31. Awalnya curiga

9.2K 685 20
                                        

Typo tolong tandai
.
Vote dong biar aku seneng


Makan malam selesai, mereka sedikit berbincang tentang hal-hal yang random. Contohnya saja, bagaimana jeruk bisa memiliki begitu banyak jenis?

"Menurutku, awalnya jeruk itu hanya ada satu." Ucap Rain.

"Lalu bagaimana jeruk nipis itu ada?" Pertanyaan dari Zitou membuat semua orang kembali berpikir.

"Itu karena adanya variasi genetik, adaptasi terhadap lingkungan, dan seleksi buatan oleh manusia selama berabad-abad." Ucapan Samuel membuat semua orang mengangguk secara bersamaan.

"Bukankah mutasi genetik spontan pada pohon jeruk juga bisa menghasilkan varietas baru? Misalnya, jeruk tanpa biji sering kali berasal dari mutasi alami yang kemudian diperbanyak secara vegetatif." Informasi tambahan dari Lino membuat mereka semakin mengerti dengan silsilah jeruk ini.

"Jadi, banyaknya jenis jeruk itu karena  hasil dari kombinasi proses alami dan campur tangan manusia yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Begitu?" Sambung Arthur. Dia memberikan kesimpulan dari apa yang di ucapkan oleh Samuel dan Lino.

Waktu berjalan, sudah agak larut dan Zitou pamit  untuk pulang.

"Kenapa kamu tidak menginap saja?" Tanya Monica yang tidak ingin menantu nya ini pulang.

Zitou tersenyum. "Maaf mom, tidak akan pantas jika aku menginap di rumah kekasih ku." Ucapnya.

"Kau sangat beruntung Louisa, kekasih mu ini sangatlah berpendirian." Pujian dari Gilbert membuat Louisa dan Zitou tersenyum malu.

"Kalau begitu aku permisi." Pamit Zitou.

Louisa mengantarkan sang kekasih sampai halaman mansion. Meninggalkan mereka yang menatap hangat kedekatan sepasang kekasih itu.

Namun, tidak dengan Samuel. Dia merasa bahwa Zitou selalu menjauhi dirinya juga Rain. Hanya saja Rain itu terlalu positif thinking, jadi pemuda itu tidak terlalu memperhatikan.

'Aku harus menyelidiki pria itu.' batin Samuel.

"Ayah, Lio mengantuk." Suara lesu itu membuat Romeo gemas. Bungsunya ternyata sudah mengantuk.

"Baiklah, ayo kita tidur." 

Setelah Romeo membawa Lio untuk tidur, kini hanya tersisa Gilbert beserta anak istrinya. Mereka kembali menuju ruang tengah, namun mereka hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun.

Samuel berdiri, "Aku ingin tidur." Pamitnya.

"Hm, selamat malam." Ucap sang Daddy dan mommy.

Lino dan Arthur menatap bingung kearah Samuel. Hari ini remaja itu seperti menghindari mereka, entah kesalahan apa yang mereka perbuat sehingga remaja itu tidak ingin berbicara dengan mereka.

"Kami ada urusan, selamat malam." Tanpa menunggu jawaban dari keluarga nya, Arthur langsung menarik Lino menuju lantai atas.

Kini mereka berada di dalam lift. Hanya ada keheningan diantara mereka, sampai Lino membuka suara. "Hei, apakah kau juga merasakannya?" Tanya Lino.

"Hm, dia menghindari kita." Ucap Arthur dengan lirih.

"Apakah kita melakukan kesalahan padanya?" Tanya Arthur.

"Mungkin saja." Jawab Lino.

Ting!

Mereka akhirnya keluar dari lift, baru saja ingin menuju kearah kamar Samuel, mereka melihat remaja itu tengah terduduk di depan pintu kamarnya.

"Ada apa dengannya?" Tanya Arthur khawatir.

Tanpa banyak bicara, mereka menghampiri Samuel dengan tatapan khawatir. Entah apa yang terjadi, namun Samuel terlihat sangat menghawatirkan. Tatapan kosongnya kembali terpancar, padahal baru beberapa menit yang lalu ia terlihat berbinar.

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang