Chapter 4

322 44 3
                                        

HAPPY READING




Sudah hampir satu bulan sejak Jungkook mulai bekerja di perusahaan itu. Setiap hari dia harus menghadapi V—atasan yang sama sekali tidak mengenal kata ramah. Dari awal, Jungkook sudah tahu bahwa dunia kerja tidak akan mudah, tapi menghadapi V membuatnya lebih lelah daripada yang dia kira.

Selama ini, dia hanya terbiasa bergantung pada Taehyung. Semua yang dia butuhkan selalu disediakan, bahkan uang untuk kehidupannya pun masih Taehyung yang berikan. Namun, kali ini Jungkook ingin membuktikan bahwa dia juga bisa berdiri sendiri, meski rasanya sulit.

"Hahh... aku lelah," gumamnya sambil meregangkan tubuh.

Dia menatap layar komputer yang penuh dengan revisi dari V. Tugas yang seharusnya sederhana berubah menjadi sulit karena pria itu terlalu perfeksionis. Jungkook menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan rasa kesal yang mulai muncul.

"Kalau tidak tahan, keluar saja."

Jungkook langsung menoleh ke arah suara yang begitu familiar. V berdiri di belakangnya dengan ekspresi datar, tangan terlipat di dada, seolah menantikan reaksinya.

"T-tuan, saya tidak mengeluh," kilah Jungkook cepat.

"Tapi kau tidak bekerja dengan benar."

Jungkook mengepalkan tangan di bawah meja. Dia ingin membalas, ingin mengatakan bahwa dia sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi dia tahu, tidak ada gunanya berdebat dengan V. Pria itu tidak akan peduli.

"Maaf, saya akan memperbaikinya," ucap Jungkook akhirnya.

V hanya mendecak pelan sebelum berjalan pergi tanpa berkata apa-apa lagi.

Jungkook menghela napas berat. Entah kenapa, ada perasaan aneh setiap kali berbicara dengan V. Bukan hanya karena ketegangan antara mereka sebagai atasan dan bawahan, tapi lebih dari itu. Sesuatu yang sulit dijelaskan. Sesuatu yang membuat dadanya terasa sedikit lebih sesak.

Dan sesuatu yang tidak boleh dia rasakan.

Malamnya, Jungkook kembali ke apartemennya dengan tubuh yang terasa lelah. Dia merebahkan diri di sofa, menatap langit-langit tanpa fokus. Pikirannya kacau.

Ponselnya bergetar di meja, menampilkan nama yang sangat ia kenal.

Taehyung.

Jungkook menggigit bibirnya sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.

"Sayang," suara Taehyung terdengar lembut di seberang sana.

"Hm?"

"Kau baik-baik saja? Aku tahu kau pasti lelah bekerja."

Jungkook mengangguk kecil meski tahu Taehyung tidak bisa melihatnya. "Aku baik-baik saja, Tae. Hanya sedikit lelah."

"Kalau begitu berhenti saja. Aku tidak suka melihatmu menderita seperti ini. Aku bisa mengurus semuanya untukmu, kau tahu itu, kan?"

Jungkook terdiam. Tentu saja dia tahu. Jika dia mau, dia bisa hidup nyaman hanya dengan bergantung pada Taehyung. Tapi untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia ingin mencoba sesuatu sendiri.

"Aku tidak apa-apa, Tae," katanya akhirnya.

Taehyung menghela napas pelan. "Baiklah, tapi jika kau butuh sesuatu, aku di sini, oke?"

Jungkook tersenyum kecil. "Terima kasih."

Mereka berbicara selama beberapa menit lagi sebelum akhirnya menutup telepon. Jungkook menatap layar ponselnya dengan perasaan campur aduk.

Dia mencintai Taehyung. Tidak ada yang bisa mengubah fakta itu. Tapi akhir-akhir ini, ada sesuatu yang mengganggunya. Sesuatu yang berhubungan dengan V.

Sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada.




Keesokan harinya, Jungkook kembali ke kantor dengan tekad yang lebih kuat. Dia tidak ingin menunjukkan kelemahan di depan V lagi. Bagaimanapun, dia harus bertahan.

Saat dia tiba di ruangannya, matanya langsung menangkap siluet V yang berdiri di dekat jendela besar. Pria itu mengenakan setelan hitam, tampak begitu berwibawa seperti biasanya.

"Tuan, ini laporan yang Anda minta," kata Jungkook sambil meletakkan berkas di atas meja.

V berbalik perlahan, mengambil laporan itu tanpa menatapnya. "Kau yakin sudah benar kali ini?"

Jungkook menelan ludah. "Ya, saya sudah mengeceknya dua kali."

V membaca sekilas sebelum menutup berkasnya. "Baik. Aku akan meninjaunya nanti."

Jungkook menghela napas lega. Setidaknya kali ini dia tidak dimarahi.

Namun, sebelum dia bisa pergi, V tiba-tiba berbicara lagi.

"Kau sudah berapa lama pacaran dengan Taehyung?"

Pertanyaan itu membuat Jungkook terhenti. Dia menatap V dengan bingung. "Kenapa Anda bertanya?"

V mengangkat bahu santai. "Tidak ada alasan khusus. Aku hanya ingin tahu."

Jungkook menatapnya curiga. Dia tidak pernah berbicara tentang hubungannya dengan Taehyung di kantor, jadi dari mana V tahu?

"Sudah lama," jawab Jungkook singkat.

V mengangguk pelan, lalu berjalan mendekatinya. Jungkook mundur sedikit tanpa sadar, merasa sedikit terintimidasi oleh jarak yang semakin dekat.

"Kau terlihat seperti orang yang menyimpan banyak hal," kata V tiba-tiba. "Apakah kau benar-benar bahagia?"

Jungkook terdiam.

Dia ingin mengatakan "ya" tanpa ragu. Ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa hubungannya dengan Taehyung baik-baik saja. Tapi pertanyaan itu mengguncangnya lebih dalam dari yang dia kira.

V menatapnya dalam sebelum akhirnya menjauh. "Lupakan. Kembali bekerja."

Jungkook hanya bisa menatap punggung pria itu dengan perasaan yang semakin membingungkan.

Kenapa V menanyakan hal itu? Kenapa rasanya... ada sesuatu yang berubah dalam dirinya?

Dan kenapa, untuk pertama kalinya, dia merasa ada seseorang yang melihat dirinya lebih dalam daripada yang dia sadari?





TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang