HAPPY READING
V tidak menyukai perhatian yang tidak perlu.
Dan sekarang, ia merasa ada terlalu banyak mata yang memperhatikannya, terutama dari dua orang senior di kantornya—Jung Hoseok dan Kim Seokjin.
Hoseok dan Seokjin adalah rekan kerja sekaligus atasan yang cukup dihormati di perusahaan. Mereka sudah bekerja di sini cukup lama, dan lebih dari itu, mereka adalah sepupu Jungkook.
Dan mereka tampaknya mulai menyadari sesuatu.
Pagi itu, V baru saja duduk di meja kerjanya ketika Seokjin mendekat dan meletakkan secangkir kopi di mejanya. "Pagi, V."
V menatapnya dengan curiga. "Ada apa?"
Seokjin tersenyum santai. "Tidak ada. Aku hanya ingin mengobrol sebentar."
V mengernyit. "Sejak kapan kau ingin mengobrol denganku?"
"Santai, aku tidak akan menggigit." Seokjin menarik kursi dan duduk di depan V. "Aku cuma penasaran soal sesuatu."
V mendesah, sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini. "Kalau ini tentang pekerjaan, silakan tanya. Kalau bukan, aku sibuk."
Seokjin terkekeh. "Kenapa buru-buru? Aku cuma mau tanya tentang Jungkook."
V langsung mengetik lebih cepat di keyboardnya, pura-pura tidak peduli. "Apa yang mau kau tanyakan?"
"Apa hubunganmu dengannya?" Seokjin bertanya langsung, tanpa basa-basi.
V menghentikan tangannya sejenak sebelum akhirnya menoleh ke Seokjin. "Kami hanya rekan kerja."
"Oh, rekan kerja?" Seokjin menaikkan alis. "Tapi sepertinya kau agak berbeda dengannya."
"Apa maksudmu?"
"Sikapmu," kata Seokjin santai. "Aku sudah lama bekerja denganmu, V. Kau tidak pernah terlalu akrab dengan siapa pun di kantor. Tapi dengan Jungkook, kau lebih sering berbicara, kadang terlihat memperhatikannya, dan sekarang tiba-tiba menjauh."
V menahan napas. "Itu hanya perasaanmu."
Seokjin tersenyum kecil, tapi sebelum ia bisa menanggapi, suara lain datang dari belakang mereka.
"Apa yang kalian bicarakan?"
Hoseok.
V semakin tidak nyaman. Ia tidak ingin dua orang ini membicarakan Jungkook dengannya.
"Kami sedang membahas hubungan V dan Jungkook," jawab Seokjin santai.
"Oh?" Hoseok menatap V dengan penuh minat. "Menarik. Aku juga penasaran, sih. Kau ada perasaan pada sepupuku, V?"
V hampir tertawa saking absurnya pertanyaan itu. "Tentu saja tidak."
"Benarkah?" Hoseok menyipitkan mata, lalu melirik Seokjin. "Kau percaya?"
Seokjin mengangkat bahu. "Kurasa tidak sepenuhnya."
V menghela napas panjang. "Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan, tapi aku tidak ada hubungan apa pun dengan Jungkook. Aku juga tidak tertarik padanya."
Seokjin dan Hoseok saling berpandangan sejenak sebelum akhirnya tertawa kecil.
"Baiklah, kalau kau bilang begitu," kata Hoseok, meski dari nadanya jelas-jelas terdengar bahwa ia tidak benar-benar percaya.
Seokjin menepuk bahu V sebelum berdiri. "Kami tidak akan mengusikmu lebih jauh. Tapi kalau suatu hari kau mau mengaku, kami akan mendengarkan."
Setelah mereka pergi, V kembali menatap layar komputernya.
Sial.
Kenapa orang-orang mulai menyadari ini?
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Fanfiction[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)