EXTRA PART

189 15 4
                                        

Pagi ini, matahari baru saja muncul di langit Jakarta, menerangi sebuah rumah di kawasan Menteng.

Di dalam rumah itu, seorang pria berusia 47 tahun sedang sibuk di dapur.

Kim Mingyu.

Mantan Presiden Republik Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun, sebelum ia memikirkan urusan negara, pagi-paginya selalu dimulai dengan mengurus ketiga anaknya.

Sudah sepuluh tahun sejak Wonwo meninggal dunia.

Sejak saat itu, Mingyu tidak pernah berpikir untuk menikah lagi.

Bukan karena tidak ada yang mendekatinya, tetapi karena Wonwo adalah satu-satunya wanita yang sempurna baginya.

Setiap pagi, ia akan bangun lebih awal, menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya, lalu mengantar mereka ke sekolah sebelum berangkat kerja.

Di meja makan, Mingyu sudah menyiapkan sarapan nasi goreng, telur mata sapi, dan susu hangat.

Alvarez, yang kini sudah kelas 1 SMA, duduk dengan tenang sambil bermain ponselnya.

Namun, suasana damai itu tidak bertahan lama.

Dari lantai atas, suara dua gadis kecil terdengar ribut.

"ITU PUNYA AKU!"

"NGGAK! KEMARIN KAMU SUDAH PAKAI, SEKARANG GILIRAN AKU!"

Mingyu menghela napas. Sepertinya pagi ini tidak akan berjalan mulus.

Tak lama kemudian, Kanila dan Kalila turun dari lantai atas, masih dengan wajah cemberut.

Di tangan mereka, ada sepasang kaus kaki pink yang mereka rebutkan.

"Ada apa ini?" tanya Mingyu, meletakkan spatula di atas meja.

Kanila menoleh ke ayahnya. "Ayah, ini kaus kaki aku!"

Kalila langsung protes, "Enggak! Ini punyaku! Aku yang beli!"

Alvarez, yang melihat adik kembarnya ribut, hanya mendesah pelan.

Mingyu duduk di kursi dan menatap keduanya.

"Oke, siapa yang pakai ini kemarin?" tanyanya tegas.

Kanila mengangkat tangan.

Mingyu tersenyum kecil. "Kalau begitu, sekarang giliran Kalila."

Kalila langsung tersenyum menang, sementara Kanila cemberut.

"Tapi aku juga suka kaus kaki ini, Ayah…" Kanila merengek.

Mingyu terkekeh pelan.

Ia meraih tangan Kanila dan berkata lembut, "Kalau gitu, nanti Ayah belikan yang baru, ya?"

Kanila akhirnya mengangguk, meskipun masih cemberut.

Alvarez akhirnya ikut bicara.

"Udah, buruan pakai sepatu. Nanti kita telat."

Kanila dan Kalila langsung menurut.

Meskipun sering ribut, mereka agak takut dengan Alvarez.

Bukan karena Alvarez galak, tetapi karena ia tipe kakak yang disiplin.

Setiap Mingyu pergi kerja, Alvarez yang bertanggung jawab menjaga adik-adiknya.

Dan meskipun sering kesal, Alvarez sangat menyayangi mereka.

Saat anak-anaknya sarapan, Mingyu duduk di meja makan sambil memandangi mereka.

Di sudut meja, ada sebuah foto lama.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 04, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MAS WAPRES (MINWO) (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang