
Nah karena Sam udah tepati janji Samuel, sekarang mama dan papa yang harus tepati janji. Mah, pah, tolong hadiri pemakaman Samuel ya. Samuel ingin mama dan papa perhatian juga sama Samuel. Samuel juga mau seperti kakak dan adik yang dipeluk oleh mama dan papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Acciónfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
