HAPPY READING
Jungkook mengerjapkan matanya, kepalanya terasa berat karena kurang tidur. Sudah beberapa minggu sejak ia kembali dari Paris, dan kehidupannya kembali dipenuhi dengan pekerjaan. V masih sama seperti sebelumnya—dingin, menjaga jarak, dan seakan-akan tidak peduli.
Tapi hari ini berbeda.
Jungkook dan V terjebak dalam sebuah situasi yang tak terduga.
"Jangan bilang listrik mati?" Jungkook melirik ke atas, memperhatikan lampu yang tiba-tiba padam. Ia menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya ke dinding kaca ruang kerja mereka.
V berdiri di dekat meja, mengerutkan kening. "Genset kantor harusnya nyala dalam beberapa menit."
"Dan kita harus menunggu di sini?" Jungkook melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah lewat pukul sepuluh malam, artinya hanya ada mereka berdua di lantai ini.
"Tidak ada pilihan lain," jawab V santai, lalu mengambil kursi dan duduk.
Jungkook mendecak, mengusap tengkuknya. Sebenarnya ia lelah, tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Sejak ia kembali dari Paris, ada perasaan aneh yang terus menghantuinya. Antara dia dan V, ada sesuatu yang menggantung—sesuatu yang tidak bisa ia definisikan dengan jelas.
Ia melirik ke arah V, yang kini sibuk dengan ponselnya. Jungkook menggigit bibirnya. Entah karena kelelahan atau dorongan sesaat, ia akhirnya membuka suara.
"Kau masih marah padaku?" tanyanya pelan.
V tidak langsung menjawab. Ia meletakkan ponselnya, lalu menatap Jungkook. "Aku tidak marah."
"Bohong." Jungkook menatapnya balik. "Sejak aku pulang dari Paris, kau bahkan tidak mau berbicara denganku lebih dari tiga kalimat."
V menghela napas, lalu mengusap wajahnya dengan satu tangan. "Jungkook, aku hanya..." Ia menggantungkan kalimatnya, terlihat ragu.
"Apa?" desak Jungkook.
V menatapnya dalam-dalam, lalu tiba-tiba berdiri dan berjalan mendekat. Jungkook refleks mundur, tapi ia terjebak di antara dinding dan tubuh V yang semakin dekat.
"Kenapa kau bertanya seakan-akan kau peduli?" suara V terdengar lebih dalam dari biasanya. "Bukankah kau sudah punya segalanya? Kekasih yang mapan, kehidupan yang nyaman... Kenapa kau masih mengusik aku?"
Jungkook mengerutkan kening. "Aku tidak mengusikmu—"
"Kau pikir aku bodoh?" V menyela, ekspresinya penuh emosi. "Jangan bersikap seolah-olah kau tidak sadar. Kau tahu aku merasa sesuatu padamu, tapi kau tetap datang... tetap menatapku dengan tatapan itu..."
Jungkook menahan napas. Dadanya terasa sesak. Ia ingin menyangkal, tapi lidahnya kelu.
V tersenyum miring, matanya gelap. "Aku benci diriku sendiri karena tidak bisa menghindar darimu."
"V..."
"Aku sudah berusaha, Jungkook." Suara V melembut, tapi penuh luka. "Tapi kau tetap ada di kepalaku. Aku tidak bisa menghapusmu."
Jungkook merasakan dadanya berdegup lebih cepat. Napasnya memburu ketika tangan V terangkat, jari-jarinya menyentuh dagunya.
"Katakan, Jungkook," bisiknya. "Apa kau juga merasa hal yang sama?"
Jungkook membuka mulutnya, tapi tidak ada kata yang keluar. Ia tidak perlu menjawab, karena detik berikutnya, V mencondongkan tubuhnya dan mencium bibirnya.
Ciuman itu bukan sekadar ciuman biasa. Itu penuh dengan amarah, kepedihan, dan hasrat yang tertahan terlalu lama.
Jungkook sempat mencoba menolak, tapi tangan V menahan tengkuknya, memperdalam ciuman mereka. Jungkook tahu ini salah—sangat salah. Tapi tubuhnya tidak bisa berbohong. Ia membalas ciuman itu, membiarkan dirinya terhanyut dalam emosi yang selama ini ia pendam.
Tangan V meremas pinggangnya, membuatnya sedikit terangkat. Napas mereka saling bercampur, semakin cepat dan berantakan. Jungkook mencengkeram bahu V, berusaha menarik diri, tapi V semakin mempererat pegangannya.
Namun, sebelum semuanya benar-benar lepas kendali, V tiba-tiba menghentikan ciuman itu.
Mereka berdua terengah-engah, saling menatap dalam diam.
Jungkook menelan ludah, jantungnya masih berdetak kencang. "Ini... salah," bisiknya.
V tertawa kecil, tapi terdengar getir. "Tentu saja."
Hening.
Kemudian, tanpa berkata apa-apa lagi, V melangkah mundur dan berbalik, meninggalkan Jungkook yang masih berdiri terpaku di tempatnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Fanfiction[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)