Happy reading
*******************************************
Arabelle's POV
Tampat ini sangat tenang dan gelap, di mana aku, ah benar aku kehilangan kesadaranku tadi, jadi sekarang aku pasti sedang tertidur. Aku ingin di sini selamanya, tapi aku harus segera bangun, jika tidak pasti akan ada masalah yang akan terjadi. Tapi aku ingin di sini sedikit lebih lama.
Pikiranku terus tenggelam bersama dengan kesadaranku yang terus ditekan dengan kegelapan sekitarku, hingga perlahan aku membuka mataku. Aku terdiam sejenak menyesuaikan penglihatan dan kesadaranku, pandanganku langsung tertuju pada langit-langit, Uks ?
Bagaimana aku bisa berakhir di sini, siapa yang membawaku ke tempat ini. Jika aku mengingat kembali bagaimana situasiku sebelumnya, itu tidak mungkin ada yang berani mendekat-.
"Kenapa kamu begitu kasar, Alan? Arabelle baru saja pingsan! Dia butuh istirahat!" Aku dapat mendengar suara Freyona berseru dengan marah hingga menghilangkan konsentrasi ku untuk menganalisis situasi. Pandanganku beralih ke arah pintu UKS dan aku pun melihat Freyona sedang menatap tajam kepada ketua kelas. Apa yang sedang mereka ributkan ?
"Kalau begitu kalian tinggal bangunkan saja dia."
"Hei ! Dia itu tak sadarkan diri, bukan sedang tidur, bodoh ! dan aku akan memindahkan benda di bawahmu menjadi di atas jika kau terus memaksaku."
"Memangnya monster sepertinya bisa tak sadarkan diri, paling dia juga hanya berpura-pura pingsan." Melihat sikap ketua kelas yang ketus dan kaku tidak seperti biasanya membuatku memikirkan kembali perbuatanku sebelumnya. "Minggir, kalau kau tidak bisa, biar aku yang lakukan!"
"Kau bangunkan dia, akan ku bawa kau ke akhir-."
"Ugh, sudahlah, Freyona, biarkan saja. Dan apa yang akan kau lakukan padaku, ketua kelas ?" Ujarku mengubah posisi tidurku menjadi duduk dan melihat ketua kelas yang juga menatapaku dengan waspada.
"Baguslah jika kau sudah bangun, kepala sekolah memintamu untuk ke ruangannya sekarang. Kau tahukan ini tentang masalah apa, semoga kau tidak dikeluarkan dari sekolah setelah ini." Balasnya dengan nada sarkas.
***
Di depan pintu ruangan kepala sekolah aku hanya diam melihat pintu itu dengan perasaan sedikit takut. Dengan ragu aku mengetuk pintu itu perlahan dan aku disambut dengan suara berat kepala sekolah yang menyuruhku untuk segera masuk.
Di dalam ruangan aku sudah melihat ibu dan seorang pria asing sedang duduk berhadapan dengan kepala sekolah. Aku mencuri pandang memperhatikan ekspresi tenang ibu, hingga aku menemukan sorot tajam di matanya membuat ku tanpa sadar menelan ludah dengan kesulitan. Sepertinya aku benar-benar dalam masalah besar kali ini.
"Duduklah, Arabelle." Perkataan kepala sekolah menyadarkanku dari pikiran kacau karena kekhawatiranku. Dengan hati-hati aku mendekati tempat duduk yang berada diantara pria asing dan kepala sekolah. "Perkenalkan sebelumnya Arabelle, beliau adalah Mrs. Gvin, ibu dari Stella dan Raffael. Karena masalah mu dan Stella di kantin itu cukup fatal, jadi aku harus memanggil wali kalian untuk masalah ini. Itulah mengapa pamanmu ada di sini untuk mewakilkan ibumu yang sedang berhalangan."
Aku terdiam sesaat mengamati situasi menggelikan ini. Bisa-bisanya ibuku menyewa seorang pria yang tak kukenal untuk berpura-pura menjadi pamanku hanya agar bisa menjadi wali Stella. Ya, aku paham sebagian besar apa yang di rencanakan ibu saat ini, ibu pasti berniat menyembunyikan hubunganku dengan dia dan Farrel agar tidak merusak nama baik keluarga barunya itu. Dan entah mengapa itu cukup menggelitik pikiranku.
KAMU SEDANG MEMBACA
PIPRA
Mystery / Thriller* * * * * Arabelle adalah seorang gadis yang telah disembunyikan oleh ibunya dari dunia luar selama lima belas tahun. Ibunya selalu menjelaskan bahwa kondisi tubuh Arabelle yang rentan membuatnya mudah jatuh sakit jika bertemu dengan orang baru. Sel...
