Chapter 19

301 40 0
                                        

HAPPY READING




Jungkook menghela napas panjang. Ia sudah melakukan semua yang bisa dilakukan. Ia sudah mencoba berbicara dengan lembut, bersikap sopan, dan bahkan berusaha menyesuaikan diri dengan keluarga Taehyung. Tapi tetap saja, Amélie Laurent, ibu Taehyung, tak pernah menunjukkan tanda-tanda penerimaan.

Hari ini adalah kesempatan terakhirnya. Taehyung memintanya untuk makan malam bersama keluarganya, berharap suasana lebih mencair. Jungkook pun datang dengan penuh harapan, tetapi hasilnya tetap sama—bahkan lebih buruk.

Saat mereka duduk di ruang makan, Amélie terus melontarkan komentar tersirat yang merendahkan Jungkook.

"Kau berasal dari keluarga seperti apa, Jeon?" tanyanya dengan nada anggun tapi menusuk.

Jungkook menegakkan punggungnya. "Keluarga sederhana, Madame. Tapi kami bahagia."

Amélie tersenyum kecil, tapi sinis. "Sederhana, ya?" Ia menyesap anggurnya perlahan. "Ayah dan ibumu bekerja sebagai apa?"

Jungkook menelan ludah. Ia tahu pertanyaan itu bukan sekadar basa-basi. "Ayah saya seorang guru, dan ibu saya ibu rumah tangga."

Seakan itu adalah jawaban yang paling mengecewakan, Amélie mendengus kecil. "Ah... Tidak ada latar belakang bisnis atau akademis yang kuat, ya? Aku mengerti."

Kim Jisoo, ayah Taehyung, melirik istrinya dengan tatapan peringatan, tapi tidak berkata apa-apa. Taehyung sendiri terlihat tidak nyaman.

Jungkook menggenggam sendok di tangannya lebih erat. Ia masih bisa bersabar. Tapi yang terjadi setelahnya adalah pukulan terakhir.

Ketika ia membantu membawa piring kotor ke dapur—sebuah kebiasaan yang wajar baginya—Amélie mendekat dan berbisik dengan suara rendah namun tajam.

"Kau tidak cocok untuk Taehyung. Kau hanya orang biasa yang berusaha masuk ke dunia yang bukan milikmu."

Jungkook menoleh, matanya melebar.

"Kau pikir hanya dengan datang ke sini dan bersikap baik, aku akan menerimamu?" Amélie melanjutkan dengan nada merendahkan. "Aku tidak butuh menantu dari Korea lagi dalam hidupku. Kau hanya pengingat masa lalu yang ingin aku lupakan."

Jungkook mengepalkan tangannya. Ia sudah cukup menahan diri. Ia sudah cukup berusaha. Tapi ini... ini terlalu jauh.

Dengan napas gemetar, ia meletakkan piring di bak cuci dan berjalan keluar menuju ruang makan.

Taehyung memandangnya dengan heran. "Sayang, kau mau ke mana?"

Jungkook menatap Taehyung dengan mata berkaca-kaca. "Aku sudah cukup."

Taehyung mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

Jungkook menatapnya dengan penuh luka. "Aku sudah mencoba, Taehyung. Aku sudah mencoba berkali-kali. Aku sudah menahan semuanya, menerima semuanya, berharap segalanya akan berubah. Tapi aku sadar... tidak ada yang akan berubah."

Ruangan menjadi sunyi. Kim Jisoo menatap mereka dengan ekspresi serius, sementara Amélie masih terlihat angkuh, seolah sudah memperkirakan ini akan terjadi.

"Jungkook..." Taehyung menggenggam tangan Jungkook, tapi pria itu menarik tangannya.

"Aku lelah, Taehyung," suara Jungkook bergetar. "Aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa terus-menerus berjuang sendirian. Aku tidak bisa terus merasa tidak diterima, terus berusaha sementara ibumu tidak pernah menginginkanku di sini."

"Tapi... kita bisa—"

"Tidak, Taehyung," Jungkook memotong. "Aku sudah berusaha cukup lama. Jika kau benar-benar mencintaiku, seharusnya kau membelaku. Seharusnya kau melindungiku."

Taehyung tampak tertegun. "Aku tidak bisa melawan ibuku, Jungkook. Aku... aku ingin kita bersama, tapi aku juga tidak ingin menyakiti keluargaku."

Jungkook tersenyum kecil, tapi pahit. "Dan aku tidak bisa terus menjadi orang yang mengalah, Taehyung."

Sunyi. Hanya terdengar suara detak jam di dinding.

Lalu, dengan suara mantap, Jungkook berkata, "Aku menyerah. Kita selesai."

Taehyung tampak seperti kehilangan seluruh dunianya dalam sekejap. "Jungkook... jangan."

Jungkook menatapnya untuk terakhir kalinya sebelum berbalik. Ia berjalan keluar rumah itu dengan hati yang hancur, meninggalkan Taehyung yang masih terpaku di tempatnya.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Taehyung merasa benar-benar kalah.


TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang