"woy chris liat deh, ada levi cebol." Ucap aldo kepada christy, christy pun langsung menoleh kearah figur Levi yang ditunjukan oleh aldo, "anjir itu ga cebol ya!" Balas christy memutar bola matanya.
Sementara itu ada zean dan marsha yang sedang melihat lihat di area gacha, "kamu mau gacha yang mana meng?" Tanya zean sembari melihat lihat gacha. "Itu ituu, aku mau gacha blue lock." Tunjuk Marsha lalu zean pun menurutinya, "emang kamu mau dapet yang mana meng," Tanya zee sembari memasukan koinya, "aku mau dapet Nagi sheisiro!!!" Ucap marsha antusias memulai gacha nya.
Muthe yang sedari tadi mengekori dua sejoli itu juga ikut antusias melihat nya. saat bola gacha itu keluar, marsha langsung mengambil nya tak lupa ia berharap agar mendapatkan Nagi sheisiro yang di idam idamkan nya, "ayo sha bukaa" sorak muthe tak sabar. Marsha melihat kearah zean lalu zean tersenyum yang artinya dia boleh membuka nya.
Mata Marsha tertutup sedangkan tangan nya tetap melanjutkan aksi membuka nya, perlahan terbuka perlahan juga marsha membuka matanya. Saat bola itu terbuka sepenuhnya, mata Marsha juga terbuka sepenuhnya.
Mata marsha terbelalak ketika melihat figure Nagi sheisiro di dalam nya. Ia melompat lompat kesenangan lalu memeluk zean, "AKU DAPET NAGIII!!!!!" teriak Marsha. sementara itu muthe ikut bertepuk tangan melihat temannya sangat bahagia.
"MUTHEEE, ADA TOMATO KRES KRES!!" Panggil Kathrin kepada muthe yang sedang sibuk melihat zean dan marsha gacha, "manaa!?" Saut muthe menghampiri kathrin, "ihhh lucu bangett, tomato kres kress." Gemas muthe mengambil gantungan kunci berbentuk tomat.
Tak di sangka ternyata Gito sudah ada di belakang kathrine dan muthe sejak tadi, "iya lucu ya, kalian mau?" Tanya gitu membuat kedua gadis itu kaget. Muthe dan Kathrine melihat kebelakang mereka dengan mata yang melotot, "Kak Gito? Dari kapan disini?" Tanya muthe, "baru kok, kenapa kaget gitu mukanya?" Jawab Gito melontarkan pertanyaan lagi. Kathrine dan muthe menggelengkan kepalanya, "Engga apa apa kok kak Gito, hehe. Iya kita mau ini bolee?" Ujar Kathrin, "Ya boleh dong, kan pake duit kamu." Jawab Gito, seketika Kathrine dan muthe saling bertatap mata lalu menghembuskan nafasnya.
"Loh kenapa? Kan bener pake duit kalian kan?" Tanya Gito bingung, "iya kak, yaudah yu tin kita beli ini aja." Ajak muthe, Atin hanya mengikuti saja sembari menghela nafas
"Dasar ga peka, gapunya duit, tai kampret. Kerja mulu tapi ga dapet duit, dasar Gito." keluh kathrin.
Selang beberapa menit, mereka pun sampai di sebuah restaurant yang menyajikan makanan tradisional jepang, satu persatu orang duduk di tatami kalo kata orang Indonesia mah lesehan. Kathrin tampak sedang tak baik baik saja, seperti ada gumpalan emosi karena Gito, namun Gito malah tidak menyadari hal itu sama sekali. Zean yang peka terhadap kathrin pun bertanya "Kenapa? tumben banget lu gitu tin," tanya Zean, "Gini gimana? gue biasa aja tuh," jawab kathrin. "Ada yang kamu pikirin tin? kok badmood banget? nape siii, bahagia dongg kita kan lagi dijepang" sahut Marsha.
Betul juga, kapan lagi ia datang ke jepang bersama teman temannya, dan orang yang membuat hari nya tak bahagia itu. Jika bisa dibilang, Kathrin cukup ilfeel dengan sikap tidak peka nya Gito, dia ingin sekali berhenti menyukai Gito, namun tampak nya susah. Saat Gito sedang berbicara dengan fiony aja dia sudah merasa cemburu.
"Gue gapapa sha, cuma ngantuk aja. semalem nih diajak nobar drakor sama muthe, jadi gabisa tidur gue." jawab kathrin menyalahkan muthe, "Siapa suruh lu mau juga nonton drakor," balas muthe. "Ya lagian lu berdua di jepang nonton drakor, nonton tuh drajep," celetuk jessi. "drajep apaan jes?" tanya christy, "jamet, masa ga tau drajep sih, drajep tuh drama jepang." jawabnya, "Ish udah ah kalian ini ga di Indonesia, ga disana, disini, pun ribut teruss. tuh makanannya udah dateng." sambung gracia.
KAMU SEDANG MEMBACA
kos kosan 48
Roman pour Adolescentsmenceritakan tentang 2 kosan yang bersebelahan, antara kos putra dan kos putri.
