Selamat membaca
Seminggu sudah mereka lalui di negeri orang ini saat nya mereka kembali ke tanah air dan kembali ke rutinitas mereka semua.
"Oma oppa kita pulang dulu ya" ucap zean berpamitan.
"Iya nanti gantian Oma dan oppa yang berkunjung, kalian harus saling jaga satu sama lain jangan mau di pisahkan oleh omongan orang lain, hanya kalian yang tau satu sama lain" ucap oppa sedikit menasihati cucu cucunya. Karena oppa perwira takut jika ada orang jahat yang akan memecah belah ketiga cucunya ini.
Zean memeluk oppa dan Omanya setelah itu giliran gracio yang maju untuk berpamitan.
"Cio, jaga adik adikmu ya, dan juga jaga diri mu" ucap oppa kepada gracio, lalu oppa memeluk gracio.
"Oma cio pulang dulu ya, Oma oppa jaga kesehatan biar nanti kalau cio nikah kalian ada disana" ucap gracio lalu memeluk Oma nya. Oma tak bisa membendung lagi air matanya.
"Iya cio kamu jaga kesehatan juga ya dan dengar apa yang oppa bilang tadi" ucap Oma mengeluh punggung cucunya.
Setelah itu giliran Gito yang maju untuk berpamitan.
"Oma oppa Gito sama zean sama bang cio pergi dulu ya, Oma oppa jaga kesehatan disini nanti gito balik kesini lagi buat jemput kalian, kita pulang sama sama ke Indonesia" ucap gito yang langsung memeluk oppa dan Oma nya. Setelah selesai berpamitan.
Gito pergi ke arah khatrina.
"Hai, kamu disini baik baik ya nanti kalau udah selesai kuliah bilang ya nanti aku jemput" ucap gito sembari memegang tangan kekasihnya.
Khatrina tak menjawab dirinya langsung memeluk erat sang kekasih dan Gito juga membalas pelukannya tak kalah erat. Saat dua sejoli ini sedang berpelukan. Shani dan anin berpamitan kepada oppa dan Oma.
"Oppa oma kami pamit ya terimakasih jamuannya" ucap Shani dan anin yang hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Iya Shani, Anin kami titip mereka ya kalau nakal jewer aja" ucap Oma tertawa kecil.
"Oppa titip salam buat keluarga kalian di rumah ya" ucap oppa. Lalu mereka. mengalihkan pandangan mereka ke arah sejoli yang masih berpelukan sepertinya mereka enggan melepaskan pelukan satu sama lain. Sampai bunyi deheman terdengar.
"Ekhem telat nih" ucap gracio yang sudah tak tahan dengan sifat alay adiknya. Gito dan khatrina melepas pelukan mereka.
"Bye bye" ucap gito.
Mereka berlima melambaikan tangan ke arah oppa, Oma dn khatrina.
Setelah mereka menghilang. Oma melihat ke arah khatrina yang masih menangis.
"Sudah sudah nanti dia kembali kesini lagi kamu yang sabar ya, kn sebentar lagi lulus" ucap oma menenangkan si calon menantu itu.
"Udah ayo kita pulang, udah malam, kamu mau nginep?" Ucap oppa.
Khatrina mengangguk dirinya ingin tidur di kamar Gito untuk mencium kembali aroma sang kekasih.
*****
Setelah 21 jam mereka di dalam pesawat kini mereka sudah sampai di bandara Indonesia yaitu bandara internasional Soekarno-Hatta. Mereka lending tepat pukul 6 pagi. Kini zean dan Gito sedang mendorong airport trolly. Sedangkan gracio sibuk mengandeng tangan Anin.
"Kalian tunggu sini biar gue yang ambil mobil, kuncinya git" ucap gracio karena dia juga tak tega melihat kedua adiknya.
Gito melempar kunci mobil ke arah gracio. Setelah berhasil menangkap kunci gracio buru buru ke arah parkiran bandara untuk mengambil mobil. Setelah ketemu mobil milik zean. Dia langsung menaiki menuju ke arah adik adiknya.
Shani masih sangat jetlag dia kini sedang bersandar di bahu zean karena kepalanya sangat berat ingin tidur.
Saat gracio sudah sampai Gito dan gracio memasukan koper koper itu ke dalam mobil lalu membukakan pintu untuk Shani Anin dan zean masuk terlebih dahulu. Gracio kembali ke kursi mengemudi untuk mengantar parah wanita ini ke kediamannya masing masing.
Mereka mengantarkan Shani terlebih dahulu. Setelah sampai di depan rumah zean mengambilkan koper milik Shani dan membantu membawakannya ke arah pintu masuk. Lalu Shani mengetuk pintu itu. Tak lama pembantu rumah itu membukakan pintu itu.
"Siapa bik" tanya mama Shani dari dalam rumah. Sang pembantu tak menjawab karena Shani langsung masuk bersama zean.
"Ma Shani pulang" ucap Shani lalu memeluk sang mama.
"Tante kalau gitu saya langsung pamit, karena kita masih nganter Anin" ucap zean menyalimi tangan mama Shani.
"Oh iya nak zean, makasih ya udah anter Shani" ucap mama Shani mengambil alih koper Shani dari tangan zean.
"Mari tante, Shan" ucap zean dan Shani mengantarkan zean ke depan pintu.
"Hati hati kalau udah sampai rumah kabarin" ucap Shani. Dan di balas anggukan singkat oleh zean. Zean kembali masuk ke dalam mobil. Gracio kembali menjalankan mobil Rubicon itu. Ke arah apartemen Anin.
Tak lama mobil itu berada di lobby apartemen anin dan saat Anin dan gracio turun ingin menurunkan koper mereka berpapasan dengan lulu yang habis membeli sarapan. Dia sudah di kabari Anin hari ini akan pulang makanya dia sengaja beli dua bubur ayam.
"Kak Anin" ucap Lulu.
"Eh Lulu, dari mana" ucap anin mengambil alih koper miliknya dari tangan gracio.
"Ini dari beli bubur" ucap Lulu sambil mengangkat bubur miliknya.
"Kok dua" tanya anin.
"Oh ini kan kemarin kak Anin ngabarin besok pulang jadi aku pikir beli dua aja siapa tau nanti kak Anin pulang belum makan, eh malah pas banget ketemu disini" ucap Lulu.
"Yaudah kalau gitu, cio, nganternya sampai sini aja ya aku naik sama Lulu aja kamu langsung pulang aja istirahat, dan kabarin kalau udah sampai" ucap anin.
"Iya yaudah kalau gitu, aku pulang ya" ucap gracio secara tiba-tiba dia mencium pucuk kepala Anin. Lulu yang melihat itu mengalihkan pandanganya pura pura tidak lihat.
Lalu gracio kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah rumah zean.
Anin masih tak percaya dengan apa yang di lakukan gracio barusan. Dan tak lama dia dan Lulu naik ke unitnya.
*****
Setelah gracio sampai di rumah zean para bodyguard membukakan pintu untuk tuan tuannya. Dan langsung membuka bagasi tanpa di minta dan membantu membawakan koper koper milik mereka bertiga.
Zean langsung menuju kamar untuk membersihkan dirinya karena dia merasa sangat lengket ingin segera mandi.
Jangan lupa vote.
Maaf kalau typo
Next
KAMU SEDANG MEMBACA
heal with love
Teen Fictionseorang keturunan mafia besar yang jatuh cinta dengan seorang dokter cantik. pada awalnya si dokter tak ingin jatuh cinta dengan si mafia. karena mafia yang mempunyai sifat dingin.
