Siang mengirimkan panas dan hembusan angin yang tajam ke dalam Mazda Miata tanpa atap, membelai wajah-wajah serius Aldo, Oniel, Zean, Ellan dan Aran yang tengah berpatroli, mencari hewan untuk di-qurbankan.
"Do, coba ke tukang sapi atau kambing yang di deket rumah gua" ucap oniel kepada aldo yang duduk di kursi penemudi, Aldo pun menuruti perintah temannya itu.
Ketika Aldo dan Oniel sedang sibuk mencari tujuan, justru Aran, Ellan, dan Zean berdiri di mobil Aldo sembari membentangkan tangannya seolah mendapatkan dorongan dari angin bak anak yang masih kecil.
Dan diam diam tanpa mereka bertiga sadari, Oniel sedari tadi merekam tingkah ketigaanya secara diam diam. "Lu bertiga kayak bocil banget sih? Hahaha" kelakar Aldo saat melirik spion. "Sorry kak aldo aku emang masih bocil" balas ellan dengan menjulurkan lidahnya.
---BEBERAPA MENIT KEMUDIAN---
Oniel dkk pun turun dari mobil milik Aldo, kedatangan mereka pun disambut hangat oleh pemilik peternakan. "Eh nak Oniel, sudah lama ga bertemu ya... Apa kabar tunanganmu?" tanya pemilik peternakan itu, yang bernama Pak Tono. "Haha iya pak, kok tunagan saya doang sih pak yang ditanyain? saya nya engga nih, pak?" jawab oniel, "Tapi alhamdulilah kok, dia baik dan sehat wal afiat seprti calon suaminya" lanjut oniel. "Ya karena kalo saya nanya kamu itu udah jelas pasti kamu jawab sehat juga, Niel... Alhamdulilah deh kalian, semoga sehat terus ya sampai hari H tiba" ujarnya.
"Ah si bapak ini gerr banget deh. Oiya saya mau liat liat sapi sama kambing pak" ujar Oniel, kemudian bapak itu mengangguk dan membawa Oniel dan teman temannya, kearah kandang sapi terlebih dahulu. Pak Hartono melihatkan sapi berumur 3 tahun, "Ini harganya 18 juta, sehat wal afiat, alhamdulilah memenuhi syarat qurban" ujarnya. Lalu ia beralih ke arah sapi yang berumur 2 tahun, "kalo ini, 12 juta dan sudah memenuhi syarat qurban" lanjutnya.
"Hewan qurban mahal mahal semua ya, kak?" bisik Ellan ke Aldo, sontak membuat Aldo menahan gelak tawanya. Saat ia sedang menahan tawanya, Oniel pun memanggil aldo, "Jadi lu mau yang mana, Do?" "Oh bentar, gua ambil yang umur 3 tahun, biar yang 2 tahun buat kos cewe" Balas Aldo. "Oke siap mas, mau langsung bayar atau ikut lihat kambing dulu?" Tanya pak Tono. "Saya ikut lihat lihat saja dulu pak"
Mereka pun beralih ke kandang kambing yang melihatkan 3 ekor kambiing, "Semua kambing disini, umurnya 1 tahun dan udah mu'sinnah juga, harganya 3 juta" terang pak Tono. Oniel dan Zean pun mengangguk. "Ella, coba telepon kak Gito dan koh Sean. Siapa tau dia mau juga" titah Oniel. "Kak Gito sama koh Sean katanya mau qurban dikampung, kak" jawab Ella, Mereka pun ber-oh ria.
Di kos perempuan
"Ini kuahnya udah enak belum sih, mut?" tanya indah ke muthe yang sedang memotong tomat. "Enak sih ini, kurang kentel aja" jawab muthe.
"KAK INDAHH! aku sama marsha ke tukang sapi ya, mau bayar dulu" panggil ashel. "Eh iya shel, hati hati" jawab indah.
A few minutes later
"Saya sudah melihat lihat kambingnya, saya mau beli kambing yang rambutnya kayak jamet itu, pak" ucap Zean, sontak mereka semua tertawa terbahak bahak, "Apasi kaliann, emang kayak jamet itu" protes Zean. "Haha iya... iya..." jawab pak Tono. "Saya juga deh pak, yang rambutny gondrong keriting itu" ujar Aran, "Saya oniel, mau juga beli yang ada jenggotnya kayak walid" ucap Oniel, tiba tiba tangan oniel dipukul pelan oleh pak tono, "HEH, sembarangan kamu nih"
Saat mereka mau melakukan transaksi, tiba tiba ashel dan Marsha datang menggunakan sepeda motornya. "kak zeeee!!!" panggil Marsha lalu memeluk zean. Sementara ashel masih fokus memarkirkan motornya.
"Assalamualaikum, pak. Saya Ashel, mau beli sapi berumur 2 tahun" ucap ashel kepada pak Tono. "Oiya baik, silahkan duduk dulu" jawabnya.
Selang melakukan transaksi, mereka pun akan pulang kerumah. "Udah, sha, shel. mending kalian gausah bawa motor, mending ama kita aja" tawar aldo. "Sorry sayang, aku mau belanja dulu sama marsha" jawab ashel.
KAMU SEDANG MEMBACA
kos kosan 48
Teen Fictionmenceritakan tentang 2 kosan yang bersebelahan, antara kos putra dan kos putri.
