karena banyak yang voting upload hari ini di instagram, jadi aku upload sekarang. selamat membaca!
_____
Echa membantu sang ibu untuk berbaring di tempat tidur, setelah lima hari menginap di rumah sakit dokter memperbolehkan Dewi untuk pulang. Tekanan darahnya sudah normal dan hemoglobinnya juga meningkat, namun Dewi harus tetap rutin kontrol setiap tiga hari sekali.
"Ibu istirahat saja dulu, Echa akan memasak untuk kita makan nanti." Dewi yang memang masih dalam kondisi lemah hanya mengangguk dan mulai mengistirahatkan tubuhnya.
Sementara Echa sudah berkutat di dapur untuk memasak sup daging. Sambil menunggu supnya mendidih, Echa duduk di meja makan dengan pandangan kosong. Kini ia harus bekerja untuk kebutuhan mereka sehari-hari, tidak memungkinkan bagi ibunya untuk banyak beraktivitas apalagi berjualan. Kakaknya pun tidak mungkin bisa membantu banyak karena bagaimana pun keadaan ekonomi mereka juga sama tidak stabil.
tok tok tok
Ketukan pintu membuyarkan lamunannya, ia segera berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ternyata Bayu dan istrinya datang tidak lupa dengan si kecil Naura.
"Mas bawakan ubi cilembu kesukaan ibu." Bayu memberikan satu kantung ubi cilembu yang segera diterima Echa.
"Terimakasih Mas, ibu baru saja tidur." ucapnya sambil menata ubi cilembu yang masih hangat itu di atas piring.
"Kamu tidak kuliah Cha?" tanya Bayu melihat adiknya yang memakai pakaian rumahan, biasanya jam segini gadis itu sudah rapi.
"Kelas online, Mas. Dosennya luar kota." Bayu mengangguk paham.
"Mas, sepertinya Echa akan mencari kerja untuk membantu ibu supaya tidak kepikiran." ujar Echa sambil menatap sang kakak yang kini menatapnya sendu.
"Maafin Mas Bayu ya Cha, Mas tidak bisa bantu banyak buat ibu. Kamu tahu sendiri gimana kondisi keuangan Mas, buat kebutuhan Naura saja kadang masih kurang Cha." Echa menghela nafas pelan, ia cukup memahami kondisi sang kakak. Oleh karena itu ia harus mencari pekerjaan untuk membantu sang ibu yang kini sedang sakit.
"Echa tahu Mas, Mas Bayu dan Mbak Indah bantu jaga ibu saja nanti kalau Echa lagi keluar." ucapan Echa segera diangguki oleh kedua pasang yang baru menikah tiga tahun itu.
"Kalau begitu Echa ijin keluar cari kerja, titip ibu dulu ya Mas. Tolong jangan beritahu ibu kalau Echa cari kerja, nanti ibu malah kepikiran. Bilang saja Echa lagi kuliah." jelas Echa.
"Iya Cha kamu tenang saja."
Setelah itu Echa bergegas keluar setelah mengganti bajunya. Gadis itu tampak menyemangati dirinya sendiri sebelum menarik gas pada si merah, motor kesayangannya.
***
Siang ini Evan menghadiri pertemuan dengan salah satu kolega di sebuah restoran. Di dampingi dengan Arul asisten kepercayaannya, pertemuan tersebut berjalan dengan lancar.
"Senang bekerjasama dengan anda Pak Evan, semoga hubungan ini senantiasa terjalin dengan baik." Evan tersenyum menanggapi sambil menyambut jabatan tangan koleganya.
"Pasti Pak Heru, saya juga senang bisa bekerjasama dengan anda."
Evan senang bukan main saat ia berhasil membangun kerjasama dengan salah satu PT besar yang bergerak di bidang properti, tentu ini akan menjadi peluang yang besar untuk Pradhana Company. Pak Heru memiliki rencana projek untuk membangun sebuah kompleks perumahan elit di Surabaya, kebetulan sekali beliau sedang mencari kontraktor yang kompeten untuk membangun projeknya. Tentu saja Pradhana Company tidak bisa dilewatkan, salah satu perusahaan kontruksi terbesar di Surabaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRADHANA
FanfictionBagaimana jika hidupmu hanya berputar pada seorang Evan, pemuda yang kerap kali bersikap dingin pada gadis semanis Echa. Namun perlahan semuanya berubah, satu-persatu kepingan puzzle itu menjadi satu merangkai sebuah cerita yang tidak terduga. Mungk...
