19. Ayah Lian

6.2K 338 35
                                        

Maafkan tidak jadi double up hehe

Selamat bacaa !!!

Terlihat Lian dengan setia duduk di samping ranjang rumah sakit, gadis kecilnya terbaring dengan tenang di sana, dengan sebuah infus yang terpasang di tangannya.

Lian mengelus tangan mungil yang terpasang infus itu, hatinya sesak melihat anaknya terpejam tak berdaya seperti ini, jika dia bisa, dia bersedia menggantikannya.

"Li.. tenang... adik gak apa-apa, dia kan udah dapet penanganan dari dokter"ucap Aro berdiri di samping Lian

Sementara Salena dan Nabila duduk di sebuah sofa yang ada di ruang rawat itu dengan Raiden yang ada dipangkuan Bia nya. Sebenarnya ini bukan hal pertama bagi Salena, ketika umur 2 tahun adik mengalami hal yang sama, dia kira adik tidak memiliki alergi yang sama dengan ayahnya, ketika mereka membuat cake almond bersama, dan adik mencoba nya langsung muncul ruam-ruam merah dan demam. Tapi untuk Lian tentu ini hal pertama melihat anaknya sakit, dia panik luar biasa.

"Ibu Sal..."Panggil Raiden pelan

Salena menoleh ke arah samping, terlihat Rai menatap sedih dirinya, "Rai so sorry ya Ibu, Dhia sakit gara gara Rai ya ?"

Salena tersenyum dibuatnya dan mengusap kepala anak laki-laki yang tampan itu, wajahnya benar-benar hasil sempurna mahakarya tuhan, bayangkan saja... ayahnya keturunan Swedia, sedangkan ibu nya Arab. "Gak sayang... kan Rai gak tau Dhia gak boleh makan kacang almond, yang penting Dhia udah aman nak" Terlihat Rai mengangguk kemudian bergerak mendekati Lian.

"Ayah...Rai minta maaf ya karena bikin Dhia sakit"Ucap Rai sambil menunduk takut, dia belum paham hubungan apa antara ayah nya itu dengan Dhia, namun melihat wajah panik Lian tadi membuatnya sangat merasa takut dan bersalah.

"Hai boy, angkat kepalanya, sini..."ucap Lian sambil merentangkan tangannya, sedetik kemudian Rai masuk ke pelukan Lian

"Ayah maafin boy, kan Rai gak sengaja, lagian justru ayah mau say thank you sama Rai karena perhatian ngasih snack ke anak ayah."

Rai melepaskan pelukannya, "Dhia anak ibu Sal ayah..."

Lian tersenyum, "Iya.. anak ibu Sal sama ayah Lian, kaya kamu..anak Bia Nabila sama Papa Aro..."

"ayah pasangannya ibu Sal ? "tanya Rai dengan polos

Terlihat Lian menganggukan kepalanya, anggukan Lian tak terlepas dari pandangan Salena, dia menunduk tersipu. Sampai Nabila yang disebelah pun menyenggol bahu nya berniat menggoda Salena.

"Li..Sal gue harus pulang dulu nganter Nabila sama Rai...gak baik banget Rai lama lama di rumah sakit."ucap Aro

"Oh iya... gak apa-apa kalian pulang dulu aja, gue yang jaga adik sama Salena"ucap Lian

"Sal nanti gue suruh orang buat kirim makanan sama keperluan lu sama adik ya.."ucap Nabila

"Iyaa, minta tolong sama buat pakean ganti Lian ya.."jawab Salena

Lian dan Aro saling pandang dan tersenyum, hati Lian menghangat ketika muncul perhatian kecil dari Salena untuknya.

"Dhia...Rai pulang dulu..get well really soon Dhia, maafin Rai ya."ucap Rai pada Dhia

CUP

Semua kaget melihat tingkah Rai yang tiba-tiba mencium tangan adik yang tepasang infus...

"Gue rasa kita bakal besanan Sal.."ucap Nabila sambil terkekeh

"Sifat gentle bapa nya banget ituu"Aro dengan bangga

Sementara Salena hanya menggeleng geli melihat kelakuan bocah itu...

Sal, MaafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang