16. Gadis Kecil

4.8K 294 27
                                        

4 tahun kemudian

"Adik....makan malem dulu sayang..."

"Adikk..."panggil seorang ibu yang masih sibuk menata makanan di meja.

Tak ada sahutan....membuat Salena berjalan mencari anaknya itu.. Di kamar nya tidak ada, di kamar Salena pun tak ada...sampai akhirnya di kamar ibu Ratih... terlihat punggung gadis kecil dengan kepangan dua dikepala nya, sibuk menata bunga mawar di nakas dekat ranjang ibu Ratih.

 terlihat punggung gadis kecil dengan kepangan dua dikepala nya, sibuk menata bunga mawar di nakas dekat ranjang ibu Ratih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Adik ibu panggil-panggil loh"

Mendengar ucapan ibu nya, gadis itu menoleh ke belakang...

"Whats wrong ibu ? I'm busy arranging the flowers"

Ibu Ratih tersenyum lalu menatap Salena, "katanya biar uti cepat sembuh"ucap Ibu Ratih

Memang sudah beberapa hari ini Ibu Ratih sedang tidak enak badan, sehingga sedang beristirahat di ranjangnya, gadis kecil itu juga memanggil Uti pada ibu Ratih.

"Kamu gangguin uti terus deh, uti lagi istirahat itu, ayo sekarang kamu makan dulu." 

Ucapan Salena membuat adik mendelik kesal sambil mengerucutkan bibirnya..Salena sampai menahan tawa melihat ekspresi kesal anaknya ini

"Gak ganggu ya ibu, tapi ngasih uti bunga biar happy."ucap adik 

"Ayoo makan adik sudah lapar.."ucap nya sambil berjalan


"Wuihhhh ayam kecappp"adik terlihat sumringah melihat menu ayam kecap tersaji di meja

"Wuihhhh ayam kecappp"adik terlihat sumringah melihat menu ayam kecap tersaji di meja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"thank you ibu, this is the best food in the world." ucap adik dengan tersenyum lebar pada ibunya

"Dasar anak Lian"batin Salena

Salena berdecih melihat mood anaknya cepat sekali berubah, tadi dia kelihatan kesal pada nya, sekarang manis sekali setelah melihat ayam kecap, namun dalam hati kecilnya sangat menghangat, melihat anaknya sudah tumbuh sebesar ini, kadang adik terlihat terlalu cerdas untuk seusia nya, diumurnya ini  bahkan cukup mahir berbahasa asing, namun Salena tetap berusaha membiasakan anaknya menggunakan Bahasa Indonesia. 

Sal, MaafTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang