12. Liliana Putri Adiwangsa

4.6K 328 40
                                        

Gue tandainn yaa yang baca doang gak vote gak komennnn....

Mohon maaf untuk typo atau penulisan yang masih berantakan


Pelan-pelan aja bacanya biar enjoy


Ini lebih ke POV Lian ya

Di suatu ruangan bercat putih terdengar suara monitor ICU, untuk memantau detak jantung, laju pernapasan, suhu tubuh, kadar oksigen darah, dan tekanan darah. 

Disampingnya, tepatnya pada sebuah ranjang rumah sakit terbaring tak sadarkan diri seorang lelaki dengan beberapa alat yang menempel di tubuhnya. Terhitung sudah 2 hari lelaki ini menutup mata. 

Dia Lian Ganendra Adhyastha ......

Tidak ada yang tau keadaannya sekarang, Aro, adiknya, bahkan orang tua nya pun tidak tau, mereka mengira Lian masih berada di Kalimantan dan tidak bisa dihubungi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak ada yang tau keadaannya sekarang, Aro, adiknya, bahkan orang tua nya pun tidak tau, mereka mengira Lian masih berada di Kalimantan dan tidak bisa dihubungi.

Tepat 2 hari lalu, ketika pemberitaan orang tua Salena yang mengalami kecelakaan pesawat dia langsung menghentikan segala pekerjaannya di Kalimantan, dia langsung melakukan penerbangan ke Jakarta, dia ingin berada di samping Salena. Namun ketika perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta mobilnya dihadang oleh  5 orang pria berbadan besar di salah satu jalan pintas yang cukup sepi, niat Lian adalah menghindari kemacetan, ternyata dia sudah diikuti sejak dari Bandara.

Flashback on

"Diperintah siapa kalian ?" tanya Lian setelah dia keluar dari mobilnya.

"Gak perlu tau siapa yang merintah kita."

"Gue bisa bayar kalian lebih mahal, tapi sekarang minggir, gue lagi gak mau buang-buang waktu."

Lima pria besar itu memandang Lian dengan tersenyum remeh.

"Hajar" ucap salah satu pria memerintah

BUGH BUGH 

Empat pria langsung menyerang Lian secara bersamaan. Awalnya Lian masih mampu untuk mengahadapi mereka, namun tenaganya terkuras habis di pertengahan, dia juga sudah mendapat beberapa luka. Lian berusaha menyerang salah satu pria itu, namun BUG BUG

"Arghhh.." teriak Lian mengerang ketika kepala nya di hantam oleh tongkat baseball dengan sangan keras dua kali. 

Lian terjatuh ke tanah sambil memegangi kepala nya.

BUGH BUGH... tongkat baseball itu dipukulkannya kembali ke kepala nya Lian dari arah samping.

"Arghhhh... kaalian diperin..tah sii.apaa..." tanya Lian dengan terbata ketika dada nya diinjak oleh satu satu pria. 

Kelima pria itu hanya tersenyum puas...

"Gue...."  ucap seseorang dibalik kelima pria itu, mereka mundur memberi akses bos nya untuk mendekat ke Lian

Sal, MaafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang