Chapter 17

290 40 0
                                        

HAPPY READING



Jungkook tahu cepat atau lambat ini akan terjadi, tetapi ia tidak menyangka akan secepat ini.

Hari itu, ketika jam kerja hampir selesai, V tiba-tiba menariknya masuk ke dalam ruangannya.

"Kau sibuk?" tanya V santai, meskipun ekspresinya sama sekali tidak terlihat santai.

Jungkook menghela napas. "Jika kau ingin memberiku tugas tambahan, berikan saja. Aku tidak akan menolak."

V menatapnya lama, lalu mendecakkan lidah. "Kenapa kau berubah seperti ini? Sejak kembali dari Paris, sikapmu menjadi lebih dingin. Apa aku mengganggumu?"

Jungkook menoleh dengan tatapan lelah. "Aku hanya tidak memiliki waktu untuk hal lain."

V menyipitkan mata. "Hal lain? Maksudmu aku?"

Sebelum Jungkook sempat menjawab, pintu ruangan tiba-tiba terbuka dengan kasar. Taehyung berdiri di ambang pintu dengan ekspresi gelap.

"Apa yang kau lakukan di sini, Jungkook?" tanyanya dengan nada menekan.

Jungkook mengernyit. "Bekerja."

"Dengan dia?" Taehyung melirik tajam ke arah V.

V yang sejak tadi bersandar di meja hanya tersenyum miring. "Ada masalah?"

Taehyung melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. "Tentu saja ada."

Jungkook mulai merasa kepalanya akan meledak. "Bisakah kalian tidak membuat keributan?"

Namun, V justru menatap Taehyung dengan penuh provokasi. "Kau benar-benar posesif, ya? Aku sampai merasa kasihan pada Jungkook."

Jungkook mendesis. "V, diam."

Namun, semuanya sudah terlambat.

Taehyung melayangkan tinjunya tanpa berpikir panjang.

Bugh!

Tetapi bukan V yang terkena pukulan itu.

Jungkook, yang berdiri di antara mereka, menerima hantaman itu tepat di pelipisnya. Tubuhnya terhuyung sebelum akhirnya jatuh ke lantai.

"Jungkook!"

Keadaan langsung berubah kacau. V segera berlutut dan mengecek kondisinya, sementara Taehyung membeku, terkejut karena tanpa sengaja melukai orang yang paling ia cintai.

Jungkook terbangun dengan kepala yang terasa berdenyut. Ruangan serba putih ini... rumah sakit?

Ia melirik ke samping dan mendapati dua pria yang paling membuatnya frustrasi sedang duduk di sana.

"Aku sedang bermimpi buruk atau kalian benar-benar ada di sini?" tanyanya dengan suara serak.

V tersenyum kecil. "Sayangnya, ini kenyataan."

Jungkook merintih pelan sebelum menatap Taehyung yang menunduk. "Kau yang memukulku?"

"...Iya," jawab Taehyung lirih. "Aku tidak sengaja."

Jungkook memijat pelipisnya. "Jadi kalian benar-benar bertengkar di kantor?"

"Itu bukan salahku," sahut V santai. "Aku hanya mengatakan fakta."

"Diam," Jungkook menatapnya tajam sebelum mengalihkan pandangan kepada Taehyung. "Dan kau? Kenapa kau tidak bisa mengendalikan emosimu?"

Taehyung semakin menunduk. "Maaf."

Jungkook menghela napas panjang. "Aku tidak percaya aku harus mengurus dua pria dewasa yang bertindak seperti anak kecil."

V hanya terkekeh, sementara Taehyung masih tampak menyesal.

Lalu, tiba-tiba terdengar suara ribut.

"Aku yang pertama kali datang ke sini, jadi aku yang berhak duduk lebih dekat dengan Jungkook!" kata Taehyung keras.

"Apa? Kau pikir aku akan menyerahkan tempatku begitu saja?" balas V sinis. "Kau bahkan tidak bisa menjaga emosimu sendiri, jadi jelas aku yang lebih pantas berada di sini."

Taehyung mencibir. "Lucu sekali. Kau hanya mencari kesempatan untuk mendekatinya."

"Kau pikir kau tidak?"

Keduanya saling berhadapan dengan wajah penuh emosi.

Jungkook, yang hanya bisa terbaring, mengerang frustasi. "Astaga, bisakah kalian berhenti?"

"Tanya saja pada dia," V menunjuk Taehyung. "Dia yang selalu memulai."

Taehyung mendengus. "Aku? Kau pikir aku senang melihatmu selalu berusaha menarik perhatian Jungkook?"

"Oh, jadi kau mengakui kalau aku menarik perhatian Jungkook?" V menaikkan alis dengan nada mengejek.

Taehyung terdiam sejenak sebelum mendengus kesal. "Itu bukan maksudku."

Jungkook menutup wajahnya dengan selimut. "Tuhan, tolong selamatkan aku dari dua orang ini."

Namun, V dan Taehyung tetap bertengkar kecil, kali ini memperebutkan siapa yang harus mengganti perban di kepala Jungkook.

"Aku pacarnya, aku yang lebih berhak."

"Tapi aku atasannya, dan aku yang membawa dokter ke sini pertama kali."

"Dan? Itu tidak mengubah fakta bahwa aku lebih penting bagi Jungkook."

Jungkook menghela napas panjang. "Lebih baik kalian keluar saja sebelum aku yang keluar dari ruangan ini."

Keduanya langsung terdiam.

Setelah beberapa saat hening, mereka malah berebutan mengambil air minum untuk Jungkook.

"Ini untukmu, Jungkook." Taehyung menyerahkan gelas air putih.

V langsung menariknya. "Tidak, biarkan aku saja."

"Kau pikir aku akan menyerahkan ini kepadamu?"

"Apa masalahnya? Kau bisa ambil gelas lain."

Jungkook hanya bisa menggeleng pasrah melihat dua orang itu memperebutkan gelas air mineral seperti anak kecil. Sejujurnya, meski frustasi, melihat mereka bertingkah seperti ini sedikit menghiburnya.

Untuk sesaat, ia bisa melupakan semua kekacauan dalam hidupnya.




TBC

240 DAYS - Taekook [BxB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang