Happy reading :)
*********************************************
Arabelle's POV
Beberapa hari berlalu setelah aku berbicara dengan Stella. Dan aku tak ingin mengambil pusing tentang apa yang terjadi pada kami terakhir kali, lagi pula dia sepertinya tidak semarah itu padaku, dan jika aku pikirkan terus-menerus itu hanya akan mengganggu fokus belajar ku, seperti saat ini.
Jam pelajaran kedua sudah dimulai, beberapa murid tengah fokus dengan materi yang dijelaskan oleh guru di depan papan tulis, namun ada juga beberapa murid yang tidak memperhatikan, salah satunya Noura, teman sebangku di sebelahku.
Entah itu kelelahan dari kelas sebelumnya atau karena perutnya yang sudah kelaparan, tapi yang pasti gadis itu terlihat terlelap sekarang, tak menyadari bahwa guru sedang mengawasinya.
Tiba-tiba, guru menghentikan penjelasannya dan mendekati meja Noura. Cukup lama aku melihat guru memperhatikan Noura dalam diam, lalu tiba-tiba mengetuk meja Noura, mengejutkan nya dari tidur.
"Noura, bisa kau menjawab salah satu soal itu ?" Noura terbangun dengan terkejut, matanya masih setengah tertutup. Ia menatap papan tulis dengan bingung, seakan tak mengenali soal yang ditunjukkan guru.
Dengan ekspresi wajah yang terlihat campur aduk Noura bangkit dari tempatnya untuk mengerjakan salah satu soal di papan tulis.
Sementara Noura mengerjakan soal di depan, guru itu mengalihkan pandangannya ke murid lainnya. "Apakah ada yang bisa mengerjakan satu soal lainnya ?"
"Apa saya bisa menjawabnya, Bu ?" pandangan seisi kelas langsung tertuju pada ku. Ini bukan pertama kalinya aku merasakan tatapan itu, tapi entah mengapa rasanya masih saja tidak nyaman. "Saya boleh mencobanya kan, Bu ?"
"Oh ya, silakan, Arabelle."
Aku pun bangkit dari tempatku dan mendekati papan tulis, melihat soal papan tulis dalam diam dengan sesekali melirik Noura yang masih kebingungan di sampingku.
Aku melirik guru yang sedang duduk di kursinya dengan memainkan ponselnya. Aku mulai menulis jawabanku di papan, lalu dengan hati-hati berbisik pelan pada Noura. "in your pocket."
Aku menggunakan bahasa asing agar hanya Noura yang mengetahui kata-kataku, dan juga agar tidak ketahuan oleh guru. Dan benar perkiraanku, Noura yang mengerti maksud perkataanku langsung merogoh sakunya. Aku melihatnya sedikit tersentak saat merasakan sesuatu di sakunya. Dia bahkan terlihat hati-hati mengeluarkan benda itu, begitu dia mengetahui benda apa itu, tangannya langsung bergerak menulis sesuatu di papan.
Aku yang melihat perubahan dari ekspresi Noura, tanpa sadar perlahan aku membentuk senyuman tipis di sudut bibir ku. Ya, aku puas, karena tidak ada dari kami yang akan mendapat masalah.
***
"Bagaimana kau tahu ada kertas memo di kantungku ?" Pertanyaan Noura yang tiba-tiba membuat ku berhenti sejenak dari aktifitasku merapikan meja.
Kelas sudah selesai dan sekarang adalah waktunya untuk istirahat makan siang, beberapa murid sudah buru-buru meninggalkan kelas dan ada juga yang masih sibuk menyimpan barang-barang sepertiku dan Noura.
Aku bersenandung kecil sembari melanjutkan aktivitasku yang tertunda. "Aku yang memasukkan nya, saat guru akan menghampiri mu." Jawabku ringan tanpa melihat Noura.
"Kau yang melakukannya," Ujar Noura terdengar sedikit terkejut dan terheran-heran. "tapi, kenapa ?"
"Apa salahnnya membantu seorang teman."
KAMU SEDANG MEMBACA
PIPRA
Misterio / Suspenso* * * * * Arabelle adalah seorang gadis yang telah disembunyikan oleh ibunya dari dunia luar selama lima belas tahun. Ibunya selalu menjelaskan bahwa kondisi tubuh Arabelle yang rentan membuatnya mudah jatuh sakit jika bertemu dengan orang baru. Sel...
