Chapter 6

325 44 0
                                        

HAPPY READING




Keesokan harinya, Jungkook tiba di kantor lebih awal. Ia duduk di meja kerjanya, membuka laptop, dan mencoba fokus. Namun, pikirannya masih dipenuhi oleh kejadian semalam—lebih tepatnya, ekspresi V saat melihatnya kedinginan di depan apartemen.

"Jangan melamun di jam kerja."

Jungkook menoleh dan melihat V meletakkan secangkir kopi di mejanya.

"Ini untuk saya?" Jungkook berpura-pura bingung.

V menatapnya malas. "Tidak. Itu untuk mejamu."

Jungkook terkekeh kecil. "Terima kasih."

V menyandarkan diri ke meja dengan tangan terlipat. "Aku baru sadar, kau ini terlalu sopan padaku."

Jungkook menaikkan alis. "Kenapa? Anda tidak suka dihormati?"

V mendengus. "Aku sudah tahu kau tahu kalau aku lebih muda. Kau tidak perlu pura-pura terkejut ."

Jungkook tersenyum miring. "Saya hanya ingin memastikan Anda sendiri yang mengakuinya."

V mendesah. "Mulai sekarang, panggil aku biasa saja. Jangan terlalu formal."

Jungkook mengangkat bahu. "Baik, Tuan V."

V mengerjap, lalu menyipitkan mata. "Kau melanggar aturan pertama, Jeon."

Jungkook hanya tertawa pelan.



Saat jam makan siang tiba, V kembali berdiri di depan meja Jungkook.

"Ayo makan."

Jungkook menatapnya ragu. "Dengan Anda?"

V menatapnya tajam.

"...denganmu?" Jungkook memperbaiki ucapannya, meskipun terdengar agak canggung.

V mengangguk puas. "Bagus."

Mereka berjalan ke restoran Jepang dekat kantor. Setelah makanan tiba, Jungkook berusaha makan dengan tenang, tetapi ia merasa canggung karena V duduk tepat di hadapannya, mengawasi dengan tatapan santai.

Saat Jungkook mencoba mengambil sushi dengan sumpit, potongan itu malah terpeleset dan jatuh ke dalam kecap asin, memercikkan sedikit cairannya ke meja.

V menahan tawa.

Jungkook berkedip, lalu dengan ekspresi tetap tenang, ia meraih tisu dan berkata, "Strategi untuk melembabkan sushi sebelum dimakan."

V akhirnya tak bisa menahan diri dan tertawa. "Serius? Itu improvisasi yang cukup bagus."

Jungkook mengangkat dagunya. "Saya selalu siap dengan plan B."

V tersenyum kecil sambil mengaduk nasinya. "Kau ini menarik juga, ya."

Jungkook merasa jantungnya berdebar aneh, tetapi ia segera mengabaikannya.

Dan untuk pertama kalinya, makan siangnya bersama V terasa menyenangkan.



•••

Hari itu, Jungkook merasa lebih lelah dari biasanya. Setelah makan siang dengan V yang entah kenapa terasa lebih panjang dari yang seharusnya, ia kembali bekerja seperti biasa. Namun, pikirannya masih sedikit tertinggal di restoran tadi.

V memang tidak banyak bicara, tapi Jungkook bisa merasakan ada sesuatu dalam caranya melihatnya. Seperti ada sesuatu yang ditahan—sesuatu yang ia tidak ingin atau tidak bisa katakan.

Saat hari mulai sore dan waktu kerja hampir selesai, Jungkook merapikan mejanya. Ia sudah berencana untuk langsung pulang ke apartemennya, menikmati malam dengan tenang, mungkin menonton film atau tidur lebih awal.

Namun, rencana itu buyar begitu saja saat ia keluar dari lobi kantor dan melihat mobil yang sangat familiar terparkir di depan gedung.

Jantungnya langsung berdebar kencang.

Itu...

Pintu mobil terbuka, dan seseorang keluar dengan jas hitam rapi, berdiri dengan postur percaya diri yang khas.

Kim Taehyung.

Jungkook langsung membeku di tempat.

Taehyung seharusnya masih di Paris. Ia seharusnya tidak ada di sini.

Ia bahkan tidak memberi tahu Jungkook kalau dia akan pulang.

Jungkook merasa napasnya tercekat saat mata mereka bertemu. Tatapan Taehyung selalu tajam, tapi kali ini lebih menusuk dari biasanya.

"Sayang."

Suaranya terdengar jelas meskipun jarak mereka masih cukup jauh.

Jungkook menelan ludah, tidak yakin bagaimana harus merespons.

Dan saat itu juga, V muncul dari belakangnya, berdiri tidak jauh darinya.

V juga menatap ke arah Taehyung. Ekspresinya datar, tapi ada sedikit perubahan di matanya yang sulit dijelaskan.

Taehyung melirik V sebentar sebelum kembali fokus pada Jungkook.

"Kau tidak memberi tahuku kalau kau akan pulang," suara Jungkook akhirnya keluar, meskipun sedikit bergetar.

Taehyung berjalan mendekatinya dengan langkah santai. "Aku ingin membuat kejutan."

Jungkook merasa matanya semakin panas. Kenapa? Kenapa Taehyung bisa datang tiba-tiba seperti ini? Kenapa ia bahkan tidak memberi peringatan sedikit pun?

Dan kenapa perasaannya sekarang malah semakin rumit?

"Ayo pulang," kata Taehyung, mengulurkan tangannya.

Jungkook tidak langsung meraihnya.

Saat itu juga, V membuka suara.

"Sepertinya kejutanmu berhasil," katanya pelan, nada suaranya sulit diartikan.

Jungkook menoleh ke arahnya. Tatapan V tidak terfokus pada siapa pun secara khusus, tapi Jungkook bisa merasakan ada sesuatu di sana. Sesuatu yang seharusnya tidak ada.

Jungkook menunduk sedikit sebelum akhirnya menerima tangan Taehyung.

V tidak mengatakan apa-apa lagi.

Dan saat Jungkook masuk ke dalam mobil bersama Taehyung, ia tidak berani menoleh ke belakang.

Karena ia tahu, jika ia melihat V sekali lagi, semuanya akan semakin kacau.

TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang