NOTE 1: I WANT U EKSTRA EPISODE 6 SUDAH TERBIT DI KARYAKARSA. Selamat membaca.
NOTE 2: Hehehe saya kasih bonus episode karakter lain di episode 28. Sebagai bentuk terima kasih dan ucapan sayang kepada kalian semua teman-teman. Terima kasih telah menemani saya menyelesaikan I Want U. Maaf atas segala kekurangan di sini. Terima kasih.
***
Ada dua hal yang paling Meli benci. Pengganggu dan Sofia. Terutama, Sofia. Contoh saja hari ini. Meli dan Sofia sedang melakukan audisi untuk sebuah merek parfum terkenal bernama Beauty. Artinya, semua orang yang hadir jelas sama-sama memiliki kesempatan. Tidak ada yang di atas angin.
Akan tetapi, selalu ada pengecualian. Entah bagaimana ceritanya, Sofia dan asistennya tengah melakukan perundungan terhadap asisten Meli, Lala. Tiga lawan satu. Dua asisten Sofia sibuk menggonggong, sementara Lala terlihat gemetar. Parahnya, pertengkaran berat sebelah ini terjadi di tempat parkir. Otomatis beberapa orang mulai sibuk curi pandang.
“Sudah,” Sofia dengan suara gemetar berusaha melerai pertengkaran, “tolong jangan berlebihan.”
“Nggak bisa!” teriak salah satu asisten bertubuh kurus. “Dia sengaja numpahin teh boba ke pakaianmu. Sekarang gimana ini?”
Lala terlihat seperti hendak menangis. Meli pun lekas mempercepat langkah dan mendekati asistennya. Dia menepuk pelan bahunya dan menyuruhnya untuk minggir, bersembunyi di belakang punggung.
“Meli?”
“Halo, Sof?” sapa Meli dengan nada menusuk.
Dia melirik setitik noda ... errr beberapa titik noda yang bermunculan di lengan Sofia. Noda itu bahkan tidak akan terlihat karena warna pakaian yang Sofia kenakan bernuansa gelap! Lagi pula, pasti mereka punya pakaian cadangan, ‘kan? Bagaimana bisa seorang artis, sekelas Sofia pula, tidak paham konsep cadangan?
“Mbak Mel....”
Lala hendak bersuara, mungkin minta maaf, tapi dihentikan oleh Meli yang mengangkat sebelah tangan. Intruksi agar tidak mengganggu.
“Aku ada baju cadangan,” Meli menawarkan. “Bisa kamu pakai. Jadi, kita nggak perlu bikin drama di siang bolong gini, ya?”
Kedua asisten Sofia hendak mendebat, tapi Meli langsung memberi pelototan mengerikan kepada mereka. Jurus ampuh. Sakti sekali. Kedua wanita itu langsung tutup mulut, menelan semua sumpah serapah.
“Gini, ya,” lanjut Meli sembari menyuruh Lala mengambil pakaian dari mobil, “kamu cukup terkenal, ‘kan? Apa nggak sebaiknya jaga image? Kedua asistenmu terlalu baik, ya? Berani sekali mereka menggunakan namamu untuk menindas orang lain? Kita bekerja di dunia serbagemerlap dan aku berani taruhan posisi kita bisa digeser oleh siapa pun. Satu kesalahan saja pasti akan menyeret kita ke dasar. Jadi, jaga baik-baik pekerjamu.”
Bertepatan dengan ucapan Meli, Lala tiba. Dia menyerahkan sebuah atasan bernuansa merah muda kepada Meli. Pakaian itu tersimpan rapi dalam plastik khusus lengkap dengan gantungan baju. Salah satu pakaian yang Meli beli saat liburan di luar negeri. Harganya setara dengan sebuah sepeda motor. Namun, tidak masalah. Dia hanya ingin menyudahi sengketa dan segela enyah.
“Lunas, ya?” Meli menyerahkan pakaian itu kepada Sofia. Dia bahkan masih tersenyum bagai malaikat, tapi di balik senyum menawan itu tersimpan sebilah belati. Kapan pun siap menyerang.
Meli lekas menarik Lala agar pergi. Dia tidak mau membuang waktu dan membuat manajernya marah.
Ada banyak orang yang menantikan kesempatan menjadi model Beauty. Parfum lokal ini telah berhasil menjangkau pasar asing. Konon salah satu konglomerat sangat menyukai produk dari Beauty. Tidak mengherankan bila pesaing Meli jumlahnya ada puluhan.
Tinggal menunggu dua orang lagi, maka giliran Meli tiba. Dia sempat melihat keberadaan Sofia. Lala langsung menempel kepada Meli seperti anak ayam yang ketakutan. Kebetulan Meli cukup berbakat dalam meniru sifat ayam galak. Sayang sekali hari ini dia harus menahan diri.
Sayang sekali!
Saat nama Meli dipanggil, ia pun masuk. Di dalam sana ada beberapa orang yang duduk di balik meja. Salah satunya....
Surya? Kakak Tirta!
Ibarat langit dan bumi, Surya tidak seperti Tirta. Dia memiliki ketampanan yang sangat meneduhkan. Bukan tipikal yang membuatmu gemetar lalu mimisan. Kerupawanannya sangat lembut. Sedikit mengingatkan Meli kepada Mico.
Lekas Meli menyingkirkan pikiran apa pun dari benaknya. Dia perlu fokus ke audisi.
Begitu selesai, Meli langsung keluar.
Keputusan mengenai sukses atau tidaknya akan Meli terima seminggu lagi. Sekarang dia ingin istirahat!
***
Meli mendapatkan kesempatan menjadi model Beuty! Sudah dia duga! Dia memang hebat dan itu tidak perlu dipertanyakan lagi.
Secara profesional Meli pun memenuhi tanggung jawabnya. Dia melakukan pengambilan gambar untuk parfum terbaru Beauty yang bertema cinta pertama. Bukan pekerjaan mudah. Namun, dia bisa menyelesaikannya secara sempurna menurut versinya.
Adapun yang tidak ia duga ialah, Surya dan dirinya mulai dekat. Mereka sering meluangkan waktu makan siang ataupun makan malam bersama. Hubungan yang kadang menurut Meli terasa tidak masuk akal.
“Aku nggak bisa membayangkan reaksi Tirta andai tahu kita....”
Belum sempat Meli menyelesaikan ucapannya, Surya berkata, “Nggak usah dipikirkan. Aku nggak butuh restu Tirta. Lagi pula, adikku itu nggak bisa menghargai sesuatu. Ketika dia kehilangan hal berharga, barulah dia sadar nilainya.”
Meli ingin menertawakan nasib Tirta. Senja memang seperti ... yaaah sesuatu yang tidak bisa diraih lagi. Apalagi Randu secara terang-terangan menyuarakan perasaannya di depan keluarga Senja. “Tirta nggak punya kesempatan.”
Surya mengangguk. “Tirta hanya peduli kepada cewek yang nggak ... hmm kita nggak perlu membahas orang lain, ‘kan?”
“Oke, apa perlu membahas mengenai status hubungan antara kita?”
“Kamu maunya apa?” Surya melengkungkan senyum manis. “Aku nggak keberatan kamu jadi Nyonya Surya.”
“Idih sudah berani nanggung hidup orang lain, nih?”
“Aku sudah biasa nanggung pengeluaran Tirta.”
“...”
Oke. Informasi terbaru mengenai Tirta sepertinya sangat tidak sedap. Meli tidak sanggup membayangkan hubungan kakak dan adik ini.
“Jadi,” Surya menambahkan, “maukah kamu jadi Nyonya Surya?”
Pernikahan. Meli belum pernah memikirkan dirinya sebagai bagian dari kehidupan seseorang. Selama ini dia hanya sibuk dengan pekerjaan dan saat berhubungan asmara dengan orang lain pun jarang mulus. Rata-rata alasan putus dikarenakan Meli menolak diajak tidur bersama. Dia takut! Dia tidak mau rugi dalam hal apa pun. Tidak jarang rekan sesama profesinya pun terjebak skandal kotor gara-gara pacar konyol!
“Aku maunya banyak lho,” Meli menantang.
Alih-alih mundur, Surya justru meraih tangan Meli dan menggenggamnya. “Aku siap. Kamu mau kubuatkan surat perjanjian sebelum pernikahan? Seperti apa saja yang perlu kamu terima dariku?”
“Berani?”
“Nggak usah kaget, ya? Papaku juga membuat surat serupa demi mendapatkan mamaku.”
“...”
Mendadak Meli mempertanyakan istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bila Surya bisa seluar biasa begini lantas mengapa Tirta seperti kereta api yang keluar dari lintasannya?!
***
Surya: “Kenalkan. Dia kakak iparmu.”
Tirta: “!!!”
***
Selesai ditulis pada 1 Januari 2025.
***
I Want U sudah selesai. :”) Terima kasih telah menemani saya menyelesaikan Senja dan maaf atas segala kekurangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Want U! (Tamat)
FantasyHidup milikku yang seharusnya sempurna pun berubah berantakan. Tunanganku memilih membela cewek lain, membuatku patah hati, dan aku pun memilih mengincar si pelakor. Cinta membutakan diriku hingga tidak melihat betapa buruk tunanganku sesungguhnya...
