Tak terasa sudah hari terakhir mereka berpuasa, huft... rasanya cepat sekali ya? itulah yang zean pikirkan sedari tadi, sampai sampai ia ditegur oleh oniel, "oi bocah, udah deh ayo pulang" tegur oniel, menepuk bahu zean. "eh, iya bang, ayo"
"LAH SENDAL GUA MANA?!!!" ucap zean dengan muka panik nya, "SENDAL GUA JUGA ILANG, ANJING" teriak aldo. "heh, ngomongnya. tuh sendal kalian, dibuat main sama bocah bocah" jawab oniel.
"wah, kurang ajar ni bocah" ujar aldo, ia menaikan kedua lengan baju Koko miliknya, lalu menghampiri bocil bocil. namun, oniel menahannya sembari tertawa, "kok lu malah ketawa bang?" tanya aldo, "ealah do, mereka bocil, gausah sampe baku hantam gitu dong" jawab oniel.
"tapi sendal gua ama zean, gimana?" aldo kembali bertanya, "yaelah, minta tuh dengan lembut, nih gua ajarin" kata oniel.
oniel pun mulai menghampiri anak anak yang sedang bermain menggunakan sendal dua kerabatnya itu, "halo! dek, itu sendal temennya om, kenapa di buat main? boleh om minta tolong buat balikin ke orang nya, engga?" ucap oniel, anak itu pun mengangguk lalu menaruh sepasang sendal itu ke tangan oniel. "makasih ya"
oniel pun menyerahkan sendal itu kepada mereka, "nih, gampang kan tanpa emosi?" kata oniel, sementara aldo hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"nanti lu mau takbiran keliling, bang?" tanya zean, "iya, soalnya takbiran keliling terakhir gua disini" jawab oniel, "HUHUHUHU" sorak mereka.
"lebay ah lu pada, kaya mau mati aja gua" balas oniel.
_____________________________________
"ih kak indah, kak oniel ikut takbiran keliling" ujar kathrin, "MANA?!" tanya indah dengan antusias.
"ONIEL!!!" teriak indah, kepada oniel yang sedang memukul bedug di atas mobil pick up. sementara oniel, membalasnya dengan senyum dan lambaian tangan kepada indah.
"kok gua ga di teriakin kaya oniel juga, ya do?" tanya zean sedikit cemburu, "lu ga sendiri, gua juga kok" jawab aldo.
____________________________________
pada pagi harinya, takbir berkumandang merdu, daun daun tidak bergerak, dan menampakkan banyak tetangga yang keluar untuk melaksanakan sholat ied.
"ALDO BANGUN, INI UDAH TELAT!" teriak zean, sedangkan aldo dengan santai nya menjawab "apa?" benar benar anak itu, jika bukan hari raya, mungkin sudah zean masak dijadikan opor dagingnya.
"aduh mana tu anak dua ya, aldo! zean! buruan nanti kita ga dapet tempat!" ucap sean.
dibandingkan dengan yang lain, oniel seorang lah yang sudah siap sedari tadi, bahkan sudah berbincang dengan indah. "lebaran berikutnya, kamu cuma masak opor buat aku dan anak kita doang dong" ucap oniel, "emang yakin, kita udah punya anak lebaran berikutnya? aku rasa ya, itu anak mungkin masih di kandungan" jawab indah, "hmm, kita kan nikah bulan depan, ndah" balas oniel lagi.
"ya terus?" tanya indah, "bisa dong punya anak sebelum lebaran" balas oniel, "MANA BISA GITU!!!" indah mencubit lengan oniel, "duh duh duh, sakitnya cubitan calon bumil inii" oniel pun mengelus elus perut indah, "nak, nanti kalo kamu udah lahir, jangan suka cubit cubit ya kaya mommy mu" ucapan oniel berhasil melayangkan satu pukulan di tangannya, dari indah.
"AKU BELUM HAMIL YA!!" indah merasa kesal, lalu meninggalkan oniel sendiri. "lah, ndah?"
"bang oniel!! kita udah siap, letsgooo" teriak aldo.
______________________________________
sholat ied telah usai, kini waktunya untuk bermaaf maaf-an. kebetulan, untuk kali ini kos putra mengadakan open house, sehingga penghuni kost putri atau bahkan tetangga pun bisa masuk kedalamnya untuk bersilahturahmi.
KAMU SEDANG MEMBACA
kos kosan 48
Teen Fictionmenceritakan tentang 2 kosan yang bersebelahan, antara kos putra dan kos putri.
