bab 25

1.2K 61 4
                                        

Selamat reading

2 hari setelah kembali ke rumah.

Shani yang berprofesi sebagai dokter, tidak bisa mengambil cuti panjang, begitu pula Anin.

Sekarang Shani bersiap untuk berangkat ke rumah sakit karena sang ayah akan memberikan rumah sakit itu untuk nya. Kemarin waktu Shani di beritahu dirinya sangat kaget karena dia tak menyangka akan hal ini.

Dia juga tidak tau jika rs ini milik sang ayah Shani hanya tau jika ayahnya adalah investor tetap rumah sakit tempat ia bekerja makanya waktu baru selesai di bangun Shani berani minta untuk Anin sementara di tempat kan di IGD.

"Pagi pah, mah" ucap Shani menghampiri kedua orang tuanya. "Kamu siap Shani" tanya sang papa kepala anaknya. Shani yang di tanya melihat ke arah sang papah. Lalu dia mengangguk singkat Soraya tersenyum ramah.

Sejujurnya dirinya masih tidak siap tapi dia tak bisa menolak pemberian dari orang tuanya apa lagi mereka sudah susah payah membangunkan rumah sakit ini untuk nya.

Keluarga kecil itu sarapan dengan khidmat tak ada lagi yang mengobrol.

Setelah sarapan Shani berangkat ke rumah sakit dengan sang papah dan juga mamahnya.

Saat sampai di lobby rumah sakit sudah banyak bodyguard papahnya yang ikut serta mengamankan keluarga kecil itu, setelah di bukakan pintu mereka keluar mobil dan masuk ke dalam rumah sakit.

Seluruh staf maupun dokter yang bekerja disana di kumpulkan di aula rumah sakit.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi semuanya" ucap papah Shani memulai pembukaan dia tak ingin bertele tele karena masih banyak pasien yang menunggu mereka jadi mereka tak punya banyak waktu untuk ini.

"Jadi maksudnya saya mengumpulkan kalian disini karena saya akan memberikan rumah sakit ini kepada anak saya satu satunya yaitu Shani putri natio, silahkan nak" ucap sang papa dan di barengi dengan tepukan meriah dari warga rs.

Shani maju ke atas altar menghampiri sang papah. Saat Shani sudah di samping beliau, beliau mengkode menejer rs untuk menyerahkan surat surat yang di butuhkan.

"Silahkan dok tandatangan. Tanda terima" ucap sang Dirut.

Shani dengan sigap menandatangani surat serah terima itu. Setelah selesai Shani mengambil alih mic yang tadinya di pegang oleh pak natio.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi semuanya.  Saya ucapkan terimakasih banyak buat pak Dirut dan juga staf serta dokter dokter yang turut hadir menyaksikan acara singkat ini. Kepada papah saya, saya juga mengucapkan terimakasih sudah percaya sama Shani. Dan Shani janji untuk menjaga apa yang papah kasih untuk Shani. Terimakasih" ucap Shani lalu memeluk sang papah.

Dan semakin riuh tepuk tangan disana. Setelah acara selesai mereka semua di bubarkan dan para dokter juga sebelum pergi mengucapkan selamat kepada Shani dan bersalaman kepada pak natio.

Setelah itu papah dan mamah Shani meninggalkan rs Shani turut mengantarkan orang tuanya hingga orang tuanya itu keluar dari area rs.

Setelah itu Shani masuk kedalam dia di banjiri ucapan selamat dari parah staf rs dari mulai security perawat hingga OB.

Shani hanya membalas dengan senyuman dia. Kini dia tengah menaiki lift untuk ke ruangannya yang baru barang barangnya sudah di pindahkan oleh sang papa. Setelah lift terbuka di lantai itu bukan hanya ruangan Shani tapi juga ada ruangan direktur utama RS dan di depan ruangan itu terdapat sekertaris beliau.

Shani kembali menerima ucapan selamat dari sekertaris direktur itu saat dia ingin masuk dia juga menyapa sekertaris nya sendiri. Sekarang dirinya merapel kerjaan sebagai pemilik dan juga dokter.

heal with love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang