Bandung, Kota dengan segala keindahannya. Awalnya aku tidak percaya bahwa bandung seindah itu, Namun saat kakiku berpijak disana aku baru percaya bahwa Bandung memanglah kota dengan segala keindahannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Drisana dan Angel sudah sampai di salah satu gundukan tanah yang telah lama terbuat itu.
Anggara Bintang Nugraha.
Bin.
Rendi Ahmad.
Lahir: 18-11-2006.
Wafat: 17-11-2022.
Angel berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Nggak papa, Njel." Angel menoleh dan tersenyum tipis kepada Drisana.
"Ayo berdoa." Sambung Drisana sambil menuntun Angel untuk berjongkok disana.
Saat mereka telah selesai berdoa Drisana memberikan waktu untuk Angel berbicara kepada gundukan tanah itu
Drisana menatap Angel dan tersenyum lalu mengangguk kepada sahabatnya itu.
"Aku disana ya." Ucapnya sambil menunjuk kearah toko bunga disana.
Angel mengangguk mengiyakan dan Drisana pun berjalan kearah toko bunga tersebut.
"Hai, Selamat ulang tahun, Ngga." Baru kalimat awal saja rasanya sudah sangat menyesakkan dadanya.
"Selamat 2 tahun kepergian lo juga." Ucapnya dengan lirih.
Rasa sesak di dadanya benar-benar menyiksa.
"Ngga, Bagaimana kehidupan lo setelah lo pergi? Lo bahagia?."
"Gue justru sebaliknya, Ngga."
"Hidup gue sepi banget sekarang. Setelah lo pergi rasanya kosong banget, Ngga." Angel berucap sambil terkekeh dengan air mata yang berjatuhan.
"Dunia tambah jahat setelah lo pergi. Tapi gue harus berusaha sendirian sekarang."
"Gue punya salah apa ya sama tuhan? Sampai-sampai gue harus sendirian di bumi ini."
"Berat Ngga, sampai saat ini gue masih belum bisa ngelupain tentang lo. Gue nggak cuma kangen raga lo tapi kangen semua yang ada di lo."
"Gue selalu bertanya sama tuhan, Kenapa di kehidupan yang satu kali ini gue nggak bisa sama lo? Dan kenapa, Di kehidupan yang satu kali ini tuhan cuma ngasih gue waktu sebentar sama lo? Padahal tuhan tau gue cuma punya lo di dunia ini."