Vote dong biar aku seneng
.
Typo tolong tandai
.
~o0o~
Malam ini, di kamar Arthur, sang pemilik kamar sedang di interogasi oleh keluarganya, tentu saja Samuel tidak ingin ikut campur dalam urusan orang dewasa. Menurutnya hal itu sangatlah merepotkan.
"Jadi dia adalah sekretaris yang kecelakaan saat itu?" Tanya Gilbert dengan nada yang terdengar tenang.
Arthur secara spontan mengangguk, dan Lino yang bersikap biasa saja. Toh, mereka hanya menanyakan perihal identitas saja.
"Lalu, mengapa dia bisa berada di kamar mu? Dan ada apa dengan infus itu?" Dua pertanyaan langsung terucap dari Monica yang entah mengapa merasa khawatir.
"Siang tadi dia sempat kejang-kejang. Itu sebabnya aku memanggil dokter dan memasangkan infus untuknya." Jawaban dari Arthur membuat semua orang menatap kearah Lino yang menikmati kue suapan Samuel.
Mereka melihat kearah infus yang masih setia menyalurkan cairan ke dalam tubuh Lino. Dan juga mereka sedari tadi memperhatikan Samuel yang sangat dekat dengan pemuda itu.
Romeo menatap intens kearah Lino, entah mengapa ia merasa aura pemuda itu terasa dominan. "Siapa namamu anak muda?" Tanya Romeo.
Dengan sopan Lino memperkenalkan diri. "Perkenalkan saya Lino Raymond, saya adalah sekretaris pak Arthur."
Lino tidak memberitahu bahwa dia adalah sahabat Arthur. Karena menurutnya hubungan seperti itu tidak perlu di umbar, mereka akan tahu dengan sendirinya.
"Baiklah mari kita makan malam." Instruksi dari Monica membuat mereka langsung menuju ruang makan.
"Apakah kau bisa berjalan?" Suara lembut dari Arthur, membuat mereka yang sudah berada di ambang pintu menghentikan langkah mereka.
"Sepertinya tidak, aku masih merasa lemas." Jawab Lino.
"Gendong saja." Ucap Samuel datar.
Ayolah, Samuel merasa lapar, apakah tidak ada yang bisa mengerti? Mengapa semua orang malah tertarik dengan pembicaraan dua makhluk itu?
Karena usulan Samuel, dengan hati-hati Arthur menggendong Lino di punggungnya.
Makan malam berlangsung dengan tenang, hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar. Hingga akhirnya mereka selesai dengan acara makan malam mereka.
Sekarang ini Samuel sangat senang karena ia bisa menguasai TV dengan acara favoritnya, TAYO.
Tidak ada yang bisa menggantikan siaran tv itu, karena mereka yang sibuk dengan ekspresi menggemaskan dari Samuel dan Lio.
Lino melihat segala pergerakan Samuel, dari remaja itu yang mulai meminum teh hangat nya, lalu kembali fokus pada kartun. Ini bukan pertama kalinya bagi Lino melihat hal yang begitu di sukai oleh Samuel.
Lino memperhatikan Samuel dengan tatapan lembutnya. 'Kebiasaan ini masih menempel padanya ternyata.' batin Lino.
Walaupun demikian, Lino tetap merasa Samuel jauh berbeda dari yang dulu. Lino merasa saat di kehidupan kedua ini, Samuel terlihat seperti raga tanpa jiwa.
Apa yang terjadi pada sahabatnya itu? Mengapa kondisinya semakin buruk? Apakah sifat gila dari Samuel masih ada? Atau semakin gila? Entahlah, Lino harus bertanya langsung pada sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Acciónfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
