Aaaaaa pas buka wattpad rame puollll🤣 makasii yaa antusias di part sebelumnya 💗maafkan bikin nunggu karena ga expect bisa dapet 200 vote loh... Nah gituuuu dong kakak kakak readers, meskipun masih banyak juga yang cuma baca aja🙂
"Ar ngebut lagi anjing !" Teriak Lian yang berada di kursi depan pada Aro yang berusaha tetap fokus mengemudi. Sementara Salena yang sudah menangis sedang ditenangkan oleh Nabila di kursi belakang.
Terdapat 2 mobil di belakang, mereka adalah orang-orang dari Aro dan Lian.
Ketika Aro mendapat kabar bahwa adik dibawa orang tak dikenal, Aro dan Nabila yang semula ada di rumah Salena segera menyusul ke rumah orang tua Lian, kedatangan Aro bersamaan dengan pesan masuk dari anonim yang berisikan sebuah alamat..
📍Jl. Kebun Hijau No. 67
Ketiga mobil itu berhenti pada sebuah gudang kosong, ini wilayah kantor yang sudah lama terbengkalai, lokasi nya cukup jauh dari keramaian.
Lian menolehkan wajahnya pada Salena, "Sal kamu sama Nabila tunggu di mobil okee, jangan keluar, ada beberapa orang yang jaga kalian di luar"ucap Lian
Salena menggeleng, "Lii aku mau ikut, aku mau liat adik.."
"Sayang please...aku gak tau keadaan di dalem gimana, kalo kamu ikut, fokus aku bakal ke pecah, jadi boleh ya sayang nurut ?"
Dengan ragu Salena tampak mengangguk, "Nab gue titip Salena, ini buat jaga jaga"ucap Lian sambil memberikan 2 buah senjata, revolver kaliber 32
Aro mengusap kepala istri nyaa, "kamu sama Salena tau kan cara pake nya ?"
Nabila lantas mengangguk
"Kembali tanpa luka ya Lii" ucap Salena dan hanya dibalas senyum oleh Lian
Lian dan Aro keluar dari mobil, kedua nya memeriksa senjata yang mereka pegang dan memasukan peluru nya full, Glock 17 dengan kapasitas 17 peluru, rasa nya cukup, pikir kedua nya. Lian sudah mengetahui bahwa bukan hanya satu orang yang akan mereka hadapi...
Aro dan Lian berpandangan lalu mengangguk, memberi isyarat bahwa mereka akan memulai semua nya.
Sementara orang-orang nya yang lain mereka sebar agar tidak diketahui bahwa mereka pun membawa pasukan.
☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎☆▪︎
Sementara di sebuah ruangan kotor terlihat seorang gadis kecil yang terikat pada pada kursi, suara isakannya tertahan karena mulut yang tertutup lakban... Dia Adik... badannya gemetar ketakutan mendengar suara keras yang bersahutan, adik menyimak perdebatan 2 orang di depannya.
"Udah gue bilang bangsat musnahin semua bukti yang berhubungan sama gue..."ucap seorang pria dewasa
"Gue gak akan sebego itu, kalo gua musnahin, lu gak akan bantu gue dapetin Lian" jawab seorang perempuan
"Tapi lihat sekarang, kalo begini lu gak akan dapetin Lian dan semua yang gue lakuin kebongkar anjing.."
"Lian pasti mau nyerahin chip itu, dia pasti mau nuker sama anak haram ini"
BRAK
Suara tersebut menginterupsi 2 orang itu, terlihat adik mendorong dorong meja yang ada di sampingnya, sehingga meja itu terguling...
"Sialan" pria dan wanita itu menghampiri adik
SRETTT
Dengan kasar wanita dewasa itu melepas lakban, sampai membuat sudut bibir adik terluka.
"You're witch !!! Lepasin adik hikss....ayah...ibu hengsh..."teriak adik dengan nyaring
"Diem ! Berisik tau gak !"
"Om tolongin adik...bawa adik ke ibu om hikss..."
Pria dewasa itu menyeringai, dia mencengkram pipi adik tanpa rasa iba sampai memerah, padahal gadis kecil itu sudah terisak hebat...
KAMU SEDANG MEMBACA
Sal, Maaf
Roman d'amour"Meskipun menyakitkan, pertemuan dengan mu tetap menjadi salah satu hal yang aku syukuri- Salena Syafana Argantara" Sal, maaf- Lian Ganendra Adhyastha Selesai ( 3 Desember 2024)
