39. Angkasa Star Blaine

6.3K 585 31
                                        

Typo tolong tandai
.

.
Vote ya, biar aku seneng
.
.
.

...

Mata tajam, namun terlihat berkaca-kaca itu, menatap Zitou dengan penuh kebencian.

"Apa tujuanmu, mendekati sepupuku. Angkasa Star Blaine!"

Zitou menenggang saat nama yang sudah ia sembunyikan lebih dari 12 tahun itu, diketahui oleh sepupu dari kekasihnya.

Zitou mencoba untuk tetap tenang. "Apa maksudmu?" Tanya Zitou pura-pura tidak mengerti.

Dengan geram Rain melemparkan map kepada Zitou. "Masih ingin mengelak, hm?"

Zitou membaca isi map itu. Di sana terdapat berkas data dirinya dan keluarganya. Di berkas itu juga terdapat foto 3 anak kecil. Dan salah satunya adalah dirinya.

"Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Zitou curiga.

"Ayah mu!" Rain berucap dengan geram.

"Zitou, tidak. Angkasa! Kau adalah dalang dibalik kematian kekasihku, bukan?!"

Akhirnya, setelah berbulan-bulan dia mencari tahu tentang kakak sulung dari Suhaila, sang kekasih. Dan saat ini dia melihat wajah yang membuatnya ingin meluapkan emosi.

"Kekasih?" Zitou, tidak. Angkasa bertanya-tanya, siapa kekasih Rain? Apakah?

"Kau? Kekasih Suhaila?" Keterdiaman Rain adalah sebuah jawaban bagi Angkasa.

Rain sangat marah. Dia saat ini penuh dengan dendam. Ingin sekali dirinya memukul pria yang sekarang berada di hadapannya.

Ting!

Namun lift sudah sampai di lantai atas. Pintu lift terbuka, dan terlihat Arthur, Lino dan Samuel yang menunggu mereka di depan pintu lift.

Akan tetapi, Rain kembali menutup pintu lift itu, dan membawanya turun. Kembali kelantai bawah.

"Astaga, RAIN!!!"

Rain tak mengindahkan teriakan sang kakak. Dia akan melakukan apa yang hatinya katakan.

"Kau juga yang membunuh paman indra. Benar?"

Zitou benar-benar terpojok. Dirinya tidak tahu-menahu tentang semua ini. Dan bagaimana Rain, yang notabene nya adalah seorang pemuda ceria nan baik hati. Menjadi seperti ini.

"Ya, aku yang membunuh ayahku!"

"Akan tetapi, bukan aku yang membunuh Suha! Aku tidak mungkin membunuh adik kesayangan ku!" Ucap Zitou.

Bugh!

Satu pukulan mengenai wajah pucat Zitou. Pukulan yang penuh dengan amarah, ia dapat merasakannya.

"Bagaimana bisa kau mengatakan, bahwa bukan kau yang membunuhnya?!"

Rain dengan tidak sopan nya menunjuk wajah Zitou.

"Kau! Kau yang meninggalkannya di sana! Kau meninggalkan kekasihku di neraka itu!"

Amarahnya membuncah, pria yang berada dihadapan ini, adalah penyebab sang kekasih tiada.

Berbeda dengan situasi panas di dalam lift. Kini, Arthur, Lino dan Samuel menatap malas pada tangga. Mereka baru saja menaiki tangga itu, dan sekarang harus menuruni nya lagi? Astaga!!!

"Tidak akan ku biarkan dia berbuat hal diluar rencana." Dengan penuh perhitungan, Lino meluncur di pembatas tangga.

"LINO!"

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang