seorang keturunan mafia besar yang jatuh cinta dengan seorang dokter cantik. pada awalnya si dokter tak ingin jatuh cinta dengan si mafia. karena mafia yang mempunyai sifat dingin.
Zean, Gito, dan gracio mengikuti oppa perwira untuk menuju ke arah ruang kerja miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Pinterest)
"Duduk" ucap oppa.
Zean, Gito, dan gracio langsung duduk di sofa yang menghadap ke arah oppa. Oppa perwira berjalan ke arah mejanya lalu membuka laci mengambil sesuatu. Ketiga laki laki itu memperhatikan oppa perwira.
"Zean oppa ingin kamu tau sesuatu" ucap oppa berwira yang membawa sebuah album foto, sambil berjalan menuju meja di depan sofa itu.
Oppa memberikan album itu kepada zean. "Buka" ucap oppa.
Zean mengambil album itu dan membukanya, dia melihat dirinya kecil dengan dua orang anak kecil juga yang dia tak ingat siapa mereka.
"Ini siapa oppa" tanya zean sambil dirinya terus membolak balik album itu.
"Foto anak kecil yang bersamamu itu. Mereka, Gito dan gracio" ucap oppa yang menjeda ucapannya.
Zean kaget dengan apa yang oppanya katanya dia melihat ke arah Gito dan gracio bergantian. Gito dan gracio yang di tatap menundukkan kepalanya.
"Kenapa kalian menundukkan kepala angkat kepala kalian, ini fakta yang harus zean tau" ucap oppa kepada Gito dan gracio.
"Zean masih tak mengerti oppa" ucap zean lagi.
"Dulu oppa bersama Oma mu pulang dari pertemuan petinggi petinggi negara. saat kami melewati taman kamu melihat dua anak kecil yang sedang bermain. Oma meminta buat berhenti dan turun kamu menghampiri dua anak kecil itu. Oma menghampiri mereka" ucap oppa mulai menceritakan pertemuannya dengan Gito dan Gracio.
*flashback*
"kalian sedang apa disini" tanya Oma kepada kedua anak laki laki itu.
"kita sedang bermain disini, karena kita bosan di Daman terus" jawab salah satu bocah itu.
"loh orang tua kalian kemana" tanya Oma lagi.
"kita udah nggak punya orang tua" jawab lagi dari anak yang lebih besar.
Oma yang mendengar itu sangat iba dengan jawaban anak itu. lalu Oma membuka tasnya mencari sesuatu.
"ini Oma punya permen buat kalian" ucap Oma menodongkan dua permen lolipop. Mereka berdua tak langsung mengambilnya melainkan melihat satu sama lain.
"Ambil" ucap Oma lagi. Sedangkan oppa hanya melihat interaksi antara istri dan kedua anak itu.
"Maaf nek, kata ibu panti kita gak boleh ambil permen sembarangan dari orang asing" ucap anak yang lebih besar.
Om tersenyum mendengar jawaban dari anak itu. "Kalau gitu kamu namanya siapa?" tanya Oma mengulurkan tangannya.
"Aku gracio dan ini Gito. Kita beda satu tahun" jawab gracio.