18. Adik

5.2K 352 25
                                        

Mabok visual ayah ibu nya adik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mabok visual ayah ibu nya adik

"Salena...Lian" 

Panggilan itu menginterupsi wanita dan pria dewasa yang sedang bersitegang, mereka menoleh ke arah sumber suara, terlihat Aro yang memanggil mereka sambil terengah.

"Kalian ngapain sih ? gue telponin kalian dari tadi anjing..."

Salena terlihat mengusap air mata nya kasar, lalu memalingkan wajahnya, menyembunyikan jejak-jejak air mata. Aro yang melihat pasangan di depannya ini tentu sudah menyimpulkan bahwa semua telah terbongkar, tidak ada rahasia antara satu sama lain lagi...ada sedikit rasa lega dihatinya...sampai dia hampir melupakan tujuan utama nya menghampiri mereka.

"Sal...adik...."ucapan Aro membuat Salena langsung menoleh, begitu pun dengan Lian

"Adik ?kenapa adik ?"

"Anak gue kenapa Ar ?"tanya Lian

"Adik berantem di sekolah sama temennya sampe luka-luka"

"Luka-luka ?"tanya Salena kaget, ya ampun apalah ini, padahal ini hari pertama anak nya sekolah di Indonesia

Salena langsung bergegas menyambar tas nya, panikkk...ketika mendengar anaknya luka-luka, namun sebuah tangan menahan pergerakannya.

"Apa sih Lian ? aku harus pergi"

"Sama aku Sal, jangan bawa mobil dalam keadaan kaya gini, sama aku ya... aku mau liat anak kita juga.."

Salena terdiam sebentar, lalu mengangguk setuju. Lian dan Salena langsung pergi terburu-buru.

Sesampai nya di sebuah sekolah, Lian dan Salena berjalan tergesa menuju ruangan guru.

"Permisi" ucap Lian dan Salena

Ketika mereka masuk, terlihat adik yang duduk di sebuah kursi dengan tangan bersedekap di dada dengan mata yang menatap tajam seorang anak perempuan yang terlihat luka di bagian pipi dan rambut yang terlihat acak-acakan... Salena mengenal anak itu, dia Zara..keponakannya, anak dari Marvin.

Adik bertengkar dengan anaknya Marvin ?

Salena memandang Zara dan adik bergantian, Zara terlihat kacau sementara adik tidak ada yang luka sama sekali. Ada rasa lega di hati Salena

Sementara Lian langsung bernapas lega ketika melihat anaknya dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada luka seperti apa yang dikatakan Aro, dia memandang sendu pada anaknya itu, menahan diri untuk tak langsung memeluknya.

"Silakan duduk Ibu, Bapak" ucap Miss Indah.. Dia sedikit kaget melihat kedatangan Ibu dari Dhia yang datang bersama Pak Lian, om dari salah satu muridnya.

Salena dan Lian pun duduk berdampingan menghadap Zara yang terlihat menangis...

"Ibu Salena maaf mengganggu waktu kerja ibu ya, namun Dhia melakukan penyerangan terhadap temannya, Zara..."

Sal, MaafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang