Vote dong biar aku seneng
.
Typo tolong tandai
.
~o0o~
Seindah apapun kita merencanakan masa depan. Tetaplah sisakan ruang ikhlas bahwa hari esok tak sesuai kehendak kita.
_Arthur_
___o0o___
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Gilbert dan Samuel, sampai di mansion.
Baru saja turun dari mobil, mereka sudah di sambut dengan senyuman yang indah dari matahari keluarga. Siapa lagi kalau bukan Rain.
Entah ada hal bagus apa yang dialami oleh pemuda itu. Namun, kelihatannya dia sangat senang.
"Waah, kalian sudah pulang!" Seru Rain dengan senyuman yang tidak pernah luntur..
Pemuda itu merangkul Samuel dengan lembut, menuju ruang tengah. Terlihat di sana sudah ada Monica dan juga, Arthur? Kapan pemuda itu kembali?
"Ayo, Daddy dan Samuel duduk juga ya." Ucap ceria Rain.
Sebenarnya apa yang terjadi pada pemuda itu? Mengapa dia sangat berenergi hari ini. Padahal sepertinya dia baru saja pulang sekolah.
"Ada apa Rain? Kita harus makan siang." Ucap sang mommy.
"Iss, mommy~, Rain ingin menyampaikan berita paling membahagiakan." Ucap Rain dengan wajah cemberutnya.
Arthur dan Gilbert hanya bisa terkekeh kecil melihat tingkah pemuda itu. Bagaimana bisa dia terlihat kekanak-kanakan seperti ini?
"Berita membahagiakan apa?" Tanya Samuel, yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
Rain yang semulanya cemberut, kini kembali memasang senyuman manis di wajahnya.
"Hari ini adalah hari terakhir kakak ujian, dan tiga hari lagi pembagian raport."
"Langsung ke intinya saja Rain." Arthur sedikit jengah karena adiknya ini. Mengapa selalu saja berbicara panjang lebar? Apakah dia tidak lelah?
Rain mendelik kesal menatap sang kakak sulung. Bisakah untuk tidak memotong saat ia bicara? Dasar.
"Dan saat hari itu tolong kosongkan jadwal kalian ya, hari itu adalah hari ulang tahun kekasih ku." Pinta Rain dengan raut wajah melasnya.
Gilbert, Arthur dan Monica mengangguk serentak. "Oo, hari ulang tahun kekasih mu."
Saat itu juga Arthur tersadar. "Tunggu, apa?! Kekasih?!"
"Sejak kapan?" Tanya sang Daddy.
"Apakah dia baik? Cantik? Berapa lama kalian saling kenal? Mengapa tidak memberitahu kami?"
Pertanyaan bertubi-tubi dari sang mommy membuat Rain mengelus dada sabar. Mengapa mereka terkejut seperti itu?
"Tolong tenang, biar aku jawab satu-satu, oke." Ucapan rain membuat mereka semua seketika fokus padanya. Bahkan Samuel pun menatap tajam kearahnya.
"Aku mengenalnya dari kelas 1 SMP, lalu kami berpacaran sejak satu tahun yang lalu." Ucapan Rain terjeda. Ia menatap kearah sang mommy.
Rain tersenyum simpul kearah sang mommy. "Dia gadis yang baik mom, dia juga sangat cantik. Namun, dia tidak sempurna."
Seluruh keluarga tersenyum tipis saat mendengar ucapan Rain. Tentunya terkecuali untuk Samuel, remaja itu belum bisa mengekspresikan diri.
"Rain." Panggil sang Daddy.
"Kami tidak mempermasalahkan dia sempurna atau tidak. Kekasihmu itu juga manusia kan? Tidak ada manusia yang sempurna." Ucap sang Daddy dengan lembut.
Rain sangat lega dengan jawaban dari sang Daddy. Dia berpikir keluarganya tidak akan mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Açãofollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
