PART 28

191 26 1
                                        

Pagi ini di halaman istana sudah dipenuhi oleh wartawan dan juga sekretaris Negara dimana hari ini Seungcheol mengundurkan diri sebagai presiden dan akan digantikan oleh Mingyu sebab Seungcheol ingin menghabiskan waktu bersama putra semata wayangnya dan juga ia akan pindah ke luar negeri untuk melanjutkan studynya dan juga tinggal disana bersama putranya.

Semenjak kepulangan mereka dari luar negeri dan seungcheol sudah memberi tahu kabar ini kepada partai yang mengusungkan dirinya dan juga kepada beberapa pimpinan legislatif,Para wartawan memenuhi pintu masuk istana yang dijaga ketat oleh TNI-POLRI.

Mingyu yang berada di dalam istana bersama seungcheol, mereka yang duduk di sofa dengan diam.

"Bang gua nggk bisa disini karena lu bang, dan sekarang lu ninggalin gua? " Ujar Mingyu dengan wajah yang lesu

"Gua nggk bisa ming, semakin gua disini gua kangen sama jeonghan ming. Bagi gua istana ini selalu menyimpan memori gua sama jeonghan ming, gua nggk bisa ngejalaninnya dan Arya gua nggk bisa ngeliat dia yang masih kecil tapi sudah ditinggal sama ibunya " Jawab seungcheol karena ia merasa dirinya masih terikat denga  jeonghan dan melihat putranya yang selalu bahagia bersama wonwo membuat dirinya terluka sebagai orang tua.

"Bag gua mohon, lu jangan ngundurin diri bang. Kalau lu ngundurin diri gua juga ngundurin diri bang " Ucap migyu seperti mengancam seungcheol, seungcheol melihat ke arah mingyu

"Gua nggk takut ming, gua mohon sama lu lanjutin cita-cita kita. itu saja udah bikin gua bangga sama lu ming dan gua yakin lu layak sebagai pemimpin " Jawab seungcheol meyakinkan dirinya

"Gua pamit dulu bang, gua mau istirahat dulu " Ucap Mingyu berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut, ia berjalan dengan gontai menuju kediamannya.

Ia yang masuk ke dalam rumah dan melihat kondisi rumah yang sepi dan ia melirik jam di dinding menunjukkan 13.00 dan waktu anak-anak istirahat, ia berjalan menuju lantai 2 dan berjalan ke arah kamar anak-anak. Dengan pelan ia membuka pintu kamar tersebut dan melihat Anak-anaknya dan juga wonwo yang tidur di atas kasur, dimana ia berada di tengah-tengah.

Mingyu berjalan pelan ke arah kasur dan memindahkan si kembar ke dalam box bayi agar lebih nyenyak tidurnya, setelah memindahkan si kembar ke dalam box bayi ia menggendong wonwo untuk membawanya ke dalam kamar. Mingyu membawa wonwo dengan pelan ke atas kasur agar tidak menganggu tidur istrinya tersebut, Mingyu yang ikut merebahkan dirinya di samping wonwo dan menatap wajah damai istrinya dengan pelan ia mengusap wajah istrinya.

"Maafin mas ya dek, mas nggk ada waktu buat adek dan anak-anak. Mas terlalu sibuk sampai mas lupa kalau mas punya istri dan anak-anak yang berada di rumah " Ucap Mingyu dengan sedih karena semenjak si kembar lahir, tugas Mingyu semakin banyak dan juga kunjungan keluar negeri ataupun dalam negeri yang memakan waktu hampir 3 bulan dan ia mengetahui kabar istri dan anaknya dari hangyul atau nggk renjun dan juga dari keluarga nya.

Ia ingin menikmati waktu bersama keluarga kecilnya, ia merasa tidak bisa melihat perkembangan Anak-anaknya karena ia mengurus hampir 3 ribu jiwa masyarakat dan juga sumpah yang ia ucapkan saat pelantikan.

Wonwo yang meras tidur nya keganggu dengan pelan ia membuka matanya dan tersenyum pelan melihat wajah suaminya.

"Mas ganggu adek tidur ya? " Ucap Mingyu membuat wonwo menggelengkan kepalanya.

"Akhirnya adek bisa liat wajah mas, adek kangen sama mas " Jawab wonwo membuat Mingyu tersenyum dan menarik istrinya dalam dekapan nya.

"Mas lebih kangen adek sama anak-anak " Jawab Mingyu sambil mencium rambut istrinya.

"Mas pasti capek ya? " Tanya wonwo yang mengadahkan Kepalanya.

"Kalau mas bilang iya, gimana dek? " Jawab Mingyu melihat istrinya

MAS WAPRES (MINWO) (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang