Vote dong biar aku seneng
.
.
.
Typo tolong tandai
.
.
..
..
..
Pada tengah malam, di sebuah ruangan di gedung rumah sakit, seorang pemuda tengah gelisah di atas tempat tidurnya. Entah mengapa Lino tidak bisa tenang. Ia sudah akan tertidur, namun hatinya menolak akan hal itu.
"Sebaiknya aku tidur." Ucapnya menghipnotis diri sendiri. Namun, itu tidak berhasil juga.
Cklek!
Pintu itu terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang sangat ia kenal. Dan, dia sendirian?
Lino menatap heran kedatangannya tengah malam ini. "Ada apa?" Tanyanya.
Arthur tersenyum, "Entahlah, aku hanya ingin menemui mu." Jawabannya.
Lino mempersilahkan Arthur untuk tidur di sebelahnya. Bersyukur keluarga Weiner meminta kaman VIP, kalau tidak, mungkin Arthur akan tertidur di lantai saja.
Melihat Lino yang masih belum bisa tidur. Arthur dengan lembut mengelus perut Lino tanpa menyentuh lukanya.
Perlakuan Arthur membuat Lino hampir saja tertidur, namun suara dobrakan pintu membuatnya terkejut dan rasa kantuknya hilang seketika. Astaga apa lagi ini?
"Kakak!" Teriakan dari pemuda yang masih menggunakan piyama itu, membuat Arthur hanya bisa terdiam heran.
"Rain? Mengapa kau datang di tengah malam begini?" Tanya Arthur. Sungguh, adiknya yang satu ini selalu datang tiba-tiba.
Tapi, mengapa wajah pemuda itu terlihat panik? Apa yang terjadi?
"Kakak! Samuel tidak ada di rumah!" Ucap Rain to the poin.
Arthur dan Lino terkejut. Bagaimana bisa? Bukankah Daddy mengatakan bahwa Samuel pulang ke mansion untuk istirahat?
"Apa kau sudah mencari di kamar Daddy dan mommy?" Tanya Arthur, si sulung mencoba untuk tetap berpikir positif.
Namun, jawaban Rain membuatnya kembali panik. "Sudah kak! Bahkan seluruh mansion sudah ku kelilingi, dia tidak ada!" Rain berucap dengan frustasi.
"Dan aku menemukan ini di kamarnya." Ia menunjukkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat di sana.
"Alamat ini terasa asing." Ucap Arthur.
Lino mengambil paksa kertas itu, ia membaca alamat yang berada di kertas itu. "Ini....."
Alamat itu, alamat yang selama ini ia dan Samuel cari. Rencana mereka di awali dari alamat ini. Dan itu artinya....
"Samuel dalam bahaya, fir!" Lino terlihat frustasi. Ini tidak bisa di duga.
Entah mengapa? Akan tetapi, perkataan Lino barusan tiba-tiba saja membuat perasaan Arthur dan Rain semakin kacau.
"Dimana Daddy dan mommy?" Tanya Rain. Di saat seperti ini mengapa kedua orang tua mereka tidak ada di tempat? Apakah mereka terlalu sibuk memadu kasih malam ini? Astaga, mengapa harus di saat situasi genting seperti ini?
Lino panik, sangat panik. Pikirannya kacau karena remaja itu, entah apa yang ada di otak Samuel sampai-sampai remaja itu nekat pergi sendiri ke kandang musuh. Gila! Ini sangat gila!
"Hubungi orang tua kalian!" Nada itu, adalah nada perintah.
Rain berusaha untuk menghubungi sang Daddy, namun panggilan pertama di abaikan. Dia terus mencoba menghubungi sang Daddy, bahkan Lino sudah berusaha untuk mencabut infusnya karena tidak sabar jika hanya menunggu mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Actionfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
