43. Penyerangan yang gegabah.

5.9K 494 10
                                        

Typo tolong tandai
.
.
Vote dong biar aku seneng.
.
..
..
.



Suasana riuh terdengar dari komplek sekolah elit yang telah menyelesaikan proses belajar mengajar. Begitu banyak siswa yang ingin cepat-cepat pulang dan istirahat, namun tak sedikit juga siswa yang tetap menjalankan eskul di sekolah.

Berbeda pula dengan Samuel, remaja itu melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu menunggu kelasnya sepi.

Setelah dirasa cukup sepi, Samuel mulai meninggalkan kelasnya itu. Di koridor sekolah Samuel sedikit perhatian sekitar sebagai pengisi waktu.

Hingga akhirnya, remaja itu telas sampai di gerbang sekolah. Dia melihat mobil sang mommy terparkir apik di hadapannya.

Namun, mengapa yang keluar dari mobil bukan sang mommy? Melainkan sang supir yang mengantar mereka pagi tadi.

"Anda sendirian, paman?" Tanya Samuel formal.

"Ah, jangan formal terhadap saya tuan muda. Dan untuk pertanyaan anda, nyonya meminta saya untuk menjemput anda karena ia sedang kedatangan tamu penting." Ucap sang supir.

Samuel mengangguk sebagai tanggapan. "Kita langsung pulang saja ya." Ucapnya.

Akhirnya samuel meninggalkan area sekolah dengan supir sang mommy yang menjemputnya.

Namun, saat diperjalanan, entah mengapa dirinya ingin pergi ke suatu tempat.

"Paman, bisakah kita pergi ke danau yang ada di jalan Apple, saya sangat ingin ke sana." Sang supir mengangguk.

Kini mobil mereka mengambil jalan menuju danau yang dikatakan oleh Samuel.

Awalnya perjalanan mereka terasa menyenangkan. Namun, sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan membuat sang supir curiga.

"Tuan muda, bukankah itu mobil tuan Arthur?" Sontak ucapan sang supir membuat Samuel seketika mencari keberadaan mobilnya.

Dan benar saja, itu adalah mobil yang sering digunakan oleh sang kakak untuk pergi ke kantor.

Entah mengapa Samuel merasa keberadaan mobil Arthur itu, bukanlah sesuatu yang baik.

"Paman, kita harus memeriksanya. Entah mengapa aku merasakan sesuatu yang tidak baik." Sang supir menuruti permintaan Samuel.

Akhirnya mobil mereka berada di belakang mobil Arthur.

Dengan terburu-buru, Samuel turun dari mobil dan pergi untuk menemukan keberadaan sang kakak. Samuel juga bisa memastikan bahwa Lino pun ada di tempat ini.

Tanpa banyak bicara, Samuel langsung menelusuri daerah danau. Hingga akhirnya, mereka menemukan kaca mata yang selalu di gunakan oleh Lino.

Yah, spekulasi buruk langsung muncul di otak dua orang berbeda usia itu.

"Paman, aku merasa mereka tidak baik-baik saja." Ucap Samuel.

"Saya juga merasa demikian, tuan muda." Sang supir menjawab.

Mereka melihat kearah semak yang sudah terlihat rusak. Entah bagaimana mereka merasa bahwa Lino dan Arthur berada di balik semak itu.

Suasana berubah menjadi serius. Samuel mengeluarkan sebuah belati yang selalu dibawanya, dan yang lebih mengejutkan lagi, Sang supir mengeluarkan senjata api dari balik jas formalnya itu.

Sungguh, hal itu membuat Samuel menjadi bingung.  'bagaimana bisa seorang supir mendapatkan senjata api? Sungguh aneh.'

Entah mengapa Samuel merasa bodoh saat ini. Dan dia juga merasa bahwa supir ini bukanlah pekerja dari sang Daddy.

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang