HAPPY READING
Suasana di ruang makan keluarga Kim di Paris begitu tegang. Hanya suara denting sendok dan garpu yang sesekali terdengar saat Amélie Laurent menyentuh makanannya dengan malas. Kim Jisoo duduk di seberangnya dengan ekspresi serius, sementara Taehyung hanya diam di samping ayahnya, menunggu badai yang sudah terasa di udara.
"Ayah," Taehyung akhirnya berbicara, memecah keheningan. "Aku ingin membicarakan sesuatu."
Jisoo menatap putranya dengan tenang. "Tentang Jungkook?"
"Ya," Taehyung mengangguk. "Aku ingin menikah dengannya."
Amélie yang baru saja akan menyeruput anggur putihnya tiba-tiba membanting gelasnya ke meja, membuat suara nyaring yang hampir membuat Taehyung tersentak.
"Taehyung, jangan mengada-ada," katanya dingin. "Kau belum serius, kan?"
"Aku sangat serius, Ibu," Taehyung menatap ibunya dengan mantap. "Aku mencintai Jungkook, dan aku ingin hidup bersamanya."
Amélie tertawa kecil, tapi penuh sarkasme. "Jadi kau ingin menikahi bocah Korea itu? Benar-benar ingin mengikat dirimu dengan seseorang dari negara yang sama dengan wanita jalang itu?"
Jisoo yang sedari tadi diam langsung menatap istrinya tajam. "Amélie!"
"Apa? Aku salah?" Amélie menoleh ke suaminya dengan sorot mata penuh kemarahan. "Aku sudah bilang dari awal, aku tidak akan menerima siapa pun dari Korea di keluargaku. Aku tidak mau melihat laki-laki itu masuk ke dalam rumah ini lagi. Aku sudah cukup bersikap baik dengan membiarkannya tinggal di sini, tapi lihat bagaimana dia pergi! Tanpa sopan santun, tanpa rasa hormat!"
Jisoo menghela napas panjang. "Dia pergi karena kau memperlakukannya seperti pembantu, Amélie."
"Oh, jadi sekarang kau membelanya?" Amélie menyipitkan matanya. "Kau membela anak itu lebih dari istrimu sendiri?"
"Aku membela keadilan!" suara Jisoo meninggi. "Dan aku tidak akan membiarkan kau terus-menerus membenci seseorang hanya karena masa lalu yang seharusnya sudah kita tinggalkan!"
Amélie tertawa sinis. "Tinggalkan? Bagaimana aku bisa meninggalkannya, Jisoo? Kau pikir aku bisa lupa begitu saja bagaimana kau mengkhianatiku dengan wanita Korea itu?! Kau pikir aku bisa melupakan semua penghinaan yang aku terima karena kau memilih perempuan rendahan dari negara asalmu?!"
Wajah Jisoo mengeras. "Itu sudah dua puluh tahun yang lalu, Amélie. Aku menyesalinya seumur hidupku, dan aku sudah membuktikan bahwa aku tidak pernah mengulanginya lagi!"
"Tapi kau tetap melakukannya!" Amélie memukul meja dengan frustrasi. "Kau menghancurkan rasa percaya diriku, harga diriku! Aku meninggalkan negaraku, meninggalkan segalanya untuk hidup denganmu, dan kau membalasnya dengan selingkuh dengan seorang wanita Korea?! Lalu sekarang, anak kita ingin menikahi satu lagi?!"
"Jungkook bukan aku," kata Jisoo dengan nada lebih tenang tapi tajam. "Dan dia bukan wanita itu. Kau tidak bisa menyamakan mereka hanya karena latar belakang mereka sama."
Amélie menggelengkan kepalanya. "Kau tidak akan pernah mengerti, Jisoo. Kau tidak tahu bagaimana rasanya dicurangi, dihina, merasa tidak cukup hanya karena aku bukan orang Korea di mata keluargamu saat itu!"
"Kau tahu itu tidak benar!" suara Jisoo mulai bergetar karena emosi. "Aku meninggalkan Korea untuk bersamamu! Aku melawan keluargaku sendiri untuk mempertahankan pernikahan kita, dan sekarang kau menganggap seolah aku tidak pernah melakukan apa pun untukmu?"
"Kalau kau benar-benar mencintaiku, kau tidak akan mengkhianatiku dulu!"
"Dan kalau kau benar-benar mencintaiku, kau akan berhenti menyamaratakan semua orang Korea sebagai pengkhianat!"
Keheningan mendadak memenuhi ruangan. Taehyung menatap kedua orang tuanya dengan wajah pucat. Ia tidak pernah melihat ayahnya setegang ini, dan ibunya semarah ini.
Amélie menggigit bibirnya dengan mata berkaca-kaca. "Aku tidak bisa," katanya dengan suara lebih pelan. "Aku tidak bisa melihat Jungkook tanpa mengingat bagaimana wanita itu menghancurkan hidupku."
Jisoo menatap istrinya dengan tatapan kecewa. "Maka kau akan kehilangan putramu."
Amélie menegang.
"Jika kau terus memaksakan kebencian ini, kau akan kehilangan Taehyung seperti kau hampir kehilangan aku dulu," lanjut Jisoo dengan nada dingin. "Kebencianmu akan menghancurkan keluarga ini lebih dari yang sudah kau lakukan selama bertahun-tahun."
Amélie menelan ludah, tapi tidak mengatakan apa-apa. Taehyung mengalihkan pandangannya dari ibunya, hatinya terasa begitu berat.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
240 DAYS - Taekook [BxB]
Fanfiction[END] Jeon Jungkook tidak percaya bahwa Tuhan maha membolak balikan hati manusia karna dia merasa rasa cinta nya untuk kekasihnya sudah sangat besar, namun apa di kata jika dia malah jatuh cinta pada atasan nya di kantor yang hanya bekerja selama 24...
![240 DAYS - Taekook [BxB]](https://img.wattpad.com/cover/379157855-64-k4244.jpg)