10

2.8K 464 12
                                        

NOTE: EKSTRA I WANT U Episode 1 SUDAH TERBIT DI KARYAKARSA! Selamat membaca. Oh iya, tenang saja. Cerita utama, POV Senja, tetap bisa kalian baca sampai tamat secara gratis di sini kok.

***

“Kamu janji bakalan jagain aku,” kulanjutkan akting sembari meneteskan air mata buaya. Omong-omong, mataku tidak bersedia diajak bekerja sama. Otomatis aku cuma menirukan lakon putri teraniya, minus tangisan bawang.

“Randu,” lanjutku dengan suara meratap yang mirip tikus kejepit pintu, “kamu tega melanggar sumpah setia.” Tidak lupa kutambahkan acara pukul-pukul gemas ke punggung Randu. “Teganya dirimu. Teganya teganya teganya.”

Meli wajahnya mirip kepiting rebus. Dia menutup mulut dengan tangan, mata memejam, kemudian berjongkok. Tubuhnya bergetar hebat. Jangan bilang.... Dia ngompol?!

Tidak ada waktu menanyai Meli. Lagi pula, Ciko sudah mengurus Meli yang sekarang sibuk menggelengkan kepala. Urusanku, yang utama, ialah dengan Tirta dan Sofia.

“Kak Randu,” Sofia berusaha menggunakan jurus pemikat kecoak, “sopirku nggak bisa jemput. Jadi, kalau boleh....”

“Kan ada Tirta!” semburku seraya menunjuk si kebo, Tirta, yang sedang fokus mengulitiku melalui tatapan angker. “Minta tolong ke gebetan dong, jangan ke Randu.”

“Kak Senja bilang,” balas Sofia tidak mau mengikuti kehendakku, “Kakak nggak peduli aku mau dekatin Kak Randu. Kok sekarang gitu?”

“...”

Wah gawat. Jangan sampai Randu gagal jadi anak buahku. Bisa batal rencana menghancurkan gunung kebahagian Sofia. Di masa depan nanti sudah jelas Sofia jadi permaisuri di industri hiburan. Ya kali aku rela memuluskan percintaan Sofia? Mustahil. Aku senang lihat dia susah. Makin susah, makin bagus. Apa itu lupakan masa lalu? Koreksi, aku pendendam! Wahahahaha!

Kutarik-tarik kaus olahraga Randu, mencoba membuatnya menengok ke arahku. Saat dia mengalihkan pandang dari Tirta kepadaku, aku langsung bungkam selama sejenak. Dia memberiku tatapan lembut nan menenteramkan. Tidak mengherankan bila Randu jadi tokoh utama, entah dalam komik cewek maupun novel romansa, karena sungguh ajaib! Ajaib! Sekadar senyum saja hatiku....

Apa? Lupakan naksir! Itu tidak penting! Seganteng-gantengnya manusia, lebih ganteng cowok fiksi! Setidaknya cowok fiksi bisa kumiliki, di hati, tanpa perlu mencemaskan kemungkinan kena tikung!

Lekas kutepuk pipiku, mengusir sihir Randu, dan berkata, “Pulang, ya? Kamu anterin aku. Soalnya aku takut kena gigit anjing galak.”

“Senja!”

Kuabaikan teriakan Tirta. “Randu, masa kamu mau anterin pacar orang lain?”

“Aku bukan pacar Kak Tirta,” protes Sofia. “Kak Randu, sumpah. Aku nggak ada hubungan spesial dengan Kak Tirta.”

“Lho,” Ciko menimpali, “bukannya kemarin kalian nonton bareng, ya? Aku duduk di belakang kursi kalian kok. Jadi, masih jelas di ingatanku kalau kalian memang nonton bareng.”

Meli sudah berdiri, dibantu Ciko. Tampaknya kecurigaanku mengenai Meli ngompol tidak terbukti. Dia lebih mirip orang yang menahan hasrat panggilan alam. Titik.

“Tuh, ‘kan. Tuh, ‘kan!” Aku terlalu bersemangat menyebarkan gosip. “Randu, kamu anterin aku aja. Nggak ada yang bakalan marah kecuali kakak dan papaku, sih. Ayo buruan!”

“Kak Randu,” rengek Sofia yang masih saja ngotot memegangi pakian Randu.

Bolehkan kupukul? Pasti boleh.

Belum sempat kujatuhkan pukulan maut pembelah bumi, Randu mendahuluiku dengan serangan ganas. Bukan ke aku, melainkan kepada Sofia dan Tirta. “Sofia,” katanya dengan nada suara tenang, tapi mematikan, “kamu sebaiknya nggak perlu nebeng aku lagi.”

I Want U! (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang