HAPPY READING
Waktu berjalan tanpa ampun.
Hari ini, tepat hari ke-240 sejak Jungkook mulai bekerja di perusahaan ini. Hari terakhirnya.
Jungkook berdiri di depan cermin di toilet kantor, menatap bayangannya sendiri. Setelan kerja yang rapi, wajah yang tetap terlihat tenang, tapi matanya—mata itu penuh dengan sesuatu yang berat. Kecewa, lelah, dan mungkin sedikit kehilangan.
Di luar, suasana kantor sedang riuh. Rekan kerja mengadakan perpisahan kecil untuknya, ada yang memberi hadiah, ada yang sekadar bertepuk tangan dan mengucapkan selamat jalan. Jungkook tersenyum, berterima kasih, mencoba terlihat biasa saja.
Tapi V belum berbicara padanya hari ini.
Dan ketika Jungkook berpikir mungkin mereka tidak akan berbicara sama sekali, suara langkah kaki terdengar memasuki toilet.
"Jungkook."
Jungkook tidak perlu berbalik untuk tahu siapa yang memanggilnya.
V berhenti di belakangnya, kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. "Kau sibuk?"
Jungkook menghela napas pelan, lalu berbalik. "Tidak."
Hening.
V menatapnya dalam-dalam, seolah mencari sesuatu di mata Jungkook yang kini sulit untuk dibaca. "Jadi, ini benar-benar hari terakhirmu."
Jungkook mengangguk. "Kontrakku habis."
Hening lagi.
V tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi Jungkook menundukkan kepala, menghindari tatapannya. "Aku sudah memutuskan, V."
V terdiam. "Memutuskan apa?"
"Aku tidak bisa," suara Jungkook rendah, nyaris seperti bisikan. "Aku masih kecewa, masih berat. Taehyung sudah menghancurkan banyak hal dalam hidupku. Aku belum bisa berpikir untuk siapa pun lagi."
V menatap Jungkook tanpa ekspresi. Lalu, tanpa peringatan, ia menarik Jungkook ke dalam pelukannya.
Jungkook membeku.
"Aku tahu," bisik V di dekat telinganya. "Aku tahu kau belum siap, aku tahu kau masih sakit. Aku tidak akan memaksa."
Jungkook mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Pelukan ini terasa hangat—terlalu hangat. Sesuatu di dalam dirinya ingin membalasnya, tapi sesuatu yang lain masih terlalu ragu.
V mengeratkan pelukannya. "Aku hanya ingin kau tahu, aku ada di sini. Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan memaksamu untuk memilih apa pun sekarang."
Jungkook menghela napas berat di dada V. "Aku... aku tidak ingin mengecewakanmu."
V tersenyum kecil, meski Jungkook tidak bisa melihatnya. "Kau tidak mengecewakanku. Aku bisa menunggu."
Jungkook menutup matanya sejenak, membiarkan dirinya merasakan pelukan ini sebentar saja.
Lalu, dengan pelan, ia mendorong V sedikit, melepaskan diri. "Terima kasih."
V menatapnya dalam-dalam sebelum akhirnya mengangguk. "Kalau begitu... sampai nanti, Jungkook."
Jungkook tidak menjawab. Ia hanya menatap V sekali lagi sebelum berbalik, melangkah keluar dari toilet—dan dari babak ini dalam hidupnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Fanfic[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)