13. Hilang Tak Dikenang

4.5K 297 18
                                        

Maafkan baru sempet nulis, weekend nya malah full ngerjain tugas kuliahhh...

Udah pada liat Rony yang punya hair cut baruuu ? Rony gondrong era telah usai~ 

Kalian Tim Rony gondrong era atau rony malam RR era kaya sekarang ? wkwkwk



Semua orang menangis terharu, mereka mampu bernapas lega ketika layar monitor ICU menunjukan garis tanda kehidupan kembali...

Detak jantung Lian telah kembali, setelah keluarga Lian masuk ke ruangan rawat itu dan berpamitan untuk pulang terlebih dahulu, kini giliran Aro dan Nabila yang dipersilakan masuk.

Terlihat Aro berjalan gontai medekati ranjang Lian, dia terlihat kacau dan menahan tangis kesedihan. Sepupunya, sahabatnya, orang yang sudah dia anggap sebagai kakak nya terbaring lemah tak berdaya dengan segala ala-alat yang menempeli badannya. Air mata nya turun juga diiringi tangisan tertahan. Nabila dengan setia berada di samping nya, mengelus lembut pundak sang suami, memberi kekuatan. Terlihat Aro tertunduk di samping ranjang Lian, menyembunyikan tangisnya.

"Lii... maafin gue yang sempet ragu...maaf gue telat tau keadaan lu." ucap Aro 

"Cepet sadar Li.. ada hal yang harus lu tau dan perjuangkan."

"Kak Lian... harusnya gue manggil lu begitu.. lu lebih tua 3 tahun dari gue sama Salena... tapi lu selalu gak mau dipanggil pake embel-embel kakak, mulai sekarang gue bakal manggil lu itu, ayoo kak bangun, biar gue bisa liat ekspresi kesel lu lagi..."Nabila terlihat menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya, "Maaf karena gue sempet berpikiran kalo lu orang yang paling jahat.."

Ceklek...

"Kalian..."ucap seseorang di ambang pintu, lantas membuat Nabila dan Aro menoleh ke belakang. Aro yang sangat mengenalnya pun segera menghampiri orang itu, diikuti dengan Nabila. 

"Kakkk lepass sakit....."ucap orang itu karena tangannya ditarik oleh Aro ke arah lorong, Nabila hanya mengikuti dan menatap dua orang di depannya.

"Arghhh anjing sakit..sshh.." ucapnya lagi setelah Aro mengehmpaskan tangannya dengan kasar.

"Lu kenapa gak ngehubungin gue atau orang tua Lian pas tau dia kaya gini Na ?"

Orang yang ditanya malah menyilangkan tangannya di dada, iyaa dia Liliana atau Ana.

"Apaa yang sebenernya lu rencanain anjing ?" tanya Aro dengan mencengkram dagu Ana

"Mas... tenang mas... dia perempuan.."ucap Nabila ketika melihat rahang suaminya yang mengeras karena emosi. 

"Gue cuma ngelindungin Lian, dari media, biar dia sadar dulu, biar keluarga nya Lian juga gak shock.."kilah Ana

"Ngelindungin Lian ? Na gue tau busuknya lu kaya apa, meskipun lu adiknya Alina, tapi lu beda, gue tau lu juga suka sama Lian kan ?"Pertanyaan Aro tepat sasaran..

Ketika Nabila mendengar nama Alina, dia mulai paham ternyata gadis di depannya ini adalah adik dari Alina, sahabat suami nya dan Lian. Ternyata terjadi cinta segitiga di sini... segitiga ? segiempat ? atau segilima ya ? pikir Nabila... karena terlalu banyak pihak di dalam nya. 

"Nab... dia yang udah nyembunyiin keadaan Lian yang sebenernya..."

Nabila memandang Ana dengan tatapan tajam, "Apaa lu juga yang nyuruh orang buat bawa Salena ke tempat aborsi ? Karena lu gak mau Lian sama Salena ?"Ucapan Nabila tentu membuat Ana dan Aro pun kaget...

"Anjing bener Na ?"tanya Aro

"HEH JAWAB"

"IYAAA.. GUE ! GUE YANG ADA DI BALIK ITU SEMUA"

Sal, MaafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang