Chapter 11

288 34 0
                                        

HAPPY READING




Beberapa bulan berlalu dengan cepat.

Selama itu, Jungkook tetap bekerja, tetap berusaha menjalani harinya dengan normal meski ada sesuatu yang berubah.

V sudah kembali ke versinya yang lama—dingin, tidak peduli, dan menjaga jarak. Jungkook tidak pernah lagi mendapat lirikan panjang darinya, tidak ada lagi percakapan panjang di luar urusan kerja, dan tidak ada lagi tatapan yang membuatnya bertanya-tanya.

Mungkin memang lebih baik begitu.

Mungkin.

Namun, sebelum Jungkook sempat berpikir lebih jauh tentang V, hidupnya kembali berputar arah.

Hari itu, saat ia baru saja selesai bekerja dan hendak pulang, ponselnya bergetar di dalam saku jasnya.

Taehyung

Jantungnya berdebar pelan. Ia sudah lama tidak mendapat kabar dari Taehyung. Tentu saja, mereka masih berkomunikasi, tapi akhir-akhir ini terasa lebih jarang.

Jungkook menjawab panggilan itu. "Halo?"

"Sayang," suara berat Taehyung terdengar lembut di telinganya, seperti biasanya. "Kau sedang apa?"

"Aku baru selesai bekerja," jawab Jungkook sambil berjalan keluar dari gedung kantor. "Kenapa tiba-tiba menelepon?"

"Aku ada di Korea."

Langkah Jungkook terhenti. "Apa?"

"Aku sudah di Korea," ulang Taehyung, terdengar geli. "Dan aku ada di depan kantormu sekarang. Aku menunggumu."

Jungkook refleks menoleh ke arah depan gedung, dan benar saja—di sana, bersandar santai di mobil hitamnya, adalah Kim Taehyung.

Jungkook langsung melepas ponselnya dari telinga, matanya membulat tak percaya.

"Taehyung!"

Tanpa pikir panjang, Jungkook langsung berlari menghampiri pria itu.

Taehyung menyambutnya dengan tawa kecil, dan saat Jungkook sudah cukup dekat, Taehyung merentangkan tangannya lebar-lebar.

Jungkook langsung melompat ke dalam pelukan pria itu, kedua tangannya melingkar erat di leher Taehyung, sementara kaki Taehyung sedikit mundur karena dorongan Jungkook.

"Aku merindukanmu!" suara Jungkook terdengar setengah manja, setengah lega.

Taehyung tertawa pelan, tangannya melingkari pinggang Jungkook erat. "Aku juga, Sayang. Aku juga."

Jungkook semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan wajahnya di leher Taehyung, menghirup aroma yang sudah lama tidak ia rasakan.

Di belakang mereka, beberapa pegawai yang masih ada di kantor memperhatikan dengan pandangan penuh arti, tapi Jungkook tidak peduli. Ia hanya ingin menikmati momen ini.

Namun, yang tidak ia sadari adalah sepasang mata tajam yang berdiri tidak jauh dari sana, menyaksikan pemandangan itu dengan rahang mengatup keras.

V berdiri di dekat lobi, satu tangan memegang map dokumen, matanya tidak berkedip sedikit pun saat melihat Jungkook yang begitu bahagia di dalam pelukan pria lain.

Setelah beberapa saat, Jungkook melepas pelukannya dan menatap Taehyung dengan senyum lebar. "Kenapa tidak memberitahuku kalau kau akan datang?"

"Aku ingin membuat kejutan," jawab Taehyung sambil mengusap pipi Jungkook dengan ibu jarinya. "Dan aku ingin melihat reaksimu saat melihatku."

Jungkook tertawa kecil. "Dasar menyebalkan."

Taehyung tersenyum lembut sebelum tiba-tiba menarik Jungkook lebih dekat, lalu mengecup bibirnya tanpa peringatan.

Jungkook sempat membelalakkan mata, tapi detik berikutnya ia membalas ciuman itu dengan penuh kerinduan.

Bibir mereka saling bertaut, gerakannya perlahan tapi penuh makna. Taehyung mengecup bibir Jungkook beberapa kali sebelum akhirnya memperdalam ciuman mereka.

Jungkook meleleh di tempat.

V mengepalkan tangannya.

Setelah beberapa saat, Taehyung akhirnya melepas bibir Jungkook, menatap pria itu dengan pandangan lembut dan penuh cinta.

"Ayo pergi dari sini," bisiknya. "Aku ingin menghabiskan waktu denganmu."

Jungkook mengangguk, masih tersenyum lebar. "Oke."

Dan dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam, Taehyung menarik Jungkook menuju mobilnya, meninggalkan V yang masih berdiri diam di tempatnya, dengan tatapan penuh emosi yang sulit dijelaskan.


Di dalam mobil, Jungkook masih belum bisa berhenti tersenyum. Tangannya terus menggenggam tangan Taehyung, meremasnya sesekali seolah memastikan bahwa ini bukan mimpi.

"Kau benar-benar datang," gumamnya pelan. "Aku masih tidak percaya."

Taehyung tersenyum sambil melirik sekilas ke arahnya sebelum kembali fokus menyetir. "Aku kan bilang aku akan datang, Sayang."

Jungkook mendengus kecil. "Tapi kau tidak bilang kapan."

"Itu bagian dari kejutan," jawab Taehyung santai. "Dan aku senang karena reaksimu manis sekali."

Jungkook tertawa pelan sebelum akhirnya bersandar lebih nyaman di kursinya. Tangannya masih dalam genggaman Taehyung, dan ia tidak ingin melepasnya.

"Aku ingin mengajakmu liburan," kata Taehyung tiba-tiba.

Jungkook menoleh. "Liburan?"

Taehyung mengangguk, bibirnya membentuk senyum kecil. "Ke Paris."

Jungkook terdiam beberapa detik, mencoba mencerna perkataan itu.

"Kau ingin aku ikut ke Paris?" tanyanya akhirnya.

"Bukan hanya sekadar ikut," Taehyung menoleh sekilas dengan tatapan lembut. "Aku ingin kau bertemu dengan orang tuaku."

Jungkook membeku.

Sama sekali tidak menyangka bahwa Taehyung akan mengatakan hal seperti itu.

Taehyung mengajaknya ke Paris.

Dan... memperkenalkannya ke orang tua Taehyung?

Jungkook membuka mulut, tapi tidak ada suara yang keluar.

"Sayang?" Taehyung meliriknya lagi, suaranya lembut.

Jungkook menelan ludah sebelum akhirnya berusaha berbicara. "K-Kau serius?"

"Tentu saja aku serius."

"Tapi... kenapa tiba-tiba?"

Taehyung menarik napas pelan, lalu meremas tangan Jungkook lebih erat. "Aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa aku serius dengan hubungan kita."

Jungkook masih terdiam, jantungnya berdegup kencang.

Taehyung ingin memperkenalkannya ke orang tua?

Apa ini berarti...

"Aku ingin kita melangkah ke tahap berikutnya, Jungkook."

Jungkook mengangkat wajahnya dengan cepat, menatap Taehyung dengan mata melebar.

"Tahap berikutnya?" ulangnya pelan.

Taehyung tersenyum. "Aku ingin menikah denganmu."

Jungkook hampir lupa cara bernapas.

Menikah.

Kim Taehyung ingin menikah dengannya.

Sebuah rasa hangat menyebar di dadanya, membuat matanya terasa panas.

"Aku tahu mungkin kau masih butuh waktu," lanjut Taehyung pelan



TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang