Chapter 01: Awal Kehidupan Baru [01]

351 40 3
                                        

Happy reading !


**********

'Apa berbeda itu buruk ?'

'Apa berbeda itu mengerikan ?'

'Apa itu salah ?'

'Tapi begitulah manusia, mereka akan mengucilkan sesuatu yang berbeda itu lalu menganggapnya tidak benar. Walau sang Pencipta tidak mempermasalahkan.'

***

Pagi itu entah mengapa sinar matahari terasa lebih hangat dari biasanya, mungkinkah alam juga menyambutnya dengan ramah hari ini. Arabelle Chalondra Gvin Namanya, seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang selama ini hanya bisa membayangkan dunia luar dari sebuah cerita dalam buku-buku yang terpajang di rak buku di sudut kamarnya.

Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah. Arabelle telah terisolasi selama lima belas tahun dari dunia luar karena kondisi tubuhnya yang rentan. Ia tumbuh besar di dalam rumah yang selalu steril, hanya dikelilingi oleh orang-orang di rumahnya yang selalu berhati-hati agar ia tetap sehat. Arabelle mempelajari dunia melalui buku-buku, video, dan komputer yang dihubungkan ke internet, tetapi tak pernah merasakan kehangatan matahari atau suara riuh ramai teman-teman sebayanya.

Gadis bersurai coklat gelap itu memasuki kelasnya dengan perasaan gugup. Dan di dalam dia sambut dengan senyuman ramah oleh seorang anak laki-laki. "Hai, selamat pagi." Iris hitam pekat di mata bulatnya menambah kesan ramah darinya.

"Pagi." balas Arabelle dengan senyum canggung. Arabelle berjalan mendekati bangku bagian tengah dan meletakkan ranselnya di samping bangku. Saat dia akan menduduki bangkunya, tiba-tiba lelaki itu sudah bergerak ke bangku di depannya dan duduk menghadapnya.

"Aku tidak melihatmu saat upacara menerimaan murid baru." anak laki-laki itu memiringkan kepalanya menatap Arabelle tajam. "Apa benar kau murid sekolah ini ?"

"Um, saat itu aku sedang sakit, jadi aku tidak bisa mengikutinya."

"Ah, begitu." Lelaki itu kembali tersenyum hangat. "Ngomong-ngomong, namaku Liam, siapa namamu ?"

"Arabelle-."

"Maaf, memotong pembicaraan kalian." kaduanya seketika mengalihkan pendangannya kearah pintu kelas. Gadis dengan rambut bergelombang panjang itu tersenyum sinis. "Tapi Sepertinya kau harus kembali ke kelasmu, Kak Liam."

"Oh, kau sudah kembali Noura." Ujar Liam mengabaikan perkataan Noura. Iris hitam pekat yang sama dengan milik Liam itu memutar dengan malas sesaat gadis itu akan mendekati mereka. "Ah iya, perkenalkan dia Noura-."

"Jangan abaikanku, Kakak." Protes Noura yang sudah berada di samping Liam.

"Iya-iya, aku akan pergi." Anak lelaki bersurai hitam pekat itu pun bangkit dari bangkunya seakan tak bisa membantah perkataan adiknya lagi. "Ah, ngomong-ngomong, Arabelle, kau pasti belum memiliki teman, kan ? Bagaimana jika kau menjaga adikku sebagai temanmu."

Sontak Arabelle membuat raut wajah kebingungan dengan kedua alisnya yang hampir bertemu. Liam hanya bisa terkekeh geli merasakan keheningan canggung di kedua gadis itu, dia menggosok rambut Noura sejenak dan tersenyum. "Kalau begitu aku titip adikku ya, Arabelle."

Kedua gadis itu melihat kepergian Liam dalam diam lalu saling bertukar pandang satu sama lain. Senyum canggung terbentuk di wajah keduanya. "Tolong jangan dianggap serius perkataannya itu. Dan maaf aku bersikap sedikit emosi juga tadi."

"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti."
Keduanya terdiam sekali lagi, keheningan semakin memperkeruh suasana canggung diantara mereka hingga beberapa murid mulai berdatangan. Keduanya pun mengambil bangkunya masing-masing, dan menit berikutnya kelas dimulai.

PIPRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang