HAPPY READING
Jungkook duduk diam di dalam mobil, jari-jarinya saling meremas di pangkuannya. Di sampingnya, Taehyung menyetir dengan tenang, wajahnya tetap tanpa ekspresi seperti biasa.
Tidak ada yang berbicara sejak mereka meninggalkan kantor.
Jungkook tahu Taehyung pasti lelah. Perjalanan dari Paris ke Seoul tidaklah singkat, dan sekarang dia ada di sini, duduk di sampingnya, seakan mereka tidak terpisah ribuan kilometer selama berbulan-bulan.
"Apa kau marah?" suara Taehyung akhirnya memecah keheningan.
Jungkook menoleh, menatap profil wajah laki-laki itu. Taehyung tampak santai, tapi Jungkook tahu lebih baik dari siapa pun bahwa di balik wajah tenangnya, ada segudang pikiran yang berputar di kepalanya.
"Aku tidak marah." Jungkook menghela napas. "Aku hanya terkejut."
Taehyung meliriknya sekilas. "Kejutan yang bagus atau buruk?"
Jungkook mengerjapkan matanya. "Entahlah."
Taehyung tidak bertanya lebih lanjut.
Setelah beberapa saat, mobil mereka akhirnya berhenti di parkiran apartemen Jungkook. Jungkook keluar lebih dulu, sementara Taehyung mengikutinya dari belakang.
Begitu masuk ke dalam apartemen, Jungkook baru menyadari sesuatu.
"Aku tidak menyiapkan apa pun," katanya sambil berbalik menghadap Taehyung. "Aku tidak tahu kau akan datang, jadi—"
Taehyung menutup pintu di belakangnya, lalu dalam satu langkah panjang, dia sudah berdiri di depan Jungkook.
Jungkook tersentak saat tubuhnya ditarik ke dalam pelukan erat.
Jantungnya langsung berdebar kencang.
Taehyung mengubur wajahnya di bahu Jungkook, menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam.
Jungkook membeku sejenak sebelum akhirnya mengangkat tangannya dan membalas pelukan itu.
"Aku merindukanmu."
Suara Taehyung terdengar pelan, nyaris seperti bisikan, tapi itu cukup untuk membuat dada Jungkook terasa sesak.
Jungkook menutup matanya. "Aku juga."
Mereka tetap berdiri seperti itu selama beberapa saat, menikmati kehadiran satu sama lain tanpa berkata apa-apa.
Saat akhirnya Taehyung melepaskan pelukan itu, ia menatap Jungkook dengan mata yang lebih lembut.
"Kau sudah makan?" tanyanya.
Jungkook menggeleng. "Belum."
Taehyung tersenyum tipis. "Ayo kita makan malam di luar."
Jungkook mengangkat alisnya. "Aku bisa memasak sesuatu di sini."
"Tapi aku ingin mengajakmu kencan."
Jungkook terdiam.
Kata itu—kencan—sudah lama tidak mereka gunakan.
Senyum kecil muncul di wajahnya. "Baiklah."
⸻
Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka pergi ke salah satu restoran mewah di pusat kota. Taehyung, seperti biasa, tidak membiarkan Jungkook membayar apa pun.
"Aku bisa membayar makananku sendiri," protes Jungkook saat mereka duduk di meja.
Taehyung hanya meliriknya santai. "Aku tahu."
"Tapi kau tetap ingin membayarkannya?"
Taehyung mengangkat bahu. "Aku selalu membayarkan makananmu."
Jungkook mendesah. "Kau tidak harus selalu melakukannya."
Taehyung tersenyum kecil. "Tapi aku suka melakukannya."
Jungkook menggeleng sambil mengambil menunya.
Makan malam mereka berjalan nyaman, dengan Taehyung sesekali menyentuh tangan Jungkook di atas meja atau menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan sebentar di sekitar kota. Taehyung menggenggam tangan Jungkook sepanjang waktu, tidak peduli meskipun ada orang yang memperhatikan mereka.
Jungkook menikmati kebersamaan itu, membiarkan dirinya tenggelam dalam momen tanpa memikirkan hal lain.
Saat mereka kembali ke apartemen, Taehyung langsung menjatuhkan dirinya di kasur Jungkook dengan ekspresi lelah.
Jungkook tertawa kecil. "Lelah?"
"Hmm." Taehyung menarik Jungkook ke atas kasur, membuatnya berbaring di sebelahnya.
Jungkook tidak menolak.
Mereka berbaring berdampingan, saling menatap dalam diam.
Lalu, perlahan, Taehyung mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Jungkook.
Jungkook menahan napas.
"Kau semakin tampan," bisik Taehyung.
Jungkook tertawa kecil. "Aku selalu tampan."
Taehyung tersenyum sebelum akhirnya menundukkan wajahnya, mengecup kening Jungkook dengan lembut.
"Selamat malam, sayang."
Jungkook menatapnya sebelum membalas pelan. "Selamat malam."
Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Jungkook merasa benar-benar tenang dalam pelukan Taehyung.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Fiksi Penggemar[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)