Chapter 11 : Are we a good family ? [02]

38 30 1
                                        

Happy Reading

*******************************************

Jam istirahat sudah berlangsung sejak sepuluh menit yang lalu. Tapi Raffael terlihat tak tertarik dengan itu. Setelah dipermainkan oleh surat yang di tinggalkan Arabelle untuknya di beberapa tempat acak, entah mengapa suasana hatinya jadi sedikit kesal sekarang.

Lelaki itu menelusuri koridor sekolah dengan langkah berat menuju ke taman belakang sekolah, di mana itu tertulis di surat yang dia dapatkan dari perpustakaan.

Begitu sampai di taman belakang, Raffael menyapu pandangan, mencari-cari sosok yang membuatnya bersusah payah ke sini. Matahari yang terik membuatnya segera berteduh di bawah pohon besar tak jauh dari tempatnya.

"Akhirnya kau sampai juga, Farrel." Suara Arabelle yang tiba-tiba sempat membuat Raffael bergidik ngeri, karena tak menemukan siapa di sana selain dirinya sendiri. "Di atas sini, bodoh."

Raffael mendongak ke atas, matanya langsung bertemu dengan sosok Arabelle yang tengah duduk santai di atas cabang pohon besar. Seringai jahil terukir di sudut bibir gadis itu. "Lama tak jumpa, Farrel. Apa permainanku menyenangkan ?"

"Apa maksud semua ini, Arabelle ? Kau membuatku keliling sekolah hanya untuk ini ?" Balas Raffael mendengus, menahan rasa jengkel yang terpendam sejak tadi. "Cepat turun, sebelum aku menyusulmu naik."

"Huh, kau bahkan tidak tahu cara memanjat." Arabelle terkekeh meremehkan dengan tubuhnya menggantung terbalik memperhatikan Raffael. Gadis itu mengubah posisinya duduk kembali di atas dahan itu, sebelum berbicara. "Sudahlah, kita bicara dengan posisi seperti ini saja. Aku tidak ingin diganggu dengan para penggemarmu nanti."

"Ugh, baiklah. Terserah kau saja," ujar Raffael acuh tak acuh, mulai bersandar pada pohon itu dengan kedua tangan dilipat di depan dadanya. "Jadi, apa yang ingin kau bicarakan sampai melakukan hal merepotkan seperti ini ?"

"Apa kau bisa mengantarku ke suatu tempat sore ini," pinta Arabelle tanpa basa-basi.

"Kau, seorang Arabelle meminta bantuanku. Haha... Situasi langkah macam apa ini, kau bercanda, kan ?" Raffael menyeringai geli seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Aku hanya butuh jawabanmu, bisa atau tidak ?" Arabelle kembali bertanya dengan menatap Raffael malas.

Raffael mendesah panjang sebelum akhirnya mengangguk dengan enggan. "Baiklah. Aku akan mengantarmu."

Arabelle tersenyum kecil, terlihat puas dengan jawabannya. "Kalau begitu sampai bertemu di gerbang belakang setelah sekolah nanti," ujarnya santai sembari melompat turun dari pohon dengan lincah dan berjalan meninggalkan Raffael yang membatu karena pergerakan gadis itu yang tiba-tiba.

"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya."

* * *

Beberapa menit berikutnya, mereka sampai di depan sebuah toko ponsel kecil di pinggir jalan. Raffael menurunkan kecepatan, begitu mesin dimatikan, dia menurunkan standar dan menunggu Arabelle turun terlebih dahulu sebelum ia menyusul.

"Permisi, apakah pesanan atas nama Bella sudah bisa diambil ?" Tanya gadis itu kepada pekerja toko yang membelakanginya begitu mereka sampai di dalam. Pekerja itu berbalik dan tersenyum tipis, membuat Arabelle sontak mengerutkan keningnya. "Oh, kita bertemu lagi."

"Kau mengenal laki-laki ini ?" Tanya Raffael dengan spontan begitu mendengar respon Arabelle yang tidak biasa kepada pekerja itu.

"Aku sempat dibantunya saat di stasiun." Gadis itu menjawab santai seakan tak peduli dengan sikap Raffael yang kebingungan saat ini. "Ah, bagaimana permintaanku, apakah sudah selesai ?"

PIPRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang