37. Sedikit petunjuk

7.1K 589 20
                                        

Typo tolong tandai
.
.
.
Vote dong biar aku seneng
.
.

.


Setelah situasi yang mengharukan. Kini Arthur kembali duduk di sebelah Lino. Pria itu memeluk pinggang ramping Lino, dan mencium aroma tubuh Lino yang menurutnya menenangkan.

"Oke, sekarang kami akan bertanya pada Rain." Entah mengapa ucapan sang Daddy membuat Rain menjadi gugup.

"Y-ya, dad?" Tanya Rain dengan nada gugup.

"Siapa yang kau temui seminggu belakangan ini?" Pertanyaan dari sang Daddy, mampu menarik perhatian semua orang.

Bahkan Monica tidak mengetahui akan hal itu. Dia sekarang merasa khawatir. Apakah orang yang ditemui oleh Rain adalah orang baik? Atau sebaliknya?

Rain menjadi semakin gugup, saat Arthur pun membuat postur tubuh seakan-akan meminta penjelasan dari nya.

"Bukan seseorang yang penting." Ucap Rain mengelak.

"Rain." Sang mommy seperti memaksanya untuk memberi jawaban.

Oke, sekarang Rain mulai jengah dengan mereka. Bahkan Samuel dan Arthur tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.

Dengan nada yang masih bisa ditahan Rain mengatakan. "Itu bukan hal yang penting. Biarkan ini menjadi urusan ku sendiri."

"Sudahlah, Rain sudah besar. Dia pasti tahu apa yang dia lakukan." Arthur akan membela Rain. Dia tidak ingin sang adik merasa terkekang oleh pertanyaan dari orang tua mereka.

Gilbert dan Monica merasa tidak puas dengan jawaban Rain. Namun, Arthur membela sang adik dengan tenang. Dan ya, mereka hanya bisa pasrah.

Setelah perbincangan yang sedikit membosankan bagi Samuel. Kini remaja itu tengah berada di kamarnya. Ia menunggu sang kakak yang akan mengunjungi kamar indahnya itu.

Cklek!

Suara pintu terdengar. Terlihat Rain yang tiba dengan sebuah laptop di tangannya.

"Kakak datang~" Pemuda itu menyambut kedatangannya sendiri.

"Hm."  Rain mendengus mendengar jawaban sang adik yang singkat.

"Sakit sekali hati kakak." Ucapnya dramatis.

Samuel diam saja dengan drama yang dibuat oleh sang kakak. Dia sudah terbiasa.

"Duduk di sini." Samuel menepuk kasur nya. Ia mengisyaratkan agar Rain duduk di sebelahnya.

Ia mengambil sebuah flashdisk yang sengaja ia simpan di bawah tumpukan boneka nya. Flashdisk itu ia pasang pada laptop yang di bawa oleh Rain.

Data beberapa orang tertera di sana. Tidak lupa dengan beberapa hal yang seharusnya tidak bisa dicari.

Rain tentu terkejut dengan informasi yang baru saja ia dapat dari sang adik. Bagaimana Samuel bisa mendapatkan hal semacam ini, tanpa dicurigai oleh siapapun.

"Adik. Ini?"

"Ya, diantara mereka yang membuat kekasih mu tiada." Ucap Samuel.

Amarah yang meluap-luap terlihat dari tubuh Rain yang bergetar. Samuel yakin Rain juga mencurigakan orang-orang itu. Namun, pemuda itu belum mendapatkan informasi yang jelas.

"Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi ini, adik?" Tanya Rain curiga.

"Kebetulan." Samuel menjawab pertanyaan sang kakak dengan santai. Seakan ia memang secara kebetulan menemukan hal itu.

Namun, Rain masih memasang raut wajah tak percaya. Bagaimana bisa seorang remaja seperti Samuel, dengan kebetulan mendapatkan informasi yang sangat berbahaya ini?

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang