Mavis dan kinan terus menyusuri terowongan gelap berlantaikan ubin.
"Mavis Gilbert dan Kinan Rea",
suara seorang pria yang berada sekitar 50 meter dari mereka.
Namun wajah pria itu tidak jelas karena kondisi ruangan yang benar-benar gelap.
"Siapa itu?", Mavis mengangkat obornya untuk memperjelas siapa pria itu.
"apakah kalian yang pertama"
"apa maksudmu"
Pria itu terlihat maju dari tempatnya berdiri sehingga memperjelas penglihatan Mavis.
Seorang pria muda yang berambut pendek dan sebuah goresan luka di mata kirinya.
Pria itu tersenyum dengan sedikit memaksa dan menatap sinis pada Mavis dan Kinan.
Ia memegang dua buah pedang yang tidak terlalu panjang yang mempertegas pria itu menyeramkan.
Mavis dan Kinan mundur dua langkah untuk mengantisipasi pria itu.
"perkenalkan namaku Predator dari tim penjahat", sambil membungkukkan badannya.
Mavis dan Rea kembali melangkah mundur.
"sial, tak bisakah kau diam disaat aku memperkenalkan diri..", raut wajah pria itu terlihat sangat menyeramkan.
"Kinan kau harus bersiap lari"
"Hehe.. kau mau lari dari predator? Jangan harap Mavis"
Pria itu berlari ke arah mereka, Mavis mendorong Kinan sekuat tenaga agar menjauh.
Pria itu mengangkat pedang pendeknya dan mengayunkannya kearah Mavis.
Mavis mengangkat tangannya sebagai tameng terakhir.
Pedang itu menyayat tangan Mavis dan membuat Mavis terjatuh. Kaki Mavis bergetar hebat karena ketakutan.
"Kinan lari"
"lari.."
Pria itu berjalan mendekati Mavis masih dengan ekspresi yang sama.
"apa kau ketakutan?"
Mavis mengambil posisi duduk dan bergerak mundur dengan kaki dan tangannya yang masih berlumuran darah.
"sungguh membosankan"
"Kinan lari.."
Kinan tetap di posisi ia berdiri dan tidak bergerak sedikitpun. Tubuhnya seperti mematung dengan air mata yang tak berhenti.
"aku akan membunuhmu Mavis dan kemudian akan bermain dengan Kinan"
Pria itu mengambil posisi jongkok di depan Mavis. Sekali lagi ia mengayunkan pedangnya ke arah Mavis.
Namun kali ini Mavis tidak diam ia menghentakkan kakinya ke wajah pria itu.
Mavis segera mengambil posisi berdiri dan berlari kearah kinan, menarik tangan Kinan yang masih mematung.
"larilah Mavis lari sejauh yang kau bisa", pria itu berteriak dengan posisi tertidur dan hidungnya yang mungkin patah akibat tendangan Mavis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can You Kill Me ? (END)
Mystery / Thriller"hewan membunuh karena insting ia lapar atau merasa terancam" sedangkan "manusia satu-satunya mahkluk hidup yang dapat membunuh tanpa alasan, bahkan ada yang membunuh karena hobi" Tempat ini bagai kurungan paling mengerikan. Tergabung dengan segerom...
