32. Banyak hal mencurigakan

8.5K 713 16
                                        

Vote dong biar aku seneng
.
.
Typo tolong tandai
.
.

Pagi yang cerah, namun tidak untuk Samuel yang masih sibuk dengan laptopnya. Sedari pukul 05.00 tadi, remaja itu sedang mencari informasi tentang data diri seseorang. Namun, hasilnya berulang kali sama, tidak ada.

"Mengapa tidak ada?" Monolog Samuel curiga.

"Tidak ada sama sekali, apakah datanya di private? Atau.... Hwang Zitou memang tidak ada?"

Orang yang dicurigai Samuel saat ini adalah Hwang Zitou, pria yang berstatus sebagai kekasih dari sepupunya.

Sebenarnya Samuel hanya iseng saja ingin mengetahui tentang pria albino itu. Namun saat mencari informasi data diri, Samuel tidak menemukan apapun. Bahkan tempat tanggal lahir tidak tertera sama sekali.

Mungkin jika itu adalah sebuah artikel, Samuel masih bisa mencarinya. Namun kali ini, sudah 15 negara Samuel retas data penduduknya, akan tetapi tidak ada yang namanya Hwang Zitou.

"Bahkan di 3 negara Asia sudah ku cari, namun mengapa tidak ada?" Sudahlah Samuel sangat frustasi saat ini. Jika pria itu bertindak mencurigakan, maka Samuel akan bertindak juga.

Waktu menunjukkan pukul 07.00. butuh waktu 2 jam bagi Samuel untuk meretas data penduduk di 15 negara. Dan pukul 08.00 nanti, dia sudah harus berada di sekolah.

Setelah memakan waktu yang tidak terlalu lama, Samuel akhirnya siap dengan seragam sekolahnya. Remaja itu memasuki lift dan menuju ke ruang makan.

"Pagi semua." Sapaan pagi hari dari Samuel dijawab demikian oleh keluarganya.

"Pagi juga untuk mu." Ucap Gilbert selaku kepala keluarga di rumah itu.

Semua sudah berkumpul, ah tidak semua Arthur dan Lino belum turun. Dmana dua pemuda itu? Apakah masih tidur?

Melihat wajah penuh pertanyaan dari semua orang, Gilbert segera berucap. "Hari ini Arthur tidak pergi ke kantor, dia pasti memilih istirahat."

Mereka mengangguk mengerti, dengan tenaga mereka memulai sarapan. Hingga suara lift dan langkah kaki yang terdengar santai membuat perhatian mereka mengarah pada asal suara itu.

"Pagi semua." Ah ternyata itu adalah Arthur. Lalu dimana Lino?

Arthur tidak ikut duduk di meja makan bersama mereka. Dan hal itu juga membuat mereka bingung, ada apa dengan si sulung?

Lalu Arthur kembali dengan sebuah nampan dan dua piring kosong. Ah, jangan lupakan dua gelas berisi air. Pemuda itu mengambil sarapan yang tersaji di meja.

"Ingin kau bawa kemana sarapan itu, boy?" Tanya sang Daddy.

"Aku akan sarapan di kamar." Jawab Arthur.

Mendengar jawaban tak biasa dari putra sulungnya,   membuat Gilbert menjadi penasaran. "Tidak biasanya kau sarapan di kamar, ada apa?" Tanya Gilbert.

Mendengar pertanyaan sang Daddy, dengan santai Arthur menjawab. "Ah, Lino tidak bisa berjalan, pinggang nya sakit."

"Uhuk!" Suara batuk dari Rain dan juga Louisa membuat semua orang menatap bingung kearah mereka.

"Kalian bermain sampai jam berapa?" Tanya Samuel. Karena malam tadi Samuel keluar dari kamar Arthur sekitar pukul, 22.45 malam. Sudah dipastikan mereka bermain game sampai pagi hari.

"Em, kalau tidak salah pukul 03.12 dini hari kami selesai bermain." Jawaban dari Arthur membuat Samuel menghela nafas lelah.

"Kalau begitu aku permisi." Hanya Samuel yang menjawab sang kakak. Sisanya, mereka terdiam kaku saat mendengar bahwa Samuel tahu apa yang dilakukan oleh Arthur dan juga Lino.

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang