Chapter 2

524 60 1
                                        

HAPPY READING




Jungkook mengikuti kakak sepupunya, Hoseok, memasuki sebuah perusahaan besar. Setelan formal yang ia kenakan terasa agak kaku, mengingat setelah lulus kuliah, ia jarang sekali memakai pakaian resmi seperti ini.

Keputusan untuk bekerja ini sebenarnya bukan murni keinginannya. Lebih tepatnya, ia menyetujui saran Hoseok agar tetap aktif dan menambah pengalaman. Hari ini, ia akan menjalani wawancara kerja—atau setidaknya itulah yang ia pikirkan—dan Hoseok mengantarnya langsung ke kantor.

Sebelum masuk ke ruangan, Hoseok menepuk pundaknya.

"Ingat, setelah kau diterima, aku rasa aku tidak perlu mengajarkanmu lagi. Kau bahkan lebih pintar dariku. Yang penting, bersikaplah baik pada calon atasanmu, ya? Fighting!"

Jungkook hanya mengangguk sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam ruangan yang sudah berisi tiga orang.

Ia sempat terkejut. Ia mengira ini akan menjadi wawancara resmi, dengan suasana serius dan penuh tekanan. Tapi orang-orang di dalam ruangan tampak santai, seolah hanya sedang menunggunya datang.

"Permisi..." Jungkook membuka suara pelan sambil menutup pintu.

Ketiga pria di dalam ruangan menoleh.

"Oh, kau sudah datang? Duduklah di sini," ucap salah seorang pria. "Kau adiknya Hoseok, bukan? Jeon Jungkook?"

Jungkook merasa sedikit lebih tenang. Setidaknya mereka tidak semenyeramkan yang ia bayangkan. Ia pun duduk dan menampilkan senyum sopan.

"Ya, saya Jeon Jungkook. Adik sepupu Kak Hoseok," jawabnya dengan nada ramah.

"Berarti kau juga adik Seokjin? CEO perusahaan ini?"

Jungkook mengangguk singkat.

"Baiklah, kau sudah tahu alasanmu datang ke sini, bukan?"

Ia kembali mengangguk tanpa menjawab.

"Kami tidak butuh pengalaman kerjamu karena kau direkomendasikan langsung oleh perusahaan. Aku juga tidak peduli ini orang dalam atau bukan. Yang penting, aku ingin kau bekerja dengan maksimal." Pria itu menatap Jungkook tajam. "Dan satu hal lagi, Jungkook. Di sini tidak ada yang namanya saudara. Bekerjalah secara profesional. Bisa dipahami?"

"Paham, Tuan," jawab Jungkook tegas.

"Ah, santai saja. Panggil aku seperti kau memanggil kakakmu. Namaku Wonwoo." Pria itu lalu menoleh ke arah pria di sampingnya. "V, mungkin kau ingin menambahkan sesuatu?"

Jungkook ikut menoleh, memperhatikan pria yang dipanggil V itu.

"Oke, Jeon Jungkook," ucap V dengan nada datar. "Aku tidak ingin bertele-tele. Semua yang ingin kusampaikan sudah dikatakan oleh Tuan Wonwoo. Kau akan menjadi bawahanku secara langsung, dan kita akan bekerja sama dalam proyek ini. Aku hanya ingin kau menjaga kedisiplinan dan integritas sebagai karyawan. Itu saja."

"Baik, Tuan," jawab Jungkook sopan. Ia tersenyum, tapi pria di depannya hanya menatapnya dengan ekspresi datar.

Jungkook merasa sedikit kesal. Orang ini benar-benar dingin.

"Ini kontrak kerjamu. Silakan ditandatangani," kata V, menyerahkan kertas dan pena kepada Jungkook.

Saat membaca kontraknya, Jungkook mengernyit. "Delapan bulan?"

"Ya, kontrak kerja sama kita hanya delapan bulan. Atau, lebih tepatnya, 240 hari."

"Ah, baik, Tuan." Tanpa banyak berpikir, Jungkook langsung membubuhkan tanda tangannya.

Di dalam mobil, Jungkook masih merasa kesal. Ia melipat tangan di dada dan menggerutu sambil meminum air mineral yang diberikan Hoseok.

"Kak, siapa orang yang super jutek itu? Kenapa dia bahkan tidak membalas senyumku?! Sial, aku tidak suka!"

Hoseok yang sedang mengemudi tertawa kecil. "V? V Juveta, maksudmu?"

"Iya! Yang tampan itu! Kenapa dia cuek sekali?! Aku tidak suka!" Jungkook menggerutu lebih keras.

"Aku tidak begitu akrab dengannya..."

"Loh?! Bukannya dia rekan kerjamu?"

"Iya, tapi aku tidak akrab dengannya. Dia memang seperti itu sejak dulu. Cuek, dingin, dan hanya bicara kalau ada perlu. Banyak yang bilang dia tidak pandai merayu wanita atau pria."

Jungkook menganga. "Wah, aku rasa dia nggak waras. Atau mungkin dia terlalu kuno? Pantas saja orang tua!"

"Hei, dia lebih muda darimu," sanggah Hoseok.

"Apa?! Jadi atasanku sendiri lebih muda dari aku?!"

Hoseok hanya menghela napas, malas menanggapi tingkah absurd adiknya. Ia kemudian mulai menjalankan mobil. Namun, Jungkook yang masih kesal malah sibuk melakukan video call dengan kekasihnya.

"Sayang, bagaimana wawancaranya? Lancar?" tanya Taehyung dari layar ponsel.

"Lancar banget! Tapi aku kesal karena ada orang menyebalkan."

"Di dunia kerja pasti ada yang seperti itu. Kenapa kau tidak bekerja di kantorku saja? Aku bisa bicara dengan Ayah..."

"Tidak, tidak. Aku sudah 'dibooking' Kak Hoseok, hehehe."

"Wah, sudah main booking segala." Taehyung tertawa kecil. "Omong-omong, sayang. Aku akan pulang ke apartemen nanti. Mau menginap?"

"Apa?!!" Mata Jungkook membulat. "Ahhh, Taehyung! Nanti aku menyusul ke sana! Bye-bye, sayang!"

Ia langsung menutup panggilan dan hampir terhuyung ke depan saat Hoseok tiba-tiba menginjak rem mendadak.

"Yak! Anak nakal! Apa yang kalian sudah lakukan, huh? Menginap bersama?!" Hoseok melotot curiga.

"Kak! Stop sok alim, bisa nggak? Aku sudah dewasa! Aku dan Taehyung sudah lima tahun pacaran, wajar saja kalau aku menginap!" Jungkook mendelik kesal.

Hoseok mendesah frustrasi. "Heol. Jadi kau sudah tidak polos lagi"



TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang