HAPPY READING
Hari ini pekerjaan terasa lebih melelahkan dari biasanya. Jungkook sudah duduk di meja kantornya selama berjam-jam, mencoba menyelesaikan revisi proposal yang V minta. Tangannya mulai pegal karena terus mengetik, tapi pikirannya justru semakin kacau.
Sejak beberapa hari terakhir, Jungkook mulai menyadari sesuatu—V memang keras dan galak, tapi tidak selalu dingin. Ada beberapa momen kecil yang membuatnya sedikit bingung.
Seperti pagi ini, saat dia datang ke kantor dengan mata mengantuk karena kurang tidur, tiba-tiba saja ada secangkir kopi panas di mejanya. Tidak ada catatan, tidak ada yang mengaku. Tapi hanya ada satu orang yang tahu kalau Jungkook butuh kopi di pagi hari.
V.
Jungkook sempat mengintip ke dalam ruangan V, mencoba mencari petunjuk, tapi pria itu seperti biasa—sibuk dengan pekerjaannya dan tidak peduli pada sekitar. Seolah kejadian pagi tadi bukanlah hal yang penting.
Jungkook menghela napas. "Aneh," gumamnya.
"Apanya yang aneh?"
Suara dalam itu membuat Jungkook tersentak. Dengan panik, dia menoleh dan mendapati V sudah berdiri di sampingnya, menatap laptop Jungkook dengan ekspresi datar.
"Eh, t-tidak ada!" Jungkook buru-buru menutup dokumen yang sedang dia kerjakan.
V menyipitkan mata. "Proposalnya sudah selesai?"
Jungkook meneguk ludah. "Sebentar lagi, Tuan."
"Bagus," jawab V singkat. "Kirim sebelum jam tujuh malam."
V hendak pergi, tapi langkahnya terhenti sejenak. Dia menatap Jungkook sekilas, lalu menghela napas.
"Kamu harus mulai tidur lebih awal," ucapnya tanpa ekspresi.
Jungkook menatapnya dengan mata membulat. "Hah?"
"Matamu bengkak," kata V sebelum akhirnya benar-benar berjalan pergi.
Jungkook membeku di tempatnya, hatinya entah kenapa berdebar. Ini pertama kalinya V memperhatikan sesuatu tentang dirinya selain pekerjaannya.
⸻
Pukul delapan malam, Jungkook akhirnya bisa pulang. Gedung kantor sudah sepi, hanya tinggal beberapa karyawan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Dia berjalan ke arah lift dengan langkah lesu. Rasanya tubuhnya ingin segera tumbang di kasur. Tapi saat pintu lift terbuka, dia terkejut melihat seseorang berdiri di dalamnya.
V.
Jungkook langsung menegang. Sejak kapan V masih di sini selarut ini? Biasanya, pria itu selalu pulang lebih awal.
"Masuk atau tidak?" tanya V tanpa melihat ke arahnya.
Jungkook buru-buru melangkah masuk, berdiri canggung di samping pria itu. Suasana di dalam lift begitu sunyi.
Setelah beberapa detik, V tiba-tiba berbicara, suaranya terdengar lebih pelan dari biasanya.
"Kamu tinggal sendiri?"
Jungkook menoleh dengan kaget. Ini pertama kalinya V bertanya sesuatu yang bersifat pribadi.
"I-iya," jawabnya ragu.
V mengangguk pelan. "Sudah makan?"
Jungkook mengerjapkan mata, tidak mengerti kenapa V tiba-tiba peduli. "Belum..."
"Baiklah."
Pintu lift terbuka di basement. Jungkook hendak melangkah keluar, tapi tiba-tiba V berkata, "Ikut aku."
"Hah?"
V tidak menjelaskan apa pun. Dia hanya berjalan ke arah mobilnya, dan tanpa sadar, Jungkook mengikutinya dari belakang.
Malam itu, untuk pertama kalinya, Jungkook makan malam bersama V.
Restoran tempat V membawa Jungkook ternyata cukup mewah. Pencahayaan temaram, musik jazz mengalun pelan di latar belakang, dan hampir semua tamu yang makan di sini berpakaian rapi.
Jungkook langsung merasa salah kostum. Dia masih pakai kemeja kerja yang kusut dan dasinya longgar. Sementara V, meskipun juga masih memakai pakaian kerja, tetap terlihat seperti model majalah fashion.
"Kamu bisa pilih apa saja," kata V, meletakkan menu di hadapan Jungkook.
Jungkook melirik harga-harga makanan di menu dan hampir pingsan.
Astaga, satu porsi steak harganya bisa buat beli stok mi instan sebulan!
Jungkook menelan ludah. Dia ingin memesan sesuatu yang murah, tapi gengsinya terlalu besar untuk kelihatan kere di depan V.
Akhirnya, dia menunjuk asal ke satu menu. "Saya pesan ini."
V menatapnya sekilas. "Kamu yakin?"
"Y-yakin, Tuan."
Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. V mendapatkan steak wagyu yang terlihat lezat, sementara Jungkook menatap piringnya dengan ekspresi horor.
Ternyata menu yang dia pesan adalah... escargot.
Siput.
Dia harus makan siput.
Jungkook menoleh ke V yang sudah mulai memotong steaknya dengan anggun. Dia tidak mungkin mempermalukan dirinya sendiri di depan V.
Jadi, dengan jaim, dia mengambil satu siput dengan garpu dan memasukkannya ke mulut.
Begitu siput itu menyentuh lidahnya, Jungkook langsung menyesal. Teksturnya kenyal, licin, dan entah kenapa dia merasa seperti sedang mengunyah bola mata alien.
Namun, karena harga dirinya yang sebesar planet, dia tetap berusaha terlihat santai.
"Enak?" tanya V, mengangkat alis.
Jungkook tersenyum kaku. "S-sangat."
Sialnya, di saat yang sama, siput di dalam mulutnya malah terpeleset ke tenggorokan. Jungkook langsung tersedak, wajahnya merah padam.
Dia buru-buru meraih gelas air dan meneguknya banyak-banyak. Tapi karena panik, dia malah minum terlalu cepat dan akhirnya tersedak lebih parah.
"Ughk! Hhkkk—"
V terdiam menatapnya.
Jungkook semakin panik. Dia ingin tetap terlihat cool, tapi tenggorokannya seperti dicekik. Akhirnya, dia buru-buru berdiri untuk mencari tisu—dan tanpa sengaja menabrak meja sampai garpu dan pisaunya jatuh ke lantai dengan bunyi keras.
Suasana restoran yang tadinya tenang berubah hening. Semua mata langsung tertuju ke arah mereka.
Jungkook membeku di tempat. Rasanya dia ingin kabur ke gua terdekat dan tidak pernah keluar lagi.
Tapi kemudian, sesuatu yang lebih mengejutkan terjadi.
V—pria paling dingin dan serius yang pernah Jungkook kenal—tiba-tiba tertawa.
Bukan hanya sekadar tersenyum, tapi benar-benar tertawa pelan sambil menunduk. Suaranya rendah, dalam, dan terdengar sangat... hangat.
Jungkook menatapnya dengan mulut sedikit terbuka.
V bisa ketawa?
"Kalau tidak bisa makan siput, kenapa dipesan?" tanya V dengan nada geli.
Jungkook langsung merosot ke kursinya, menutupi wajah dengan kedua tangan. "Aduh... saya malu sekali "
V menggelengkan kepala, masih dengan senyum kecil di wajahnya. "
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Hayran Kurgu[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)