bab 23

1.2K 113 2
                                        

Selamat membaca

Selamat membaca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Pinterest)

Hembusan nafas terdengar dari gito
"Gue lega banget setelah oppa jujur semuanya ke lo ze" ucap gito sambil melihat ke arah luar jendela.

Zean dan gracio hanya menanggapi dengan senyum gembira. Saat mereka bertiga sedang bercanda satu sama lain.
"Oma lebih seneng lagi" ucap Oma perwira menghampiri ketiga cucunya. Mereka langsung memeluk Oma perwira dengan erat.

"Udah pelukannya, ayo kita sarapan" ucap Oma melepaskan pelukan dari ketiga pria tampan itu. Mereka berempat turun. Saat keluar dari lift di meja makan sudah tertata rapi banyak sekali makanan. Dan juga sudah ada oppa, Shani, dan anin.

Zean, gracio, Gito, serta Oma ikut bergabung dengan mereka.
"Kalian mau kemana hari ini" tanya oppa di dalam makannya.

"Kita mau jalan jalan oppa" jawab gito dengan antusias.

"Iya berlibur lah jangan kerja aja" ucap oppa tertawa.

"Sudah makan, jngan banyak bicara" sela oma.

Keluarga perwira makan dengan khitmat mereka menikmati hidangan yang Oma masak sendiri. Mereka memang punya banyak art cuma kalau masalah masak Oma akan turun tangan sendiri.

***

Setelah selesai sarapan ke lima anak muda itu berpamitan kepada oppa dan Oma untuk pergi jalan jalan mengelilingi Ottawa salah satu kota yang ada di kanada.

(Pinterest)

*Hasil jepretan zean ceritanya*

Zean memandangi layar hpnya yang baru saja dia mengambil foto Shani secara diam diam. Zean telah berpisah dengan gracio dan anin. Sedangkan Gito tadi berpamitan ingin menjemput seseorang.

"Ze gue cabut dulu ya nanti gue balik kesini lagi, gue jemput seseorang dulu. Jangan tinggalin gua" ucap gito sambil berjalan mundur menjauh dari Shani dan zean.

Gito berlari untuk mengejar waktu karena dirinya sempat lupa jika sudah ada janji dengan seseorang. Saat sedang berlari sembari mengedarkan pandangan nya Gito melihat perempuan sedang duduk dan memainkan ponselnya.

Dari kejauhan Gito tersenyum senang karena dia telah menemukan seseorang yang dia cari sedari tadi. Gito semakin mendekatinya. Saat sudah dekat si perempuan melihat ke arah Gito dengan reflek Gito melambaikan tangan nya. Semakin menambah kecepatan larinya dan memeluk perempuan itu dengan sangat erat.

Si perempuan juga memeluk Gito dengan sangat erat seperti sepasang kekasih yang sudah tak bertemu lama.

Si perempuan juga memeluk Gito dengan sangat erat seperti sepasang kekasih yang sudah tak bertemu lama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
heal with love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang